WN Perancis Cabuli 305 Anak, Pimpinan Komisi III DPR RI Minta Hukuman Seberatnya dan Rehabilitasi Korban

WN Perancis Cabuli 305 Anak, Pimpinan Komisi III DPR RI Minta Hukuman Seberatnya dan Rehabilitasi Korban

SuarIndonesia — Pimpinan Komisi III DPR RI mengutuk keras perbuatan Warga Negara (WN) Perancis Francois Abello Camille alias FAC (65) melakukan pencabulan pada 305 anak, dan mengidentifikasi serta memulihkan atau merehabilitasi korban.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh menjawab pertanyaan SuarIndonesia, Jumat (10/07/2020) malam, meminta tersangka dihukum seberat-beratnya.

“Kenakan predator seks ini dengan hukuman mati dan dikebiri kimia,” tandas Pangeran seraya menyitir pernyataan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana salah satu pasal dari lima pasal yang dipersangkakan kepada tersangka FAC, yakni Pasal 81 ayat (5) Jo 76D UU RI No.1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI. No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dalam pasal ini, FAC terancam dengan pidana penjara mati, seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun dan dapat dikenai tindakan kebiri kimia.

Legislator PAN asal Kalsel ini juga meminta semua korban yang masih di bawah umur bisa diidentifikasi secepatnya. “Para korban harus semua diidentifikasi, tidak hanya sebagian. Barangkali ada yang belum teridentifikasi diluar 305 korban itu dan karena mungkin sudah lama tersangka melakukan perbuatan keji ini,” tegas Pangeran.

Selain itu, lanjut mantan Bupati Banjar dua periode ini, harus segera dilakukan pemulihan atau rehabilitasi para korban untuk mengurangi dan menghilang trauma serta merasa rendah diri mereka di masa depan.

Seperti diketahui, warga asal Perancis ini ditangkap polisi usai terbukti melakukan persetubuhan dengan 305 anak. Polisi menyebut FAC mengaku sebagai fotografer dan merayu korban untuk dijadikan fotomodelnya.

Terhadap para korban, FAC mengiming-imingi imbalan sebesar Rp250 ribu hingga Rp1 juta. Dan, FAC tak segan melakukan penyiksaan terhadap korban yang menolak untuk disetubuhi.

Dalam perkara ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi penangkapan. Beberapa barang bukti yang diamankan di antaranya; 21 kostum yang dipakai korban untuk pemotretan dan pembuatan video cabul, enam kamera, satu laptop, enam memory card, 20 kondom, dan dua alat bantu seks atau vibrator.(RA)

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh

 496 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: