AKSI DAMAI Soroti Jaminan Sosial di Hari Buruh

- Penulis

Kamis, 1 Mei 2025 - 20:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para jurnalis di Samarinda gelar aksi damai pada Hari Buruh Internasional di muka kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Kamis (1/5/2025). (Foto: ANTARA/HO-AJI Samarinda)

Para jurnalis di Samarinda gelar aksi damai pada Hari Buruh Internasional di muka kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Kamis (1/5/2025). (Foto: ANTARA/HO-AJI Samarinda)

SuarIndonesia — Para jurnalis yang tergabung Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menggelar aksi damai dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di Samarinda pada Kamis (1/5), menyoroti minimnya jaminan sosial yang diterima para pewarta di Kota Tepian.

Ketua AJI Samarinda Yuda Almerio di Samarinda, Kamis (1/5/2025), menegaskan bahwa jurnalis merupakan bagian dari kelompok buruh, yang bekerja di bidang informasi.

Menurutnya, jurnalis kerap menghadapi tekanan tenggat waktu tinggi, risiko fisik dan psikis, serta minimnya perlindungan sosial. “Jurnalis bekerja di bawah tekanan tenggat waktu, dengan risiko fisik maupun psikis yang tinggi,” ujarnya.

Yuda menyoroti kondisi miris sebagian jurnalis, terutama kontributor dan pekerja lepas, yang bekerja tanpa kontrak kerja jelas dan menerima upah di bawah standar layak. Lemahnya perlindungan hukum dan jaminan sosial dari perusahaan media semakin memperburuk keadaan ini.

Selain masalah kesejahteraan, AJI Samarinda juga menyoroti tingginya angka kekerasan terhadap jurnalis, termasuk kekerasan berbasis gender yang dialami jurnalis perempuan, baik di lapangan maupun di ruang redaksi.

“Banyak dari mereka (jurnalis kontributor) yang masih diupah tidak layak, tanpa kontrak kerja yang jelas, bahkan tanpa jaminan sosial. Ini adalah realitas buruh yang harus diakui dan diperjuangkan,” kata Yuda, dilansir dari AntaraNewsKaltim.

Koordinator Divisi Advokasi AJI Samarinda Hasyim Ilyas menambahkan bahwa kekerasan terhadap jurnalis, termasuk kekerasan berbasis gender, masih terus terjadi. Jurnalis perempuan tidak hanya mengalami intimidasi fisik di lapangan, tetapi juga pelecehan verbal dan seksual di lingkungan kerja.

Baca Juga :   BERTAHUN-Tahun Diperkosa Ayah Kandung

“Ini harus dihentikan. Ruang kerja media harus menjadi ruang yang aman dan setara,” tegas Hasyim.

Dalam aksi damai ini, AJI Samarinda menyampaikan tiga tuntutan, yakni pengakuan jurnalis sebagai pekerja yang berhak atas upah layak, kontrak kerja adil, dan perlindungan jaminan sosial. Kemudian, penghentian segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis, termasuk kekerasan berbasis gender, serta penciptaan ruang redaksi yang aman dan setara, terutama bagi jurnalis perempuan.

Sebagai bagian dari gerakan demokrasi, AJI Samarinda menyerukan solidaritas kepada seluruh pekerja, termasuk buruh media, untuk bersama-sama memperjuangkan hak-hak dasar pekerja, kebebasan pers, dan ruang sipil yang lebih adil. “Merdekanya pers bergantung pada merdekanya buruh media,” ucap Hasyim. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

OIKN: Diduga Ada Unsur Kesengajaan dalam Kebakaran di Bukit Tengkorak
11 ORANG UTAN Dipantau Pasca-Evakuasi Akibat Karhutla
KEMENHAM Dorong Penanganan Karhutla Berkeadilan bagi Warga
KARHUTLA Kubar Meluas, 415,51 Hektare Hutan dan Lahan Terbakar
BNPB: 1.487 Hotspot Terdeteksi di Kalimantan, Kalteng dan Kalbar Terparah
BATALION Armed 22/Kesumawira Dikukuhkan
OPTIMALKAN Posko Siaga untuk Antisipasi Karhutla
OKNUM Kasat Polresta Samarinda Diduga ‘Hamili’ Warga, Ditangani Propam Polda Kaltim

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 22:06

BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk OMC

Kamis, 10 September 2026 - 21:45

RESMI DITUTUP, 4.151 Mahasiswa Baru UNISKA MAB Siap Memulai Perkuliahan

Kamis, 10 September 2026 - 18:08

HANYA BELASAN MENIT Kunjungan Kerja Wapres Gibran di SR Banjarbaru

Kamis, 10 September 2026 - 16:53

MAULID di DPRD Kalsel, Momentum Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Keimanan

Kamis, 10 September 2026 - 16:49

PEMANFAATAN ASET Swargaloka Dievaluasi DPRD Kalsel

Kamis, 10 September 2026 - 12:41

PEDULI Korban Kebakaran, Kapolsek Banjarmasin Tengah Salurkan Bantuan Senbako

Rabu, 9 September 2026 - 23:38

WAPRES Gibran ke Kalsel Tinjau SR hingga ISPA dan karhutla

Rabu, 9 September 2026 - 22:35

LA Diguyur Hujan Bantu Redakan Ancaman Karhutla

Berita Terbaru

31 WNA Malaysia dan Taiwan ditangkap Imigrasi Pontianak, Kalbar. (Foto: Istimewa)

Kalbar

31 WNA Malaysia-Taiwan Ditangkap, Diduga Scamming

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:50

Karhutla mengancam habitat orang utan di TN Tanjung Puting Kalteng. (Foto: HO-Dok Balai TNTP)

Headline

3.105 HA TNTP Terbakar, Habitat Orang Utan Terancam!

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:46

Tim BKSDA dan YIARI Kalbar mengevakuasi Orang utan dari salah satu kebun warga di Kayong Utara. (Foto: HO-YIARI Kalbar)

Kalbar

ENAM Orang Utan Diselamatkan dari Karhutla

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:17

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyampaikan laporan terkini penanggulangan karhutla kepada Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat rapat koordinasi di Pos Pantau Karhutla di Guntung Damar Banjarbaru, Kamis (10/9/2026). (Foto: HO-Antara)

Kalsel

BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk OMC

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:06

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca