BANJARMASIN Rancang TPAS Basirih Ditutup jadi TPST

- Penulis

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Banjarmasin HM Yamin saat meninjau pembenahan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih yang disanksi KLH RI penutupan sejak 1 Februari 2025. (Foto: Humas Pemko Banjarmasin)

Wali Kota Banjarmasin HM Yamin saat meninjau pembenahan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih yang disanksi KLH RI penutupan sejak 1 Februari 2025. (Foto: Humas Pemko Banjarmasin)

SuarIndonesia — Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan merancang tempat pemrosesan akhir sampah (TPAS) Basirih yang ditutup Kementerian Lingkungan Hidup menjadi tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST).

Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR di Banjarmasin, Selasa (13/1/2026), menyampaikan, pemkot telah menyesuaikan seluruh perencanaan pengelolaan sampah dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) TPAS Basirih.

“Kami ini bukan ingin kembali membuang sampah secara terbuka di sana. Yang kami perlukan adalah lahan untuk pengelolaan dan pengolahan sampah. TPAS Basirih kami harapkan masih bisa difungsikan sebagai TPST, bukan open dumping,” ujarnya.

Yamin menjelaskan, masih terdapat lahan tersisa sekitar lima hektare di kawasan TPAS Basirih yang berada di Banjarmasin Selatan tersebut belum pernah digunakan sebagai lokasi pembuangan.

Menurut dia, lahan tersebut dinilai cukup potensial untuk dikembangkan sebagai TPST atau TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

“Masih ada lahan yang terpisah dan belum dibuangi sampah. Itu yang kami harapkan bisa dimanfaatkan untuk pengolahan, karena mencari lahan di dalam kota itu sangat sulit,” katanya.

Yamin tidak menampik bahwa tantangan terbesar pengelolaan sampah seperti mendirikan TPST di kawasan perkotaan adalah mendapat banyak penolakan dari masyarakat sekitarnya.

Menurut dia, penolakan warga terhadap keberadaan fasilitas pengolahan sampah kerap membuat pemerintah daerah berada pada posisi dilematis.

“Kalau kita keras, dibilang tidak berpihak kepada masyarakat. Kalau kita lemah, pengolahan sampah kita yang melemah. TPS 3R di 52 kelurahan pun tidak akan sanggup kalau berjalan sendiri-sendiri,” tutur Wali Kota Yamin dilansir dari AntaraNews.

Menurut Yamin, perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah memerlukan waktu yang cukup panjang, pemerintah pun harus tegas dan tepat dalam menempatkan konsistensi kebijakan.

Baca Juga :   KALIMANTAN Butuh Perluasan Transportasi untuk Buka Konektivitas

“Mengubah kebiasaan masyarakat itu bukan satu dua tahun. Ada negara yang butuh 30 tahun sampai benar-benar bisa mengelola sampah dengan baik. Jadi ini proses jangka panjang,” katanya.

Dia pun berharap rencana pemkot ini mendapatkan dukungan pemerintah provinsi dan pusat dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup yang menjatuhkan sanksi TPAS Basirih ditutup pada 1 Februari 2025 karena beroperasi sistem terbuka.

Pemkot Banjarmasin yang hanya memiliki satu-satunya TPAS harus melakukan langkah pengurangan sampah yang bisa dibuang ke TPAS Regional Banjarbakula di Kota Banjarbaru, yakni dengan melakukan pemilahan sampah di TPST, pilah sampah di setiap kelurahan dan ratusan bank sampah di lingkungan masyarakat. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MENGERIKAN AMBRUK ! Jembatan Tembus Mantuil Banjarmasin Ada Pengendara Tercebur, Sejak Lama Kerusakan
SERUNYA Sayembara Panjat Pinang Warga Pasar Batuah Banjarmasin
DANKODAERAL XIII Turun ke Lokasi Karhutla di Gambut Kalsel
BERKOLABORASI Jaksa di Kalsel dan IKA UNAIR Masuk Sekolah di SMAN 7 Banjarmasin
KUNJUNGAN KOMJAK RI Diterima Kajati Kalsel dan Dilanjut Dialog dengan Mahasiswa
KARHUTLA di Sungai Biuku, Bhabinkamtibmas Sungai Andai Turun Bantu Relawan
AKSI BEM “Kalsel Lumpuh Jilid II”, Dihadapi DPRD dan Ajak Turun Bersama Tangani Karhutla
INOVASI Atasi Karhutla, Polda Kalsel Gunakan Racikan Khusus Metode Pipa Suntik dan Kolam Bioflok

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:26

MENGERIKAN AMBRUK ! Jembatan Tembus Mantuil Banjarmasin Ada Pengendara Tercebur, Sejak Lama Kerusakan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:02

SERUNYA Sayembara Panjat Pinang Warga Pasar Batuah Banjarmasin

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01

DANKODAERAL XIII Turun ke Lokasi Karhutla di Gambut Kalsel

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:25

BERKOLABORASI Jaksa di Kalsel dan IKA UNAIR Masuk Sekolah di SMAN 7 Banjarmasin

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:54

KUNJUNGAN KOMJAK RI Diterima Kajati Kalsel dan Dilanjut Dialog dengan Mahasiswa

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:13

AKSI BEM “Kalsel Lumpuh Jilid II”, Dihadapi DPRD dan Ajak Turun Bersama Tangani Karhutla

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:26

INOVASI Atasi Karhutla, Polda Kalsel Gunakan Racikan Khusus Metode Pipa Suntik dan Kolam Bioflok

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:17

GOSONG Sisi Jalan Arah Bandara, Gubernur Pimpin Pembasahan

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca