SuarIndonesia — Hujan dengan intensitas sedang hingga deras mengguyur Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan setelah berbulan-bulan dilanda kemarau panjang dan kepungan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hujan yang berlangsung sekitar 10 menit itu mengguyur sejumlah kawasan, termasuk ruas Jalan A Yani, sekaligus menjadi hujan pertama yang dirasakan masyarakat setempat selama periode kemarau panjang.
Camat Liang Anggang Lia Astuti di Banjarbaru, Rabu (9/9/2026), mengatakan hujan tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat karena selain membasahi lahan yang mengering, juga diharapkan membantu mengurangi ancaman karhutla dan memperbaiki kualitas udara.
“Turun hujan ini tentu menjadi angin segar dan harapan besar bagi kita semua dalam upaya menekan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta mengurangi pekatnya asap,” ucap Lia.
Menurut dia, air hujan dapat membantu membasahi kembali kawasan yang sebelumnya kering dan rawan terbakar sehingga kondisi lingkungan menjadi lebih lembap dan potensi munculnya kebakaran baru dapat ditekan.
Guyuran hujan juga diharapkan membersihkan udara dari partikel asap yang sebelumnya mengganggu masyarakat, terutama di kawasan yang terdampak kabut asap akibat karhutla.
“Semoga curahan air hujan ini dapat membantu memadamkan titik-titik panas, menyegarkan kembali kualitas udara serta membawa keberkahan dan keselamatan bagi seluruh masyarakat Kecamatan Liang Anggang,” ujar Lia, dilansir dari Antara.
Turunnya hujan menjadi momentum untuk memperkuat penanganan karhutla setelah pemerintah melakukan berbagai langkah, termasuk modifikasi cuaca untuk meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah yang membutuhkan.
Namun, ucapnya, hujan singkat tersebut belum menjadi alasan untuk mengurangi kewaspadaan karena kondisi kemarau masih berpotensi menimbulkan titik api apabila lahan kembali mengering.
Lia mengajak masyarakat memanfaatkan momentum turunnya hujan dengan tetap menjaga lingkungan, menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi karhutla.
“Mari tetap jaga kewaspadaan dan bersama-sama merawat lingkungan kita agar tetap aman dan kondusif,” katanya. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















