SuarIndonesia — Lingkar Pemuda Indonesia (LPI) menggelar aksi nasional Seribu Lilin yang dilaksanakan secara serentak di 10 provinsi sebagai bentuk dukungan dan pengawalan terhadap Presiden Prabowo Subianto, sekaligus mendesak Polri mengusut tuntas dugaan kasus penyadapan ilegal.
Direktur Eksekutif Nasional LPI Akhrom Saleh mengatakan gerakan solidaritas tersebut telah mulai bergulir sejak Rabu (4/11/2026) malam di beberapa wilayah seperti Sumatera, Banten, dan Sulawesi Tengah.
“Aksi simbolik ini menjadi penanda komitmen pemuda dalam menjaga kepemimpinan nasional serta mengawal proses penegakan hukum di Indonesia,” kata Akrom dalam keterangannya diterima di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Selain memberikan dukungan penuh kepada Polri, LPI mengingatkan agar penyidik berjalan tanpa pandang bulu. Polri dituntut bertindak profesional dan objektif, termasuk apabila dalam perkembangannya ditemukan indikasi keterlibatan pihak dari internal institusi sendiri.
Akrom pun mengapresiasi keberanian Polri di bahwa kepemimpinan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang mulai membongkar praktik kejahatan penyadapan tersebut.
Namun, LPI menekankan pentingnya penanganan yang mendalam dan serius mengingat kasus ini bukan sekedar polemik politik biasa, melainkan menyangkut privasi pejabat negara serta mengarah pada dugaan tindakan makar.
“LPI meminta aparat penegak hukum membiarkan kasus berlarut-larut tanpa kepastian guna mencegah berkembangnya opini liar dan spekulasi di tengah publik,” ujar Akhrom dilansir dari Antara.
Akrom menegaskan komitmen LPI mendukung Polri dalam menjalankan fungsi penegakan hukum. Namun, dukungan tersebut harus diikuti dengan profesionalisme, independensi, keterbukaan, dan integritas institusi.
“Polri perlu menunjukkan keberanian dalam mengungkap fakta, termasuk apabila proses pemeriksaan menemukan dugaan pelanggaran yang melibatkan pihak internal,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Nasional (Seknas) LPI Mahardhika Prakasha Shatya menjelaskan LPI ingin mendorong keterlibatan generasi muda dalam mengawal berbagai persoalan kebangsaan melalui gerakan Seribu Lilin di 10 provinsi. Pihaknya ingin mengingatkan pentingnya menjaga persatuan nasional.
“Hari ini kami akan melakukan aksi simbolik serentak di sejumlah daerah, kurang lebih sekitar 10 provinsi, aksi solidaritas ini kami lakukan untuk mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung Polri mengungkap dalang dibalik aksi penyadapan kepala negara,” tegasnya.
Ia mengatakan LPI juga akan terus berkomitmen mendukung dan juga memberikan kritikan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, serta mendorong terwujudnya Polri yang profesional, dan berintegritas agar berjalan sesuai prinsip konstitusi dan keadilan sosial.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk tetap kritis dalam mengawasi jalannya proses hukum, tetapi tidak terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum memiliki kepastian,” ujarnya.
Secara formal, LPI menguatkan posisinya dengan menyerukan lima poin penyataan sikap resmi.
Poin pertama, menekankan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga kedaulatan negara, memperkuat persatuan nasional, serta menjalankan program-program strategis demi kesejahteraan rakyat.
Poin kedua, mendorong Polri untuk terus konsisten menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta menegakkan hukum secara adil, profesional, transparan, dan tanpa diskriminasi.
LPI menuntut agar seluruh barang bukti diperiksa secara cermat dan siapapun yang terbukti bersalah diproses hukum tanpa kebal hukum, tanpa memandang pangkat, jabatan, maupun kedekatan dengan lingkaran kekuasaan.
Poin kelima, LPI menolak keras segala bentuk penyalahgunaan kewenangan serta intervensi yang berpotensi merusak independensi penegakan hukum, sekaligus mendorong penguatan sistem pengawasan internal Polri demi mewujudkan institusi penegak hukum yang bersih dan berintegritas. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















