SuaIndonesia – Pembangunan Waduk Riam Kiwa di Kabupaten banjar masih belum terlihat tanda tanda akan dimulai, pasalnya pembebasan lahannya belum terselesaikan.
“Belum selesai pembebasan tanah itu, pemerintah daerah dan kabupaten bisa bersinergi bisa menyelesaikan ganti untung,” ucap Wakil Kalsel di DPR RI, Syaifullah Tamliha, pada Senin (20/11/2023).
Menurutnya selama proyek strategis nasional tersebut belum terealisasi, maka banyak kecamatan di Kabupaten Banjar masih terancam banjir.
Ia terus mendorong pembangunan Waduk Riam Kiwa dapat terealisasi dan pemanfaatannya dapat dirasakan langsung masyarakat.
“Jadi ya kita berharap pemerintah daerah bisa menyelesaikannya, kalau tidak, maka tidak bisa menyelesaikan masalah banjir di Kalsel, kan dimuaranya (di sana),” lanjut dia.
Dirinya mendesak agar pemerintah daerah (Pemda) baik Pemprov Kalsel maupun Pemkab Banjar agar segera menyelesaikannya.
Meski tidak lagi berada di Komisi V, namun anggota Komisi VIII DPR RI itu terus memantau proses pembangunan Waduk Riam Kiwa di Kementerian PUPR dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Padahal menurut dia, dana dari pinjaman luar negeri, dan ivenstor dari China sudah tersedia. Namun kini tinggal soal ganti untung tanah milik warga yang terdampak pembangunan Waduk Riam Kiwa belum selesai di tingkat pemerintah daerah.
“Duitnya 240 juta US dolar, kalau dikalikan dengan 15.500 sekarang, itu sekitar Rp5 triliun. Mumpung investornya mau, ya semestinya bikin pekerjaan, dimulai dengan pembebasan tanah agar tidak bermasalah lagi,” terang dia.
Sejauh ini, hanya bendungan di Jaro, Kabupaten Tabalong, yang sudah beres. “Itu insha Allah sudah selesai. Nah hanya Waduk Riam Kiwa ini jadi problem, kalau ini tidak selesai, sulit untuk ditindaklanjuti,” tutupnya. (HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















