WAMEN LHK: Populasi Orangutan di Taman Nasional Sebangau Meningkat

- Penulis

Kamis, 20 Juni 2024 - 21:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Alue Dohong memukul gong usai pembukaan Seminar Nasional tentang Populasi Orangutan Liar di Taman Nasional Sebangau yang digelar di Universitas Palangka Raya (UPR), Kamis (20/6/2024). [ANTARA/HO-YBNI]

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Alue Dohong memukul gong usai pembukaan Seminar Nasional tentang Populasi Orangutan Liar di Taman Nasional Sebangau yang digelar di Universitas Palangka Raya (UPR), Kamis (20/6/2024). [ANTARA/HO-YBNI]

SuarIndonesia — Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong mengatakan populasi orangutan di Taman Nasional Sebangau (TNS), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami peningkatan.

“Data analisis kelangsungan hidup populasi dan habitat atau PHVA pada 2016, populasi orangutan di TNS diperkirakan ada 6.080 individu dan saat ini diperkirakan antara 8.772 hingga 8.973 orangutan,” kata Wamen LHK Alue Dohong di Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (20/6/2024).

Menurut dia, kenaikan populasi orangutan di kawasan taman nasional seluas 543,871 hektare lebih itu menjadi indikator positif bahwa kondisi alam dan ekosistemnya TNS semakin membaik.

“Kenaikan jumlah populasi orangutan itu juga mengindikasikan bahwa kondisi alam di Taman Nasional Sebangau menjadi tempat yang baik untuk berkembang biak orangutan,” katanya dikutip dari AntaraNews.

Dia mengatakan orangutan memiliki peran penting sebagai agen penyebar benih hutan. Makanan mamalia ini hampir 73 buah merupakan buah berbiji dari pohon hutan.

Alue menerangkan dari apa yang dimakan, kotorannya akan tersebar seiring perjalanan yang dilakukan. Kemudian biji yang turut dikeluarkan tumbuh kembali menjadi pohon.

“Kemudian orangutan ini juga berperan dalam menjaga kesehatan ekosistem hutan serta juga menjadi pelindung bagi spesies lain yang hidupnya bergantung pada ekosistem hutan,” kata Wamen LHK itu.

Baca Juga :   KPU KALTENG Perkuat Peran Media Massa untuk Wujudkan Pilkada Damai

Pernyataan itu diungkapkan Alue Dohong di sela acara Seminar Nasional tentang Populasi Orangutan Liar di Taman Nasional Sebangau yang digelar di Universitas Palangka Raya (UPR).

Acara yang merupakan kerja sama Balai Taman Nasional Sebangau (BTNS) dan Yayasan Borneo Nature Indonesia (YBNI) serta pihak terkait lain tersebut merupakan rangkaian acara Sebangau’s Biodiversity Fest.

Acara itu digelar selama dua hari yang dimeriahkan juga dengan agenda pameran foto, diskusi ilmiah, dan kuliah umum.

Kepala BTNS Ruswanto mengatakan secara bertahap pihaknya berhasil memulihkan ekosistem di kawasan taman nasional, dengan berbagai upaya antara lain penanaman kembali serta membuat dan memperbaiki sekat kanal.

Kawasan Taman Nasional Sebangau ini masuk pada tiga wilayah di Kalteng yakni Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Pulang Pisau.

”Selama ini kebakaran hutan dan perburuan orangutan menjadi ancaman. Tapi bisa dibilang karhutla itu yang paling mengancam saat ini,” kata Ruswanto.

Pihaknya pun akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak dalam upaya menjaga ekosistem di kawasan Taman Nasional Sebangau, termasuk juga dalam upaya pemetaan kondisi alam di dalamnya. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TIGA PELAKU Pembantaian Ditangkap di Perbatasan Kalteng-Kaltim
KALTENG-KALSEL Bersinergi Pacu Pembangunan Regional dan Nasional
FAIRID: Tak Ada Pemberhentian PPPK
TAK BER-AMDAL Belasan Perusahaan Tambang di Kalsel, Picu Reaksi Keras Pansus III DPRD Cabut Izin Usaha
MASYARAKAT Kalteng Diminta Waspadai Potensi Hujan Lebat
RIBUAN ALUMNI Angkatan 1979-2022 Bersatu dalam Pertemuan IKA FISIP ULM
KASUS SAMIN TAN: Kejagung Sita Bangunan, Batu Bara hingga Alat Berat dari Perusahaan Terafiliasi
TIM SAR Temukan Dua Korban Jatuh dari Kapal di Sungai Barito

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 22:47

TECO, Pelatih Barito Putera : Tahan Imbang Persela, Masih Punya Satu Laga

Sabtu, 25 April 2026 - 22:37

GOL PENALTI Drama “Injury Time” Barito Putra Vs Persela

Sabtu, 25 April 2026 - 19:50

PENJARINGAN Calon Ketua KONI Kalsel, Dinilai H Bambang Kepemimpinan Depan Orang-orang Tangguh

Sabtu, 25 April 2026 - 18:04

PRIA MISTERIUS Tergeletak Tak Bernyawa di Emper Pertokoan Pasar Pagi Banjarmasin

Jumat, 24 April 2026 - 19:52

150 JUTA Barel Minyak Rusia Diimpor Bertahap Hingga Akhir 2026

Jumat, 24 April 2026 - 19:26

KINERJA POSITIF BTN-BSN Banjarmasin, Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat Tercermin Pertumbuhan DPK dan Sektor Perumahan

Jumat, 24 April 2026 - 18:34

KAKEK TUKANG PIJAT Ditemukan Tak Bernyawa di Bawah Pohon dengan Wajah Berlumur Darah

Jumat, 24 April 2026 - 14:14

KALSEL WASPADA ! Tercatat Secara Nasional 3.609 Titik Panas, Kementerian LH Bentuk Satgas Pencegahan Karhutla

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca