SuarIndonesia — Tidak hanya diterjang banjir rob, Kota Banjarmasin baru-baru ini juga tengah dilanda angin puting beliung.
Pasalnya, hujan deras yang turun, juga disertai angin kencang kemarin malam telah menumbangkan beberapa pohon yang ada di permukiman dan perkantoran instansi di Kota Banjarmasin.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Fahruraji mengatakan, setidaknya pihaknya mendapat enam pohon yang tumbang.
Di antaranya yakni, di kawasan Jalan Lingkar Luar, Skip Lama, Jafri Zam-zam, Pengambangan, Sungai Andai, dan Jalan Soetoyo S. Beruntung, tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut.

“Khusus di Jalan Soetoyo S, itu pohonnya menimpa bagian bangunan Puskesmas Teluk Dalam. Tapi sudah kami bersihkan,” ungkapnya saat ditemui awak media di lobi Balai, Rabu (8/12/2021).
Pohon tumbang yang berada di kawasan Jalan Soetoyo S itu menimpa kanopi di halaman Puskesmas Teluk Dalam. Kerusakan yang dialami cukup parah.
Kanopi yang ambruk gara-gara pohon yang tumbang itu menimpa kursi besi maupun kursi plastik yang ada di bawahnya.
Kepala Puskesmas Teluk Dalam, dr Dewi Shandora menerangkan, bahwa kanopi yang rusak itu menjadi atap ruang tunggu sementara bagi pasien.
Baca Juga :
PULAU BAKUT Sasaran Korem 101/Antasari Revolusi Hijau dengan Pohon Mangrove Didukung BKSDA
Karena ruangan puskemas kecil, pihaknya menggunakan halaman puskesmas sebagai ruang tunggu sementara untuk pasien.
“Karena kanopinya rusak, ruang tunggu sementara ini kami pindahkan ke teras puskesmas. Alhamdulillah pelayanan tetap berjalan, meskipun akhirnya jadi tampak sedikit kurang teratur,” pungkasnya.
Di sisi lain rupanya bencana alam yang dialami Banjarmasin saat ini belum membuat Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin untuk merubah status kebencanaan menjadi tanggap darurat seperti halnya yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
BPBD Kota Banjarmasin masih belum merasa perlu mendirikan tempat pengungsian hingga dapur umum.
Fahruraji menekankan bahwa hal itu masih belum perlu dilakukan. lantaran banjir rob itu bersifat temporer dan tidak berlangsung lama. Alias hanya berlangsung beberapa jam saja.
Kemudian menurutnya, daerah yang terdampak pun hanya kawasan yang berada berdekatan dengan aliran sungai.
Disinggung terkait apakah sudah ada data kerugian yang dialami warga saat banjir rob terjadi, Fahrurraji pun mengaku belum memiliki data itu.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















