Suarindonesia – Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina memastikan bahwa kegiatan Nanang Galuh (NaGa) Banjar pada 2019 ini memang tak dilaksanakan, karena dari laporan fadisnya bahwa pewadahan Naga Banjarnya sepakat untuk menyelegarakan event dua tahunan.
“Mulai 2019 memang diubah event dua tahun sekali bukan tahunan. Hal ini juga sekaligus memberikan kesempatan pada Naga Banjar untuk lebih lama mengabdikan dirinya pada Disnas Pariwsata dalam mempromosikan wisata,’’ ucap Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina kepada awak media, usai melepas Haji di Masjid Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Selasa (02/07/2019).
Ibnu juga membenarkan perubahan atau penjarangan event Naga Banjar ini sudah disepakati, termasuk para Naga Banjar. Dengan begitu tak ada masalah, hanya memang belum disosialisasikan sehingga banyak warga yang belum tahu. Karena biasanya bulan-bulan begini sudah dilakukan audisi pencarian bakat muda-mudi Banjar yang digelar setahun sekali.
Dipaparkan Walikota, penjarangan ini bukan tahun ini saja, tetapi tahun-tahun sebelumnya juga pernah dilakukan. “Perhelatan audisi guna melestarikan budaya Banjar jika rekrutmen ikon muda-mudi Banjar guna promosi budaya dan pariwisata dilakukan tiap dua tahun sekali,’’ katanya.
Khusus anggaran pemilihan NaGa Banjar terlalu besar. Jadi kita alihkan saja dalam APBD Perubahan 2019.
“Pelaksanaan nanti pada 2020 sehingga kegiatannya akan dilaksanakan dengan tempo yang waktu yang panjang supaya persiapan matang dan lebih meriah,” terang Walikota Ibnu Sina.
Pertimbangan lainnya, ungkap Ibnu, supaya para Naga Banjar lebih optimal mempromosikan budaya maupun pariwisata daerah. Sebab masa efektif mereka mempromosikan keunggulan daerah hanya berlaku 8-9 bulan saja, sejak mereka terpilih.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarmasin, Drs H Ikhsan Alhaq mengakui bahwa jebolan NaGa Banjar untuk satu tahun sekali tidak maksimal dari perekrutan hingga pembinaan, karena waktu yang sangat mepet.
“Bayangkan saja, untuk perekrutan saja membutuhkan waktu tiga bulan sampai pengumuman terpilihnya,” jelas dia.
Menurutnya jika perekrutan NaGa Banjar selama dua tahun sekali, maka persiapan mencari bibit-bibit penunjang perekonomian daerah juga bakal lebih maksimal. Sebab Pemko Banjarmasin menargetkan kunjungan 1 juta wisatawan pada tahun ini.
Bahkan anggaran, sambungnya yang sudah tersedia untuk Nanang-Galuh akan digeser untuk kegiatan Pemko.lainnya. “Seperti kegiatan Pemko di luar daerah, contohnya kegiatan Apeksi. Jadi kita alihkan ke agenda lain yang mana untuk mendukung promosi pariwisata,” ungkap mantan Kepala BP2TPM Banjarmasin ini.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















