Suarindonesia – Pucuk pimpinan Pemko Walikota H Ibnu Sina setelah banyak melakukan kunjungan ke negara-negara besar dengan maksud tujuan ingin memajukan Kota Banjarmasin yang dipimpinnya, Walikota H Ibnu dikabarkan kembali terbang lagi ke Penang Malaysia kemudian Menuju Kanguru yakni Australia.
Sebagai catatan kepemimpinan Walikota H Ibnu Sina, sudah 12 kali berkunjung ke luar negeri dengan berbagai maksud dan tujuan yang berbeda. Di antaranya, Turki, Jerman, Jepang, Amerika, Thailand, Korea, Malaysia, dan saat ini ke Australia.
Soal keberangakatan Walikota ke Australia, dibenarkan oleh Kabag Humas Pemko Banjarmasin, Drs Yusna Irawan. Ia membeberkan, wali kota berangkat mulai Minggu (7/7), dengan tujuan Austarlia
di Kota Brisbane, Quensland, sampai dengan 10 Juli 2019.
Itu dalam rangka menghadiri Asia Pasific Cities Summit and Mayors Forum (APCS). Wali kota dijadwalkan kembali lagi ke Banjarmasin Rabu (10/7).
Yusna menerangkan, APCS merupakan forum bagi Pemerintah daerah/kota untuk menjalin jejaring dan berkontribusi secara efektif bagi pembangunan kota yang berkelanjutan.
“Forum ini juga melibatkan peran kalangan usaha/industri. APCS berfokus pada isu-isu pembangunan daerah/kota dari aspek bisnis dan inovasi dengan 4 (empat) bahasan utama, yaitu : inovasi, mobilitas, kelayakan dan keberlanjutan perkotaan. Dalam setiap pertemuannya, forum ini menghasilkan agenda bersama bagi pembangunan perkotaan di kawasan Asia Pasifik,” katanya di ruang kerjanya, Senin (8/7).
Ditanya soal biaya ke Australia, Yusna membeberkan, wali kota dibiayai APBD Kota Banjarmasin. Namun, ia tidak bisa menyebutkan berapa jumlah anggaran yang dikeluarkan.
Ia meyakinkan, keberangkatan wali kota memiliki dasar hukum yang dijadikan acuan adalah Peraturan Daerah Kota Banjarmasin.
Yusna menjelaskan maksud dan tujuan pertemuan walikota dunia itu berfokus pada pembangunan kota melalui bisnis dan inovasi, Forum Walikota akan memberikan kesempatan eksklusif kepada para pemimpin kota se Asia Pasifik untuk saling terhubung dan menyusun agenda perkotaan di kawasan.
Dengan mengikuti kegiatan ini pimpinan/perwakilan pemerintah daerah di Indonesia dapat menjalin hubungan dengan kota-kota lain di kawasan Asia Pasifik, bertukar berbagai informasi dan pengalaman best practice serta menjajaki peluang kerja sama pembangunan daerah dengan kota-kota lain, khususnya di kawasan Asia Pasifik.
Selanjutnya kegiatan ini dapat dipertimbangkan pula sebagai salah satu kegiatan yang dapat mendukung pengembangan kota pintar/smart city yang tengah marak dilakukan oleh berbagai pemerintah daerah/kota di Indonesia. (SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















