LUAS KARHUTLA Kalteng Meningkat

- Penulis

Kamis, 5 November 2026 - 19:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi - Petugas melakukan pemadaman kebakaran lahan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. (HO-Antara)

Foto Ilustrasi - Petugas melakukan pemadaman kebakaran lahan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. (HO-Antara)

SuarIndonesia — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dari 10 provinsi dalam pantauan nasional, Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami peningkatan jumlah titik panas serta luas lahan dan hutan yang terbakar.

“Dari hasil pemantauan nasional Kalimantan Tengah adalah kasus yang paling menonjol, meningkat per hari ini,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Dia mengungkapkan wilayah Kalteng mencatatkan 821 titik panas atau melonjak sebesar 93 persen dari hari sebelumnya, dengan luas lahan dalam penanganan mencapai 1.641 hektare atau meningkat 147 persen.

“Naik dibandingkan sehari sebelumnya, di Kalimantan Tengah sekarang ada 821 titik panas atau naik sebesar 93 persen dan sebanyak 1.641 hektare (yang terbakar) dalam penanganan, dan titik api (meningkat) 62 persen,” kata Berton, melansir dari Antara.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan secara nasional per hari ini 5 November ada sebanyak 1.468 titik panas serta 2.645 hektare karhutla yang tengah ditangani oleh tim satuan tugas gabungan.

Baca Juga :   2.000 LEBIH Dapur MBG tak Layak Higiene Ditutup Permanen

Adapun setelah Kalteng, kenaikan titik api juga terdeteksi di Kalimantan Timur (Kaltim) dengan persentase 53 persen.

Namun untuk daerah lain justru mengalami penurunan antara lain Papua Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Tenggara (Sultra), Sulawesi Tengah (Sulteng), Jambi, Sumatera Selatan (Sumsel), Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Maluku.

“Penurunannya dalam kisaran 20 – 50 persen,” ujarnya.

Berton menambahkan kondisi sebaran titik panas dan titik api tersebut juga dipengaruhi oleh hujan yang mulai mengguyur secara merata di sekitar kawasan karhutla masing-masing daerah. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KORUPSI TAMBANG BATU BARA: Samin Tan Didakwa Rugikan Negara Rp 17,7 T
TERBUKTI TERIMA SUAP, Eks Ketua Ombudsman Divonis 5 Tahun Penjara
UPDATE, Tiga Personel TNI AD Gugur Musibah Hlikopter Mi 17 di Kalteng
TERCATAT 401.586 KASUS Kumulatif Ispa Akibat Karhutla
NAKES LINTAS KOMPETENSI Dikerahkan ke Tujuh Provinsi Karhutla
UPDATE KORBAN JATUHNYA Heli Mi-17: 5 Selamat, 2 Meninggal, 1 Masih Dicari
HELIKOPTER Mi-17 Diduga Alami Gangguan Teknis saat Ambil Air
KEMNAKER IMBAU MASYARAKAT untuk Akses Informasi BSU Melalui Kanal Resmi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:47

KORUPSI TAMBANG BATU BARA: Samin Tan Didakwa Rugikan Negara Rp 17,7 T

Kamis, 5 November 2026 - 19:40

LUAS KARHUTLA Kalteng Meningkat

Kamis, 5 November 2026 - 19:35

TERBUKTI TERIMA SUAP, Eks Ketua Ombudsman Divonis 5 Tahun Penjara

Kamis, 5 November 2026 - 15:52

UPDATE, Tiga Personel TNI AD Gugur Musibah Hlikopter Mi 17 di Kalteng

Rabu, 4 November 2026 - 23:18

NAKES LINTAS KOMPETENSI Dikerahkan ke Tujuh Provinsi Karhutla

Rabu, 4 November 2026 - 22:44

UPDATE KORBAN JATUHNYA Heli Mi-17: 5 Selamat, 2 Meninggal, 1 Masih Dicari

Rabu, 4 November 2026 - 20:37

HELIKOPTER Mi-17 Diduga Alami Gangguan Teknis saat Ambil Air

Rabu, 4 November 2026 - 20:27

KEMNAKER IMBAU MASYARAKAT untuk Akses Informasi BSU Melalui Kanal Resmi

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi - Petugas melakukan pemadaman kebakaran lahan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. (HO-Antara)

Kalteng

LUAS KARHUTLA Kalteng Meningkat

Kamis, 5 Nov 2026 - 19:40