Suarindonesia – Sekitar 1.250 penduduk yang tinggal di Pulau Bromo dari 7 Rukun Tetangga (RT) dalam waktu segera akan memiliki Jembatan Bromo yang menghubungkan dengan daratan kota Banjarmasin. Pasalnya pembangunan jembatan gantung dengan total panjang 188 meter dan lebar 2 meter akan dibangun dengan alokasi dana Rp4 miliar di tahun 2020 mendatang.
“Tahun depan sekitar Rp43 miliar dana APBD Kota Banjarmasin dianggarkan untuk pembangunan fisik Jembatan Bromo yang memiliki desain jembatan gantung dan diperuntukkan bagi penyeberangan orang, motor roda dua serta motor roda 3,’’ ucap Kepala Dinas PUPR Kalsel Ir H Ariifin Noor kepada awak media, di Balaikota Banjarmasin, Senin (06/08/2019).
Pertimbangan pembangunan Jembatan Bromo ini, karena kondisi pulau Bromo ini adalah sebuah Delta, di mana suatu daratan kecil yang terbentuk dari endapan di muara sungai dan terletak di lautan terbuka. Itu sebabnya hanya bisa dilewati lewat jalur sungai, pada saat air surut, sehingga ratusan orang saat air pasang terpangsa menyebrang lewat sungai dan pakai tongkang saat air pasang.
Jadi, katanya, mereka yang tinggalnya di Pulau Bromo jika dihubungkan dengan daratan kota Banjarmasin di Mantuil, dibutuhkan sebuah jembatan gantung. “Jadi perkembangan masyarakat disana otomatis akan maju dengan cepat kalau infrastruktur sudah tersambung nantinya,” ujar Arifin Noor .
Menurut Arifin, pihak Dinas PUPR dalam melaksanakan pembangunan Jembatan Pulau Bromo memiliki tiga kendala, yakni pipa PDAM, beberapa bangunan disekitar dan tiang file yang panjang karena memiliki ketinggian hingga 15 meter.
“Kalau pipa nanti kita koordinasikan, dan Perkim juga soal pembebasan lahan di sekitarnya, serta tiang file kita sambil komunikasi dengan pihak lain,” ucap Arifin.
Dikatakan, tahun ini rencananya akan diharap DED nya, dan tahun depan sudah mulai proyek pengerjaannya dan selesai dalam kurun waktu tahun depan. “Tapi kita masih belum bisa menyebut kapan pastinya akan selesai, yang pasti tahun depan juga,” kata Arifin.
Ia mengatakan jembatan gantung Bromo juga didesain agar tak mengganggu jalur sungai di bawahnya. Sedikitnya Dinas PUPR akan melaksanakan pembangunan jembatan Bromo dengan bentang tinggi setinggi 15 meter dari permukaan sungai yang melintasi di bawahnya.
“Jalur transportasi sungai nantinya tidak akan terganggu oleh adanya jembatan. Yang penting kita membangun jembatan ini karena terpikir ini kepentingan orang banyak. Dan warga Bromo itu, juga merupakan warga kita Banjarmasin yang berhak mendapatkan bangunan infrastruktur,” katanya.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















