SuarIndonesia – Problem tumpukan sampah di lahan kosong dan tempat penampungan sementara (TPS) yang operasionalnya sudah ditutup masih menjadi momok bagi Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.
Alhasil, selain memasang kamera pengawas alias CCTV di eks tempat penampungan sementara (TPS), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin bakal meletakkan kotak sensor.
Kotak ini berwarna hitam dan ada pendeteksi gerakan di kotak itu. Ketika dilintasi warga, kotak bakal mengeluarkan suara yang berisi peringatan agar jangan membuang sampah sembarangan.
Kepala DLH Banjarmasin, Alive Yoesfah Love menjelaskan, peletakan kotak hitam itu sebagai uji coba. Tujuannya, sebagai pengingat sekaligus edukasi untuk masyarakat.
“Agar tidak lagi membuang sampah di lokasi eks tps dan tps-tps liar,” jelasnya, Rabu (2/11/2022) di Balai Kota.
Selain eks TPS, kini DLH Banjarmasin juga disibukkan dengan maraknya TPS liar. Bayangkan saja, menurut Alive, hampir di tiap ada lahan kosong terdapat tumpukan sampah.
Dari hasil pengamatan pihaknya, oknum pengendara yang melintas sekaligus membuang sampah sembaranganlah yang memicu kemunculan TPS liar itu.
“Misalnya di kawasan Jalan Pramuka. Persis di pinggir jalan,” ujarnya.
Beruntungnya, menurut Alive, keberadaan TPS liar itu tidak menambah volume sampah yang ada di Banjarmasin tiap harinya.
“Adanya TPS liar itu, hanya menambah titik-titik sampah saja. Sementara volumenya, masih sama. Ada dugaan, pembuangnya adalah oknum warga yang sama,” jelasnya.
“Maka dengan adanya alat ini, kami ingin melakukan edukasi terkait hal itu. Mudah-mudahan, masyarakat bisa sadar,” tutupnya.
Sebagai uji coba permulaan, kemudian melihat apakah dengan adanya alat itu bisa efektif atau tidak, pihaknya pertama-tama bakal meletakkannya di lokasi eks TPS Kuripan.
Pemasangan, direncanakan hari ini Diketahui, di eks TPS ini, tiap harinya masih ada sampah yang menumpuk. Padahal, sudah berbagai cara dilakukan.
Mulai dari pemasangan spanduk larangan, penjagaan petugas satuan polisi pamong praja atau Satpol PP, hingga sanksi tindak pidana ringan.
Sayangnya, keberadaan sampah di kawasan tersebut tak kunjung bisa ditekan.
“Jadi, sebelum adanya pemasangan kamera cctv, kami ingin memasang alat ini dulu,” timpal Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah di DLH Banjarmasin, Marzuki.
Ia mengatakan, demi keamanan alias menghindari alat itu dicuri, pihaknya akan meletakkan di tempat yang tidak bisa dilihat atau dijangkau.
“Sambil kami lihat titik di mana yang pas nantinya. Kami lihat nantinya, apakah efektif atau justru alatnya yang hilang,” tambahnya.
Lebih jauh, disinggung dari mana alat tersebut didapatkan, Marzuki hanya mengatakan bahwa alat itu merupakan sumbangan salah seorang warga Banjarmasin.
“Warga ini cukup kreatif, dan peduli terhadap lingkungan. Kami sangat mengapresiasi hal ini,” pujinya.
Lantas, apakah apabila alat itu berhasil, apakah ada kemungkinan bakal diperbanyak? Disinggung terkait hal itu, Marzuki belum bisa memastikannya.
“Intinya, kami ingin mencoba alat ini terlebih dahulu,” tandasnya. (SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















