SuarIndonesia – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, resmi dihentikan, Rabu (4/11/2026).
Meski demikian, nasib 53 orang yang hingga kini belum ditemukan masih menjadi tanda tanya dan menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.
Penutupan operasi SAR tersebut dilaksanakan di Kantor Pelindo Banjarmasin, Jalan Barito Hilir, Kelurahan Telaga Biru, Kecamatan Banjarmasin Barat.
Sejumlah keluarga korban turut hadir dalam kegiatan tersebut untuk menyaksikan berakhirnya proses pencarian yang telah berlangsung selama beberapa hari.
Kepala Basarnas Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan penghentian operasi dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kendati demikian, seluruh unsur SAR tetap diminta melakukan pemantauan terhadap perkembangan informasi terkait keberadaan para korban.
Menurut Sudayana, apabila ditemukan petunjuk yang memungkinkan pencarian dilanjutkan, operasi SAR dapat kembali diperpanjang.
Sebaliknya, jika tidak ada perkembangan atau tanda-tanda keberadaan korban, pemantauan akan tetap dilakukan.
Basarnas juga masih menantikan pelaksanaan operasi salvage atau pengangkatan bangkai kapal KM Virgo Transport 8.
Proses tersebut dinilai berpotensi membuka peluang ditemukannya korban yang sampai sekarang belum diketahui nasibnya.
Sementara itu, pemantauan dan penyisiran tetap menjadi bagian dari upaya yang dilakukan unsur terkait pascapenutupan operasi SAR.
“Apabila di kemudian hari ada korban yang ditemukan dan operasi salvage bisa dilaksanakan, maka operasi SAR ini akan kita buka kembali,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya operasi tersebut, harapan keluarga terhadap ditemukannya 53 orang yang masih dinyatakan hilang kini tertuju pada perkembangan pencarian lanjutan dan rencana pengangkatan bangkai kapal.(DO)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















