SuarIndonesia — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi satu kru helikopter pengebom air milik TNI-AD yang jatuh di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah hingga kini masih dalam proses pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.
“Hingga saat ini, satu personel masih dalam upaya pencarian. Atas nama Sertu Heri Prasetyo,” kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Satu orang yang dalam pencarian itu, bagian dari delapan awak helikopter Mi-17V-5 dengan nomor registrasi HA-5235 milik Dinas Penerbangan TNI Angkatan Darat (Dispenad) yang kecelakaan saat menjalankan misi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026).
“Kami sampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya bagi para personel yang menjadi korban dalam kejadian ini,” kata Berton, melansir dari Antara.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga meralat informasi yang sempat disampaikan melalui media sosial BNPB.
Jika sebelumnya media sosial BNPB melaporkan tiga meninggal dunia namun berdasarkan data terbaru yang mereka terima tercatat dua personel TNI yang gugur dalam tugas, sedangkan satu personel masih dicari, dan kemudian selebihnya sudah dievakuasi yang sudah dalam penanganan medis.
Ia memastikan bahwa tidak ada pengurangan dukungan armada udara maupun darat untuk tim satuan tugas yang ditugaskan, baik di Kalimantan Tengah maupun daerah terdampak lain, sehingga operasi penanganan karhutla tetap berjalan optimal.
Terkait dengan pengerahan kekuatan nasional dalam penanganan darurat karhutla, BNPB mencatat total armada udara yang dikerahkan per 5 November 2026 berjumlah 46 unit yang tersebar di 12 provinsi.
Armada tersebut terdiri atas 18 pesawat untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca (OMC) serta 28 helikopter khusus pengebom air yang berasal dari dukungan BNPB (32 unit), TNI (10), serta pihak korporasi dan kementerian terkait (4).
KSAD Tunggu Kotak Hitam
Sementara itu, KSAD Jenderal Tandyo Budi Revita menghadiri pemakaman korban jatuhnya helikopter Mi-17 milik TNI AD saat bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Pada kesempatan itu, Jenderal Tandyo mengatakan pihaknya masih menunggu kotak hitam untuk memastikan penyebab jatuhnya helikopter di perairan Seruyan.
Dilansir detikKalimantan dari detikJateng, Jenderal Tandyo menyebut kotak hitam masih berada dalam helikopter. Saat ini tim gabungan di Kalteng masih mengupayakan evakuasi korban yang berada di dalam badan helikopter tersebut, kemudian mengamankan kotak hitam untuk keperluan penyelidikan kecelakaan. Ia berharap prosesnya dapat berjalan lancar.
“(Penyebab helikopter jatuh) Kita nunggu kotak hitam. Saya mohon doanya mudah-mudahan bisa segera diangkat dan kotak hitam yang ada di situ bisa memberikan jawaban apa kendala pada saat terjadi crash heli Mi-17 ini,” kata KSAD di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Giri Tunggal Semarang, Jawa Tengah, Kamis (5/11/2026).
Pangdam Pastikan Operasi Karhutla Tetap Lanjut
Sementara itu, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin memastikan operasi pengendalian karhutla tetap berlanjut.
Menurutnya, seluruh operasi pengendalian karhutla saat ini tetap berjalan maksimal, meskipun salah satu armada udara yang terlibat dalam misi pemadaman mengalami kecelakaan. Ia menyebut penanganan kebakaran tetap dilakukan melalui berbagai strategi dengan melibatkan personel darat dan dukungan udara.
Sesuai arahan pimpinan, Satgas Darat dan Satgas Udara tetap menjalankan tugas masing-masing untuk mengendalikan titik-titik kebakaran. Bahkan, upaya modifikasi cuaca juga terus dilanjutkan guna mendukung penanganan karhutla di wilayah Kalteng. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















