SATU KRU HELI Mi-17 Masih dalam Pencarian

- Penulis

Kamis, 5 November 2026 - 20:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pangdam XXII/Tambun Bungai, Kapolda dan Gubernur Kalteng saat menjenguk korban selamat di RSUD Kuala Pembuang, Seruyan. (HO-Polda Kalteng)

Pangdam XXII/Tambun Bungai, Kapolda dan Gubernur Kalteng saat menjenguk korban selamat di RSUD Kuala Pembuang, Seruyan. (HO-Polda Kalteng)

SuarIndonesia — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi satu kru helikopter pengebom air milik TNI-AD yang jatuh di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah hingga kini masih dalam proses pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.

“Hingga saat ini, satu personel masih dalam upaya pencarian. Atas nama Sertu Heri Prasetyo,” kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Satu orang yang dalam pencarian itu, bagian dari delapan awak helikopter Mi-17V-5 dengan nomor registrasi HA-5235 milik Dinas Penerbangan TNI Angkatan Darat (Dispenad) yang kecelakaan saat menjalankan misi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026).

“Kami sampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya bagi para personel yang menjadi korban dalam kejadian ini,” kata Berton, melansir dari Antara.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga meralat informasi yang sempat disampaikan melalui media sosial BNPB.

Jika sebelumnya media sosial BNPB melaporkan tiga meninggal dunia namun berdasarkan data terbaru yang mereka terima tercatat dua personel TNI yang gugur dalam tugas, sedangkan satu personel masih dicari, dan kemudian selebihnya sudah dievakuasi yang sudah dalam penanganan medis.

Ia memastikan bahwa tidak ada pengurangan dukungan armada udara maupun darat untuk tim satuan tugas yang ditugaskan, baik di Kalimantan Tengah maupun daerah terdampak lain, sehingga operasi penanganan karhutla tetap berjalan optimal.

Terkait dengan pengerahan kekuatan nasional dalam penanganan darurat karhutla, BNPB mencatat total armada udara yang dikerahkan per 5 November 2026 berjumlah 46 unit yang tersebar di 12 provinsi.

Armada tersebut terdiri atas 18 pesawat untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca (OMC) serta 28 helikopter khusus pengebom air yang berasal dari dukungan BNPB (32 unit), TNI (10), serta pihak korporasi dan kementerian terkait (4).

KSAD Tunggu Kotak Hitam

Sementara itu, KSAD Jenderal Tandyo Budi Revita menghadiri pemakaman korban jatuhnya helikopter Mi-17 milik TNI AD saat bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Pada kesempatan itu, Jenderal Tandyo mengatakan pihaknya masih menunggu kotak hitam untuk memastikan penyebab jatuhnya helikopter di perairan Seruyan.

Baca Juga :   PERSONEL BERPRESTASI di Momen Hari Sumpah Pemuda ke-98 Diberi Kapolda Kalsel Penghargaan

Dilansir detikKalimantan dari detikJateng, Jenderal Tandyo menyebut kotak hitam masih berada dalam helikopter. Saat ini tim gabungan di Kalteng masih mengupayakan evakuasi korban yang berada di dalam badan helikopter tersebut, kemudian mengamankan kotak hitam untuk keperluan penyelidikan kecelakaan. Ia berharap prosesnya dapat berjalan lancar.

“(Penyebab helikopter jatuh) Kita nunggu kotak hitam. Saya mohon doanya mudah-mudahan bisa segera diangkat dan kotak hitam yang ada di situ bisa memberikan jawaban apa kendala pada saat terjadi crash heli Mi-17 ini,” kata KSAD di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Giri Tunggal Semarang, Jawa Tengah, Kamis (5/11/2026).

Pangdam Pastikan Operasi Karhutla Tetap Lanjut

Sementara itu, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin memastikan operasi pengendalian karhutla tetap berlanjut.

Menurutnya, seluruh operasi pengendalian karhutla saat ini tetap berjalan maksimal, meskipun salah satu armada udara yang terlibat dalam misi pemadaman mengalami kecelakaan. Ia menyebut penanganan kebakaran tetap dilakukan melalui berbagai strategi dengan melibatkan personel darat dan dukungan udara.

Sesuai arahan pimpinan, Satgas Darat dan Satgas Udara tetap menjalankan tugas masing-masing untuk mengendalikan titik-titik kebakaran. Bahkan, upaya modifikasi cuaca juga terus dilanjutkan guna mendukung penanganan karhutla di wilayah Kalteng. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

JAGA WARISAN SEJARAH, Ini Aksi Polsek Banjarmasin Utara di Museum Wasaka
AJAK WARGA Kelurahan Mawar Banjarmasin Tengah Peduli Lingkungan
SAMPAH di Sungai Martapura Dibersihkan Jajaran Polresta Banjarmasin bersama Unsur Forkopimda
AHLI ULM Beberkan Dampak Teknis Pemadaman Listrik Kalselteng di  PTUN Banjarmasin
SIDANG TUDINGAN IJAZAH PALSU: Jokowi Salami Roy Suryo Usai Bersaksi
RATUSAN EKOR BURUNG tanpa Dokumen Gagal Dikirim
KORUPSI TAMBANG BATU BARA: Samin Tan Didakwa Rugikan Negara Rp 17,7 T
LUAS KARHUTLA Kalteng Meningkat

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 21:59

KOMPLOTAN BERSENPI Menjarah Sawit Milik PT PSA Rampa Estate Diringkus Polres Kotabaru

Jumat, 6 November 2026 - 17:48

JAGA WARISAN SEJARAH, Ini Aksi Polsek Banjarmasin Utara di Museum Wasaka

Jumat, 6 November 2026 - 17:35

PERKETAT Penerapan Larangan Penggunaan Vape di Lingkungan Kepolisian Banjarmasin

Jumat, 6 November 2026 - 13:57

LUAR BIASA ! Sosok AKBP Arifin Sukses Menciptakan Aplikasi SIRANMOR Mewujudkan Manajemen Ranmor Dinas Polri Terintegrasi

Jumat, 6 November 2026 - 13:38

PENGANGURAN DI KALSEL Puluhan Ribu, “POLIRAN” Polda Kalsel Sinergi Pemprov dan Dunia Usaha Tekan Angka

Jumat, 6 November 2026 - 13:12

SAMPAH di Sungai Martapura Dibersihkan Jajaran Polresta Banjarmasin bersama Unsur Forkopimda

Kamis, 5 November 2026 - 22:47

MEMBANGGAKAN Sari Patin Kayu Tangi Juara Terbaik 1 Patuh Pajak Selama 4 Tahun Berturut-turut

Kamis, 5 November 2026 - 22:16

AHLI ULM Beberkan Dampak Teknis Pemadaman Listrik Kalselteng di  PTUN Banjarmasin

Berita Terbaru