SuarIndonesia – Sebanyak 23 warga negara asing (WNA) asal Pakistan yang selama ini mengarantina mandiri di Pondok Pesantren Al Ihsan, Jalan Seberang Mesjid, menolak mengikuti rapid test, Senin (18/5) pagi.
Namun usaha kabur berhasil digagalkan petugas. Dan sejumlah 23 WN asal Timur Tengah itu akhirnya mau menjalani rapid test.
Setelah dilakukan rapid test oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarmasin, 9 di antaranya reaktif Covid-19.
Bahkan kesembilan orang itu langsung dijemput oleh tim dari gugus tugas untuk dikirim ke rumah karantina Ambulung Banjarbaru.
“Iya ada yang dibawa ke rumah karantina Ambulung karena hasil rapid test ya reaktif,” ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Banjarmasin DR Machli Riyadi
Rapid test pagi tadi adalah tindak lanjut dari pemeriksaan tes cepat terkait Covid-19 sebelumnya di Pasar Lama, Sabtu kemarin (16/5).

Bedanya tadi pagi langsung dilakukan pemeriksaan swab dan diharapkan hasilnya diketahui akan keluar secepatnya.
“Sehubungan hasil tesnya ada yang reaktif, kan kemarin jadi kita lakukan kembali pemeriksaan rapid test dan swab,” ujarnya.
Dikatakan, menang ada penolakan dari para jemaah asal Pakistan dan warga sekitar Pondok Pesantren Al Ihsan untuk di-rapid test ulang.
Selanjutnya penolakan datang mengingat para jemaah tersebut ada hendak kembali ke negara asalnya. Bahkan ada yang mencoba kabur.
Akhirnya, Machli pun meminta bantuan aparat dari Polda Kalsel dan Polresta Banjarmasin.
“Rapid test ulang ini untuk kepentingan mereka juga sebenarnya. Alhamdulillah lancar karena ada bantuan dari pihak Polri,” pungkasnya.
Machli juga tak mengetahui izin visa WN Pakistan itu karena dirinya tak mengetahui alasan kunjungan mereka.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















