SuarIndonesia – Anggota Komisi III DPR RI Pangeran H Khairul Saleh meminta Kapolri dan jajarannya untuk mengusut tuntas dan menindak tegas pelaku kasus penyerangan masjid di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (24/1) malam. Karena kasus ini cukup sensitif menyangkut keamanan, ketertiban, toleransi dan keharmonisan di masyarakat.
Pangeran Khairul Saleh yang juga Sultan Banjar ini mengaku prihatin dengan peristiwa itu. Mengingat 10 persen dari penduduk Sumatera Utara masih keturunan Urang Banjar. Apalagi kebanyakan bermukimnya di Kabupaten Deli Serdang, yang merupakan daerah peristiwa itu terjadi, selain Kabupaten Langkat.
Dalam perbincangan dengan SuarIndonesia.com, Pangeran Khairul Saleh mengatakan, dirinya rutin mengunjungi dan bersilaturahim dengan Urang Banjar di Sumatera Utara yang banyak tersebar di Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Langkat. “Urang Banjar berjumlah kurang lebih 450.000 jiwa di Sumatera Utara,” ungkap Pangeran
“Masih lekat ikatan rasa persaudaran dan mengayomi antara Urang Banjar dan Sultan Banjar yang sejak dahulu abad ke 16 sudah bermukim di Deli Serdang,” kata Pangeran.
Pangeran berharap, kasus tersebut ditangani tuntas dan bisa menentramkan masyarakat dan menjaga kondusifitas keamanan di Sumatera Utara. “Jangan sampai peristiwa itu mencederai keharmonisan dan toleransi yang selama ini sudah terjalin kuat di masyakarat Sumatera Utara,” tandas Pangeran.
Seperti diketahui, Jumat (24/1) malam kemarin, sekelompok orang diduga melakukan penyerangan di Masjid Al Amin, Jalan Belibis, Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Edison Isir saat dijumpai ANTARA di lokasi mengatakan, peristiwa penyerangan tersebut merupakan buntut dari penertiban warung tuak yang dilakukan petugas Satpol PP pada Jumat siang.
Dari penertiban tersebut, kemudian menimbulkan pro dan kontra antarmasyarakat setempat. Kemudian sekelompok warga melakukan penyerangan ke masjid dan sejumlah rumah warga.
“Ada beberapa rumah warga yang kena, ada juga korban yang terkena batu, ada tempat ibadah yang terkena batu. Tapi perlu saya tegaskan di sini bukan tempat ibadah yang menjadi sasaran,” katanya, Sabtu dini hari.
Berdasarkan keterangan salah seorang saksi bernama Anto Robot, Rabu, lebih dari 50 orang menyerang dengan cara merusak sejumlah peralatan yang berada di dalam masjid itu.
“AC, kipas angin, semuanya di rusak. Udah gitu orang itu juga mengambil karpet san kotak amal,” katanya saat dijumpai ANTARA di Masjid tersebut.
Ia menyatakan, setelah menyerang, sekelompok orang tersebut juga hendak merobohkan masjid.
Pada saat kejadian, mereka membawa satu unit alat berat eksavator dan memasang seng dan kayu di sekeliling masjid itu.
Aksi perobohan berhenti saat sejumlah ibu-ibu yang merupakan warga setempat menghadang aksi mereka. Keributan sempat terjadi antarkeduanya hingga mengundang perhatian warga lainnya.
Melihat semakin banyak warga yang berdatangan, sekelompok orang tersebut langsung pergi.(RA)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















