SuarIndonesia — Badan Narkotika Nasional (BNN) RI terus memperketat pengawasan jalur masuk yang berpotensi digunakan untuk penyelundupan narkotika ke Indonesia serta memperkuat kerja sama lintas instansi dan internasional guna menekan peredaran gelap narkotika.
Pelaksana tugas Deputi Pemberantasan BNN RI Brigadir Jenderal Polisi Adri Irniadi mengatakan langkah strategis itu krusial mengingat jaringan sindikat internasional masih kerap memanfaatkan jalur perairan untuk menyelundupkan barang haram ke tanah air.
“Selat Malaka menjadi salah satu wilayah perairan yang kerap menjadi jalur favorit bagi para penyelundup narkotika terutama jaringan yang berasal dari kawasan golden triangle (segitiga emas) di Asia Tenggara,” tutur Adri dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Ia mengatakan posisi geografis perairan tersebut yang strategis, tingginya permintaan, serta besarnya nilai jual narkotika di Indonesia menjadi faktor utama yang mendorong para pelaku melancarkan aksinya.
Selain ancaman penyelundupan dari luar negeri, BNN juga mewaspadai ancaman dari dalam negeri, termasuk pengolahan sabu cair menjadi sabu kristal (crystal methamphetamine).
Baru-baru ini, BNN mengungkap keberadaan laboratorium gelap ilegal (clandestine laboratory) di wilayah Aceh dengan menyita sekitar 1,2 ton bahan baku sabu cair (liquid methamphetamine) yang siap diproses lebih lanjut.
Menurut Adri, pengungkapan besar tersebut merupakan buah dari investigasi mendalam serta pertukaran informasi intelijen dengan instansi terkait dan mitra penegak hukum mancanegara.
Ia menegaskan komitmen pemberantasan narkotika dilakukan secara komprehensif sehingga tidak hanya fokus memblokir pintu masuk perbatasan, tetapi juga aktif mendeteksi dan mengantisipasi potensi produksi domestik.
Ia pun turut menyampaikan atensi Kepala BNN RI sekaligus Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kepada seluruh jajaran untuk senantiasa tetap semangat serta meningkatkan kerja sama dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait dalam memberantas penyelundupan dan peredaran gelap narkotika, baik yang berasal dari luar negeri maupun yang diproduksi di dalam negeri.
Hal tersebut dinilai sebagai upaya melindungi masyarakat dan menyelamatkan generasi penerus bangsa dari ancaman bahaya narkotika.

Polri-NNCC Tiongkok perkuat kolaborasi ungkap jaringan narkotika cair
Sementara itu, dilansir dari Antara, Polri bersama National Narcotics Control Commission (NNCC) atau Komisi Nasional Pengendali Narkotika Tiongkok memperkuat kolaborasi dalam upaya mengungkap jaringan penyelundup narkotika cair lintas negara.
Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/10/2026), mengatakan Polri bersama NNCC telah menjalin kerja sama pemberantasan narkotika dan berhasil mengungkap kasus laboratorium narkoba (clandestine lab) di Kabupaten Pidie, Aceh.
Laboratorium tersebut memproduksi sabu cair menjadi sabu kristal. Dari pengungkapan kasus, total terdapat 11 orang yang diamankan di mana 10 orang, di antaranya telah ditetapkan tersangka, serta menyita barang bukti 1,2 ton sabu.
Ia mengatakan kolaborasi yang terjalin akan terus ditingkatkan untuk menjaga Indonesia dan negara-negara lain dari ancaman narkoba.
“Kami, pemerintah Indonesia, Polri dalam hal ini, menyampaikan bahwa kita sangat serius untuk melakukan upaya pemberantasan narkotika di Indonesia. Dan kami juga akan senantiasa mendukung pemerintah Tiongkok dalam rangka mengungkap jaringan besarnya,” katanya.
Terkait perkembangan kasus laboratorium narkoba di Aceh, Kapolri mengatakan bahwa saat ini penyidik tengah memburu pihak pemodal.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal NNCC Tiongkok Lan Weihong menjelaskan mulanya pada tahun 2025, pihaknya menemukan petunjuk penting terkait jaringan penyelundupan narkotika cair di daerah Myanmar, Thailand, dan Laos.
“Dengan penyelidikan selama satu tahun yang intensif, memang kami sudah mengetahui kondisi kelompok kejahatan ini sudah mengirimkan narkotika cair dari daerah Myanmar, Thailand, Laos. Sudah beberapa kali melakukan penyelundupan dan pengiriman ke Indonesia,” katanya. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















