SuarIndonesia — Pemprov Kalimantan Utara menyebutkan kolaborasi pihaknya dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kaltara mampu mengendalikan tingkat inflasi di wilayahnya.
Dikutip dari AntaraNews, Staf Ahli Bidang Hukum, Kebangsaan, dan Pemerintahan Setprov Kaltara Roby Yuridi Hatman di Tanjung Selor, Kaltara, Jumat (21/6/2024), mengatakan kolaborasi yang dilakukan antara lain melalui penanaman cabai dan pengawasan pasokan dan stabilitas harga pasar.
“Sejauh ini kolaborasi Pemprov dan BI sangat baik, hasilnya inflasi Kaltara tetap terjaga dan terkendali,” katanya.
Roby menjelaskan, upaya pengendalian inflasi di Kaltara menunjukkan hasil positif.
Pada Mei 2024, inflasi Kaltara tercatat 0,11 persen (bulanan) atau 2,42 persen (tahunan), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,84 persen (tahunan).
Pencapaian tersebut tak lepas dari sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kaltara dalam menjalankan program pengendalian inflasi di seluruh wilayah.
Antara lain, kerja sama antar daerah (KAD) untuk menjaga ketahanan pangan, operasi pasar di berbagai kabupaten/kota, hingga kolaborasi pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Adapun pada Kamis (20/6/2024), Pemprov Kaltara bersama BI Perwakilan Provinsi Kaltara, dan Pemkab Bulungan melaksanakan kegiatan panen cabai di Desa Salimbatu, Kecamatan. Tanjung Palas Tengah.
Kepala BI Provinsi Kaltara Wahyu Indra Sukma mengatakan, panen dan tanam cabai ini menandakan ketersediaan pasokan cabai di Kaltara cukup. Selain itu, gerakan menanam cabai bersama di Kaltara sudah membuahkan hasil.
“Maka kami optimistis, inflasi Kaltara akan terus stabil dan cabai salah satu komoditas yang sering mempengaruhi inflasi,” ujar dia.
Ia optimistis, sinergi dalam mendukung ketahanan pangan dan pengendalian inflasi di Kaltara, mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. [*/UT]
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















