AS KLAIM Yang Terjadi di Gaza Bukan Genosida!

- Penulis

Selasa, 14 Mei 2024 - 22:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


[AP Photo/Abed Khaled, File]

[AP Photo/Abed Khaled, File]

SuarIndonesia — Otoritas Gaza menyebut sudah hampir 35 ribu orang tewas akibat serangan Israel di tanah Palestina itu. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut 24 ribuan warga sipil tewas. Banyak di antaranya bukanlah milisi tapi anak-anak dan perempuan. Amerika Serikat (AS) menyebut yang terjadi di Gaza bukanlah genosida.

Mengutip detikNews, Genosida adalah pembunuhan besar-besaran secara berencana terhadap suatu bangsa atau ras, demikian Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikannya. Genosida pernah terjadi seperti yang dialami etnis Yahudi di Jerman oleh Nazi Jerman era Adolf Hitler, atau etnis Bosnia yang dibunuh pihak Serbia.

Dilaporkan Reuters, 11 Mei lalu, Kementerian Kesehatan di Gaza, yakni otoritas Hamas, mengatakan jumlah korban tewas akibat serangan Israel telah meningkat menjadi 34.943 orang. Sementara itu lebih dari 78.500 orang terluka.

Dilansir situs PBB (United Nations), Selasa (14/5/2024), ada 18 ribu orang tewas yang belum teridentifikasi tewas, di antarnaya 10.000 mayat sudah ditemukan dan 8.000 mayat belum ditemukan. Juru Bicara WHO Christian Lindmeyer menyebut angka jumlah korban tewas di Gaza: 24.686 orang yang teridentifikasi, 40 persen adalah pria dan 20 persen perempuan, serta 32 persen anak-anak.

Demonstrasi memprotes Israel dan pro-Palestina terjadi di mana-mana, termasuk di universitas-universitas top di AS, juga di Eropa, dan di Indonesia. Sejumlah negara juga resmi memprotes Israel. Kini, Israel mengancam Rafah, basis warga Palestina di ujung selatan Gaza. Rafah bisa kena serangan dan menambah korban tewas.

AS menyatakan itu bukan genosida. Hal ini disampaikan oleh oleh Penasihat Keamanan Nasional, Jake Sullivan.

AS bantah ada genosida di Gaza
Penasihat keamanan nasional Amerika Serikat (AS), Jake Sullivan, mengatakan pemerintahan Presiden Joe Biden tidak menganggap pembunuhan warga Palestina oleh militer Israel dalam perang yang berkecamuk di Jalur Gaza adalah genosida.

Baca Juga :   PILPRES AS 2024: Donald Trump Menang!

Namun Sullivan mengakui bahwa Tel Aviv seharusnya bisa melakukan lebih banyak hal untuk melindungi warga sipil tidak bersalah yang terjebak perang di Jalur Gaza. Demikian seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Selasa (14/5/2024).

“Kami meyakini Israel bisa dan harus berbuat lebih banyak hal untuk menjamin perlindungan dan kesejahteraan warga sipil yang tidak bersalah,” ucap Sullivan dalam pernyataan kepada wartawan setempat.

“Kami tidak meyakini apa yang terjadi di Gaza adalah genosida. Kami dengan tegas menolak anggapan tersebut,” tegasnya.

Dalam pernyataan kepada wartawan, Sullivan mengatakan bahwa AS ingin melihat Hamas dikalahkan. Namun dia juga memperingatkan bahwa warga sipil Palestina yang terjebak di tengah-tengah perang bagaikan berada “di neraka”.

Lebih lanjut, Sullivan menegaskan kembali penolakan yang disampaikan berulang kali oleh pemerintahan Biden terhadap operasi militer besar-besaran Israel terhadap Rafah, Jalur Gaza bagian selatan. Dia menyebut operasi militer terhadap Rafah adalah sebuah kesalahan.

AS tetap prihatin
AS prihatin dengan invasi Israel terhadap Rafah yang disebutnya tidak mempertimbangkan “apa yang akan terjadi selanjutnya”. Dia merujuk pada operasi militer besar-besaran Israel di Jalur Gaza bagian utara dan kemudian kembalinya militan Hamas.

Sullivan dalam pernyataannya juga menyampaikan keprihatinan atas laporan para pemukim Israel yang menyerang konvoi bantuan kemanusiaan yang sedang dalam perjalanan ke perlintasan perbatasan Erez di Jalur Gaza bagian utara. Insiden itu menjadi yang kedua dalam waktu kurang dari seminggu.

“Sangat disayangkan ada orang yang menyerang dan menjarah barang-barang ini. Ini benar-benar perilaku yang tidak bisa diterima,” ucapnya. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

IRAN: Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata
KAPAL TANKER Iran Lolos Blokade AS Usai Lintasi Selat Hormuz
ARAB SAUDI Desak AS Cabut Blokade di Selat Hormuz
CENTCOM AS Mulai Blokade Selat Hormuz
BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum
PERUNDINGAN Iran-AS tak Tercapai ‘Kesepakatan’
SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!
HARGA MINYAK Naik Lagi di Tengah Keraguan Gencatan Senjata AS-Iran

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 19:50

PENJARINGAN Calon Ketua KONI Kalsel, Dinilai H Bambang Kepemimpinan Depan Orang-orang Tangguh

Sabtu, 25 April 2026 - 18:04

PRIA MISTERIUS Tergeletak Tak Bernyawa di Emper Pertokoan Pasar Pagi Banjarmasin

Jumat, 24 April 2026 - 19:52

150 JUTA Barel Minyak Rusia Diimpor Bertahap Hingga Akhir 2026

Jumat, 24 April 2026 - 19:44

BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji

Jumat, 24 April 2026 - 18:34

KAKEK TUKANG PIJAT Ditemukan Tak Bernyawa di Bawah Pohon dengan Wajah Berlumur Darah

Jumat, 24 April 2026 - 14:14

KALSEL WASPADA ! Tercatat Secara Nasional 3.609 Titik Panas, Kementerian LH Bentuk Satgas Pencegahan Karhutla

Jumat, 24 April 2026 - 13:58

LENGKAPI FASILITAS Penunjang Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Dialokasikan 5 Miliar

Jumat, 24 April 2026 - 13:45

GAGAL BERANGKAT Tiga CJH Koloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Satu Meninggal Dunia

Berita Terbaru

Jemaah calon haji saat berada di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarbaru, Kalsel, untuk keberangkatan kloter pertama pada Jumat (24/4/2026) dini hari. (Foto: Antara/Firman)

Bisnis

BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji

Jumat, 24 Apr 2026 - 19:44

Iffa Rosita, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. (Foto: Humas OIKN)

Politik

PEMILU 2029, KPU Siapkan Dapil Khusus IKN

Jumat, 24 Apr 2026 - 19:37

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca