Suarindonesia – Beberapa waktu lalu para petani ikan jala apung di Sungai Martapura, Kecamatan Karang Intan mendapati banyak ikan nila yang mati.
Kondisi itu tentu saja akan merugikan usaha perikanan yang digeluti masyarakat setempat.
Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Provinsi Kalsel belum menerima laporan resmi terkait mati mendadaknya ikan-ikam nila tersebut.
Hal itu disampaikan Sekretaris Diskanlut Kalsel, Winarno, Jumat (26/7) saat menjadi narasumber kegiatan “Ngupi Bareng Paman” di ruang kelas Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Kalsel.
Menurut Winarno, ikan-ikan tersebut mati memang datang rutin dikarenakan sirkulasi udara di sungai saat musim kemarau.
“Kami juga sering mengingatkan jauh-jauh hari untuk mewaspadai perubahan iklim tahunan ini kepada petani ikan,” kata Winarno.
Pihaknya juga berharap andil semua pihak termasuk Balai Penyakit ikan di awal sebelum terjadinya ini.
“Kaitan ini erat pula dengan pemilik irigasi karena bisa saja nanti ada penutupan dan pengurangan debit air sehingga bisa mengantisipasinya sejak awal,” kata dia.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















