SuarIndonesia – Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispersip) Kota Banjarmasin, menggelar sosialisasi kepada 300 pengelola perpustakaan yang ada di SD dan SMP di kota Banjarmasin. Acara tersebut dilaksanakan selama dua hari, Senin dan Selasa, 2-3 Maret, di Aula BKD Kota Banjarmasin.
“Tujuan digelarnya sosialisasi ini untuk meningkatkan kualitas SDM pengelola perpustakaan sekolah yang ada di Banjarmasin. Oleh sebab itu kami mendatangkan narasumber dari perpustakaan Nasional,” ucap Kepala Dispersip Kota Banjarmasin, Drs H Akhmadi Husaini, MM, Senin (2/3/2020).
Ia mengharapkan kepada pustakawan yang mengikuti kegiatan sosisalisasi tersersebut dapat mengikuti sebaik-baiknya.
Karena sangat disayangkan, menurutnya, jika pemaparan yang disampaikan oleh Suharyanto, SSos, MHum selaku Pustakawan ahli madya-Perpustakaan Nasional yang juga sebagai Kepala Bidang Pengolahan Bahan Pustaka, dan Ketua Komisi Penerbitan-Ikatan Pustakawan Indonesia itu tidak diperhatikan dengan baik.
Kepala Dispersip Banjarmasin itu juga menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut sekalian mengingatkan bahwa Banjarmasin saat ini sudah memiliki e-Perpus Banjarmasin.
“Sehingga pustakawan bisa menyampaikan kepada siswa bahwa saat ini sudah sudah ada e-Perpus Banjarmasin, yang bisa dimana saja dan kapan saja untuk membaca melalui e-Perpus Banjarmasin,” terangnya.

Untuk diketahui, saat ini Banjarmasin sudah memiliki Aplikasi e-Perpus Banjarmasin, yang bekerja sama dengan Gramedia Digital Nusantara memuat sekitar 1.200 eksemplar buku.
Adapun buku-buku bacaan yang termuat di e-Perpus Banjarmasin tersebut terdiri dari komik, novel, buku pelajaran, tentang ilmu pengetahuan lainnya.
Caranyapun sangat mudah, untuk mendapatkan aplikasi ini pembaca hanya tinggal mengunduhnya melalui smartphone masing-masing di Playstore.
Wakil Walikota Banjarmasin, H Hermansyah yang berhadir untuk membuka kegiatan sosialisasi juga mengharapkan agar sekolah-sekolah di Banjarmasin terus meningkatkan kualitas perpustakaan yang ada di sekolahnya.
“Jangan sampai lagi perpustakaan yang ada di sekolah letaknya di sudut-sudut sekolah, yang susah dijangkau. Karena hal itu yang bisa menjadikan siswa-siswi menjadi malas datang ke perpustakaan,” terang H Hermansyah.
Menurutnya yang namanya Banjarmasin Baiman (Barasih Wan Nyaman) itu benar-benar bisa didapatkan di Banjarmasin. “Tidak hanya sebatas selogan Baiman saja. Harus dibuktikan seperti dengan mudahnya mendapatkan pendidikan, mengajar, dan laiinya di Banjarmasin,” ungkapnya.
H Hermansyah juga mengimbau kepada semua perseta sosialisasi yang hadir agar jangan segan-segan melaporkan jika ada perpustakaan disekolahnya masing-masing yang perpustakaannya masih tidak sesuai standar. “Catat no HP saya, laporkan jika ada perpustakaan di sekolah yang masih kurang,” tegasnya.
Suharyanto, SSos, MHum sebagai narasumber sosialisasi pengelola perpustakaan, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa akan memberikan pemahaman terkait bagaimana standar Perpustakaan di sekolah-sekolah secara nasional.
“Selain itu saya akan menyampaikan apa saja standar koleksi buku di perpustakaan, dan standar nasional perpustakaan,” tutur Suharyanto, SSos, MHum.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















