Suarindonesia – Kasus pembunuhan di Rantauan Timur I RT 15 Banjarmasin Selatan, direkaulang oleh penyidik dari Polsekta Banjarmasin Selatan, Kamis (14/3).
Pelaku, Rizky Supiani alias Sincan (30), dan dirinya pemberagakan atas kasusnya berlangsung di halaman Mapolsekta Jalan Tembus Mantuil.

Diketahui, pelaku warga Jalan Rantauan Timur I RT 15 Banjarmasin Selatan, melakukan pembunuhan terhadap korban Gusti Vina Pratiwi alias Vina (27), dalam peristiwa Rabu malam (30-1-2018) silam, sekitar pukul 22.30 WITA.
Saat rekaulang, pelaku tanpa dihadiri pihak keluarga, hanya pengacaranya Lembaga Kosultan Bantuan Hukum (LKBH) Banjarmasin.
Pelaksanaan rekaulang dipimpin Kapolsekta Banjarmasin Selatan Utara, Kompol H Najamuddin Bustari melalui Kanit Reskrim Ipda Rifandy Purnayangkara Putra STrk.
Untuk adegan Korban diganti warga sekitar dan tergambar dimana pelaku dalam adegan itu ada sebanyak 26.
Dalam peragaan, kalau pasangan suami istri menjadi korban kebrutalan pelaku Rizky Supiani alias Sinchan, pelaku secara membabi buta menebaskan Samurai di tangannya kepada korban hingga salah satunya meregang nyawa dengan sejumlah luka di tubuhnya.
Peristiwa sadis itu seperti yang terekam dalam adegan ke 7, saat korban Gusti Vina Pratiwi tiba-tiba diserang oleh pelaku Sinchan.
Dua sabetan samurai mengenai wajah korban dan berteriak. Mendengar teriakan Vina, sang suami Rahmani alias Gondrong yang berada di loteng rumah turun ingin menolong Vina.
Namun nahas, pelaku yang sudah tersulut emosi kemudian menyabetkan samurai itu lahi mengenai pergelangan tangan Rahmani. Kejadian itu persis diperagakan mulai dari adegan 8-10.
Rahmani sempat melarikan diri dari kejaran Sinchan melalui samping rumahnya.
Kejaran Sinchan terhenti usai saksi Suryadi berusaha melerai dan memeluk erat tubuhnya.
Pelaku Sinchan yang marah usai mengetahui Rahmani berhasil kabur, kemudian kembali masuk ke dalam rumah.
Pada adegan ke 18, di sana ia menemukan Vina, tanpa berpikir panjang, Sinchan langsung menghujamkan samurai ke dada hingga jari tangannya terputus.
Bahkan dengan sadisnya, pada adegan ke 19, Sinchan yang melihat korban Vina jatuh tertelungkup, kemudian menancapkan samurainya berkali kali ke punggung Vina hingga tak bernyawa di lokasi kejadian.
Setelah membacok, pelaku meninggalkan korban, selanjutnya korban yang sudah berismbah darah dibawa ke Rumah Sakit Ulin Banjarmasin, namun sayang tak sudah tak bernyawa saat di lokasi kejadian.

Dari keterangan Kanit Reskrim Ipda Rifandy Purnayangkara Putra STrk, motif Sinchan habisinya nyawa Vina, karena dibakar rasa dendam usai mengetahui kedua korban acap kali menggoda istri Sinchan untuk dugem atau naik ke tempat hiburan.
“Pelaku marah karena istrinya sering diajak korban dugem ke salah satu tempat hiburan malam,” pungkasnya.
Dari pemberitaan sebelumnya, pelaku yang seminggu kejadian ini sempat bertengkar hingga akhirnya menjadi korban pemukulan yang dilakukan Ramani.
Tapi dilakukan perdamaian dengan cara membuat surat perjanjian antara kedua belah pihak.
Pemicu dari petengkaran antara korban dengan pelaku hanya soal sakit hati dengan para korban in, dikarenakan pelaku tak terima bahwa istrinya bernama Lisna diduga sering ke tempat hiburan malam. (DO)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















