Warung Pakai Gas Elpiji 3 Kg Dirazia

Warung Pakai Gas Elpiji 3 Kg Dirazia
Gas elpiji 3kg.(foto: Net/suarindonesia.com

Suarindonesia – Pemerintah Kota Banjarmasin bersama PT. Pertamina Sales Area Banjarmasin melakukan inspeksi dadakan (sidak) atau razia ke beberapa warung dan rumah makan yang ada di Kawasan Pekauman dan Jalan KS Tubun Kecamatan Banjarmasin Tengah, Selasa (25/9/2018) siang.

Hasilnya pun telah pihaknya masih menemukan warung makan yang seharusnya menggunakan gas non subsidi kedapatan masih menggunakan gas elpiji berukuran tiga kilogram tersebut. Tak tanggung-tanggung, tabung gas tiga kilogram yang ditemukan sebanyak 12 tabung di sebuah Depot Bakso Budi.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh suarindonesia.com, Omset per hari yang diperoleh oleh depot Bakso Budi mencapai Rp3,5 juta per hari. Padahal, keuntungan yang diperbolehkan menggunakan tabung gas tiga kilogram di bawah Rp1 juta per hari.

Salah seorang karyawan Depot Bakso Budi, Agung mengaku ihwal mengonsumsi tabung gas tiga kilogram tersebut sebanyak tiga tabung perhari. Bahkan, pihaknya pun menggunakan tabung gas tiga kilogram tersebut sejak dua tahun silam. Apabila dihitung pemakaian per bulan, maka jumlah keseluruhan mencapai 90 tabung untuk satu depot.

Padahal, kelangkaan tabung elpiji tiga kilogram dalam beberapa kurun waktu lalu sempat terjadi kelangkaan di Banjarmasin. Bahkan, harga eceran tabung tiga kilogram tertinggi yang harusnya Rp17.500 per tabung sempat mencapai Rp45 ribu per tabung.

Kepala Bagian Ekonomi Sedako Banjarmasin, Lily Dwiyanti mengatakan bahwa sidak akan dilakukan lagi untuk meninjau ulang pelaku usaha yang sudah menukar gas tiga kilogram dengan gas non subsidi.

Ia sangat menyayangkan dengan ditemukan gas elpiji sebanyak ini. Pihaknya pun memberi tenggat waktu kepada pengelola depot untuk menganti suka rela tabung gas subsidi dengan gas non subsidi.

“Nanti kami akan periksa lagi,” tutupnya (BY)

 317 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: