WALIKOTA Jamin Tak Ada Lagi Kapal Luar Sandar di Trisakti

- Penulis

Minggu, 15 Maret 2020 - 22:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Kapal pesiar berbendera Australia sandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada Sabtu, (14/3/2020). Kapal ini mengangkat para wisatawan sebanyak 50 orang, dan 36 anak buah kapal (ABK).

Informasi sempat beredar bahwa kapal itu sempat ditolak sandar di Pelabuhan Semayang, Samarinda Kalimantan Timur. Namun, di Banjarmasin kapal itu malah diperbolehkan masuk.

Kabar itu pun sempat menjadi kontroversial, lantaran saat ini Indonesia sedang darurat wabah virus Corona (Covid -19). Bahkan, Presiden Joko Widodo meminta setiap daerah untuk memperketat pengawasan.

Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina pun memastikan bahwa kapal itu merupakan kapal asing terkahir yang sandar di Pelabuhan Trisakti.

“Kami ingin pastikan, setalah ini tidak ada dlagi kapal pesiar sandar di Banjarmasin sampai kondisi darurat ini dicabut pemerintah pusat,” tegas Ibnu di kediaman, Minggu (15/3/2020).

Ia juga ingin memastikan bahwa sejak kemarin, Pelindo III dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk tak lagi memberi izin kapal luar untuk masuk sementara waktu.

“Sejak hari ini kami ingin pastikan dengan Pelindo, dengan KSOP, untuk tak lagi memberikan izin kapal dari luar. Apalagi kapal pesiar yang ingin berwisata, atau sekadar mampir di Banjarmasin,” tegasnya lagi.

Lantas dengan pernyataan ini apakah Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin kecolongan dengan membiarkan kapal itu sandar? Ibnu pun meyakini bahwa kapal itu mengangkut penumpang yang bebas dari suspect corona.

Sebab, setelah dilakukan pemeriksaan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas II Banjarmasin, semua penumpang dan ABK kapal pesiar itu dinyatakan sehat.

“Ada pemeriksaan, dan sebelumnya ada informasi dari Makassar semua dalam keadaan sehat,” kata Ibnu.

Ia pun mempertanyakan terkait adanya kabar bahwa kapal itu sebelumnya sempat ditolak oleh Pemerintah Kota Samarinda. Dari informasi yang ia dapat, bahwa kapal itu sebelumnya tak ada jadwal untuk singgah ke sana.

Baca Juga :   SALAH SATU Siswa SMK di Banjarmasin Dikeroyok

“Dalam rute mereka tak ada tujuan ke Samarinda. Jadi saya mempertanyakan juga dari mana istilah Samarinda menolak itu. Atau kapal yang lain mungkin?” tanyanya.

Ibnu membeberkan, bahwa kapal itu berangkat dari Kota Darwin, Australia pada 27 Februari lalu dengan tujuan Makassar. Di Makassar kapal itu sempat sandar hampir 10 hari. Dan oleh Pemerintah Daerah Makassar para penumpang di kapal itu juga dinyatakan sehat.

Hal inilah yang menjadi dasar kapal itu diperbolehkan sandar di Trisakti Karena selain setelah dinyatakan sehat dari KKP mereka juga dinyatakan sehat oleh Pemerintah Kota Makassar.

“Bahwa Kondisi mereka sehat, dan 14 hari sudah di perairan Indonesia,” katanya.

Selain itu, para penumpang hanya dipersilakan turun sampai dermaga saja dan tak diperkenankan keluar. “Mereka sadar bahwa berwisata di waktu yang tak tepat. Tetapi kita juga menerapkan standar untuk antisipasi,” jelas Ibnu.

Kendati demikian, para penumpang itu sempat berwisata ke Pasar Terapung Lok Baintan Kabupaten Banjar. Namun, Ibnu memastikan mereka tak ada mampir di Banjarmasin. “Tadi subuh, mereka menuju Lok Baintan, tak mampir di Siring hanya lewat saja,” imbuhnya.

Setalah berwisata, kapal pesiar itu pun berangkat meninggalkan Banjarmasin untuk menuju Bali. “Rencana ke Kumai (Kalimantan Tengah) dibatalkan. Mereka langsung ke Bali dan naik pesawat pulang. Rencana perjalanan yang tersisa setengah bulan dibatalkan,” jelasnya.

Ibnu pun berharap, bahwa kedatangan wisatawan aising tersebut tak memberikan dampak buruk. “Dan mohon doanya tak ada terjadi hal-hal yang tak diinginkan karena kita juga sudah menerapkan standar kesehanan,” pungkas Ibnu. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SEORANG ABK Cemara Nusantara 6 Hilang di Sungai Barito, Operasi SAR Besar-besaran di Kawasan Pelabuhan Trisakti
TIGA WNI Ditangkap di Makkah Kasus Penipuan Layanan Haji, Ditindaklanjuti Polri
TANAMAN JAGUNG di Lahan Sekitar 18 Hektare Dipantau Polsek Jajaran Polresta Banjarmasin Perkembangannya
SEORANG PRIA Tergeletak Tak Bernyawa di Kawasan Komplek DPR Banjarmasin, Begini Awalnya
USAI SEKOLAH Seorang Remaja Perempuan Dilaporkan Hilang dan Ditemukan Polisi
INSIDEN BUS Jemaah di Madinah: Kemenhaj Pastikan Penanganan Korban
PERJUANGAN PERSIT Kartika Chandra Kirana Merawat Budaya Banjar, “Tajam seperti Todak, Teguh seperti Budaya”
AKSI SOLIDARITAS dan Seruan Hapus Outsourcing, Warnai May Day di Mapolresta Banjarmasin

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 22:25

TIGA WNI Ditangkap di Makkah Kasus Penipuan Layanan Haji, Ditindaklanjuti Polri

Kamis, 30 April 2026 - 00:05

PRESIDEN Prabowo Ultimatum Pejabat-Ilmuwan tak Patriotik untuk Mundur

Rabu, 29 April 2026 - 23:58

INSIDEN BUS Jemaah di Madinah: Kemenhaj Pastikan Penanganan Korban

Rabu, 29 April 2026 - 17:27

PERJUANGAN PERSIT Kartika Chandra Kirana Merawat Budaya Banjar, “Tajam seperti Todak, Teguh seperti Budaya”

Rabu, 29 April 2026 - 16:53

KOMISI III DPRD Kalsel Studi Tiru ke Masjid Al Jabbar

Selasa, 28 April 2026 - 23:57

KPU PALANGKA RAYA Digeledah Terkait Dana Hibah Pilkada 2023-2024

Selasa, 28 April 2026 - 23:34

KECELAKAAN KRL BEKASI TIMUR: 10 Jenazah Korban Teridentifikasi

Selasa, 28 April 2026 - 23:02

KPK Paparkan Modus-modus Korupsi di Daerah

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca