Amat Temukan Kakak Membusuk

Amat Temukan Kakak Membusuk

Suarindonesia – Amat (56)  temukan kakaknya, Bakti (60), menjadi mayat dan membusuk di pondokan kawasan Desa Sempurna RT 5, Kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala (Batola), Selasa (1/1) sore.

Temuan jasad warga Sungai Tabuk Kabupaten Banjar ini kemudian tersebar hingga membuat warga sekitar heboh.

Selanjutnya salah satu warga pun langsung melaporkan kejadian ini kepada Polsek Jejangkit.

Bakti yang penderita tuna rungu dan tuna wicara ini diduga hampir setengah bulan ini tak pulang ke rumahnya. Dan saat ditemukan sudah mengelurkan aroma tak sedap.

Tak lama menerima laporan itulah sejumlah anggota dari Polsek Jejangkit dan anggota tim Identifikasi bersama anggota Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Batola langsung mendatangi lokasi temuan mayat.

Lokasi dipasangi pita garis polisi serta melakukan olah Kejadian Pekara (TKP).

Setelah selesai melakukan olah TKP, anggota relawan gabungan langsung mengangkat dan membawanya jasad Bakti ke Kamar Mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, untuk dilakukan visum.

Dari keterangan Amat, mendiang kakaknya itu seorang duda dan tak bisa bicara serta mendengar alias bisu dan tuli.

Dituturkannya, saat mau mengantari makanan. Namun beberapa meter dari tempat korban biasanya tidur ini, tercium bau tak sedap seperti bangkai.

“Saya pun langsung mendekat karena tercium bau tersebut, lalu saat saya buka pintu rumah ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal dan baunya sudah menyebar keluar, serta tubuhnya sudah membengkak,” kata dia.

Seketika itu pula, Amat langsung mencari bantuan kepada warga sekitar dan memberitahukan bahwa kakaknya ini sudah tak bernyawa lagi.

Kapolsek Jejangkit Iptu Gunadi, saat dikonfirmasi, membenarkan adanya temuan mayat tersebut.

“Iya betul. Saya sedang berada di Kamar Mayat RSUD Ulin Banjarmasin melihat kondisi jasad tersebut,” katanya.

Ia juga menyatakan, anggotanya masih menyilidiki soal kematian Bakti tersebut. Diperkirakan Bakti meninggal sudah hampir tiga atau empat hari. (DO)

 179 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: