SuarIndonesia — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dari 10 provinsi dalam pantauan nasional, Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami peningkatan jumlah titik panas serta luas lahan dan hutan yang terbakar.
“Dari hasil pemantauan nasional Kalimantan Tengah adalah kasus yang paling menonjol, meningkat per hari ini,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Dia mengungkapkan wilayah Kalteng mencatatkan 821 titik panas atau melonjak sebesar 93 persen dari hari sebelumnya, dengan luas lahan dalam penanganan mencapai 1.641 hektare atau meningkat 147 persen.
“Naik dibandingkan sehari sebelumnya, di Kalimantan Tengah sekarang ada 821 titik panas atau naik sebesar 93 persen dan sebanyak 1.641 hektare (yang terbakar) dalam penanganan, dan titik api (meningkat) 62 persen,” kata Berton, melansir dari Antara.
Direktorat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan secara nasional per hari ini 5 November ada sebanyak 1.468 titik panas serta 2.645 hektare karhutla yang tengah ditangani oleh tim satuan tugas gabungan.
Adapun setelah Kalteng, kenaikan titik api juga terdeteksi di Kalimantan Timur (Kaltim) dengan persentase 53 persen.
Namun untuk daerah lain justru mengalami penurunan antara lain Papua Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Tenggara (Sultra), Sulawesi Tengah (Sulteng), Jambi, Sumatera Selatan (Sumsel), Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Maluku.
“Penurunannya dalam kisaran 20 – 50 persen,” ujarnya.
Berton menambahkan kondisi sebaran titik panas dan titik api tersebut juga dipengaruhi oleh hujan yang mulai mengguyur secara merata di sekitar kawasan karhutla masing-masing daerah. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















