SuarIndonesia – Armando (21), pelaku pembunuh di kawasan Belda (Belitung Darat) Banjarmasin Barat, mengak menyesdal atass perbuatannya, dan semua karena sudah tak tahan lagi lantaran ditantang oleh korban M Agustian (22).
Armando warga Desa Baluti Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalsel ketika ditemui awak media di Mapolsekta Banjarmasin Barat, Senin (13/5/2024) megakui sangat menyesal apa diperbuat kepada M Agustian (22), warga Jalan Trans Kalimantan Handil Bakti Kecamatan Alalak Kabupaten Batola (Barito Kuala).”Saya minta maaf kepada pihak keluarga korban,” ucapnya ringan.
Pelaku dan korban sudah lama kenal dan bersinggungan. Armando mengaku bahwa saat itu dia khilaf karena sudah tidak tahan lagi menahan emosi.
“Sudah kada katahanan lagi, ditantanginya tarus (sudah tidak tahan lagi, selalu ditantang dia), apalagi katanya korban sudah menyinggung hal pribadinya.
“Memang saya dengan korban sudah lama kenal dan bersinggungan, bahwa saat itu dirinya khilaf karena sudah tidak tahan lagi menahan emosi,” ucapnya.
Setelah saling menantang, korban sempat mengajak tersangka untuk ketemuan di Jalan Tol, namun sesampainya tersangka di Jalan Tol, ternyata korban tidak ada.
Semakin marah merasa dibohongi, akhirnya tersangka kembali mendatangi korban ke Jalan Jalan Belitung Darat Ujung RT. 30 Banjarmasin Barat, pada Sabtu (11/5/2024,), sekitar pukul 18.00 WITA. dengan sudah persiapkan senjata tajam.Saya pun tidak ingat lagi kenapa pisau sampai pengkor ( (lengkok),
Akibat perkelahian tersebut korban mengalami luka cukup serius di bagian kepala, dada, perut dan lengan. Korban meninggal dunia dalam perjalan dibawa warga menuju Rumah Sakit (RS) Suaka Insan Banjarmasin.
Kapolsekta Banjarmasin Barat, Kompol Aris Munandar didampingi Kanit Reskrim, Ipda Marjun, mengatakan, tersangka di kenakan pasal 338 jo 340 KUHP.
Dimana peristiwa terjadi di Jalan Belitung Darat Ujung RT. 30 Banjarmasin Barat, Sabtu (11/5/2024,), sekitar pukul 18.00 WITA,
Sebelumnya saat korban bersama temannya melintas di Jalan Pelambuan, dan kebetulan pelaku lewat dengan mobil tangki EBR dan menyalip korban dengan teman.
Korban dengan pelaku terlibat cek cok, kemudian turun dari mobil dengan mendatangi korban langsung menganiaya menggunakan sajam. (DO)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















