WALHI Kalteng: Dorong Pemerintah Percepat Mitigasi Daerah Rawan Banjir

- Penulis

Senin, 25 Agustus 2025 - 01:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir di Kapuas, Kalteng. (Foto: Istimewa/Dok BPBD Kapuas)

Banjir di Kapuas, Kalteng. (Foto: Istimewa/Dok BPBD Kapuas)

SuarIndonesia — Wahana Lingkungan Hidup Kalimantan Tengah (Walhi Kalteng) mendorong pemerintah untuk mempercepat upaya mitigasi pada daerah-daerah yang rawan mengalami kebanjiran di Kalteng. Upaya ini diperlukan sebagai penanganan lebih lanjut serta tanggapan atas peristiwa banjir yang melanda di tiga kabupaten pada Rabu (20/8) lalu.

Peristiwa banjir tersebut telah melanda Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Kapuas, dan Kabupaten Gunung Mas. Curah hujan yang tinggi serta luapan sungai menjadi penyebab terjadinya banjir di wilayah tersebut.

Manajer Advokasi, Kampanye, dan Kajian Walhi Kalteng Janang Firman Palanungkai menjelaskan bahwa salah satu hal yang harus menjadi perhatian adalah kondisi sungai pada wilayah tersebut. Diduga sungai yang mulai dangkal membuat air meluap ketika curah hujan tinggi.

“Di tengah kondisi sungai, juga bisa diduga mulai mengalami pendangkalan,” tutur Janang, Sabtu (23/8/2025) melansir detikNews.

Selain itu, Janang juga memaparkan bahwa hasil pantauan timnya di lapangan, kondisi tutupan lahan secara umum mulai menipis di Kalteng. Selain itu, resapan air juga semakin menurun. Hal tersebut mengakibatkan beberapa wilayah rawan mengalami kebanjiran.

“Kami juga melihat gejala utama mengapa banjir begitu besar disana karena memang secara kondisi tutupan lahan sudah mulai menipis. Sehingga kondisi ini yang kemudian semakin memperparah banjir yang terjadi,” imbuhnya.

Janang menerangkan bahwa banjir yang melanda tiga kabupaten secara umum merupakan wilayah hulu. Ia menilai wilayah-wilayah yang berada di hulu sungai seharusnya minim risiko banjir.

Baca Juga :   BELASAN Rumah Hanyut Diterjang Banjir Bandang

“Apalagi kalau kita ketahui bahwa wilayah yang terkena banjir ini merupakan bagian hulu. Seharusnya sangat minim resiko terjadinya banjir. Dan sekarang makin menyasar ke daerah hulu. Kerentanan bagi perkampungan di wilayah hilir menjadi cukup signifikan ke depan,” ujarnya.

Janang mendorong pemerintah agar segera melakukan analisis lebih lanjut untuk melihat potensi bencana. Yakni melalui perhatian lebih terhadap kondisi tutupan lahan dan aliran sungai di wilayah yang sering mengalami banjir.

“Dengan kondisi begini sudah seharusnya pemerintah daerah kabupaten dan provinsi untuk bisa melakukan analisis deteksi potensi bencana dengan melihat kondisi tutupan lahan dan kondisi daerah aliran sungai,” kata Janang.

Berdasarkan laporan dari BPBD di Kabupaten Murung Raya, diketahui banjir melanda 7 kecamatan. Banjir di daerah tersebut berhubungan erat dengan kondisi curah hujan dan luapan Sungai Barito.

Kemudian di Kabupaten Kapuas, banjir telah melanda 5 desa. Satu desa diantaranya menjadi wilayah yang rawan mengalami banjir. Banjir didaerah tersebut sudah berulangkali terjadi selama tahun 2025. Luapan sungai DAS Mandaun (anak-anak Sungai Kapuas) menjadi penyebab terjadinya banjir saat curah hujan tinggi. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

4 TITIK PANAS Muncul, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla Meningkat
SENDI RAMADAN, Pembakar Mantan Istri Jalani Pemeriksaan Intensif
LIMA ORANGUTAN Dilepasliarkan ke Hutan Kalimantan
PERTAMINA KALSEL Sanksi Tutup Operasional SPBU “Nakal” Jalan Pramuka, dari Awal Tahun Dilayangkan 15 Surat Peringatan di Lokasi Lain
DIPERMASALAHKAN PROGRAM MBG dan Kenaikan BBM, di Kalsel Massa Kecam Kebijakan Disuarakan di DPRD
JEMAAH HAJI Kloter 08 Kalsel-Kalteng Tiba
POTENSI Karhutla dan Atasi Distribusi BBM, Ini Langkah Telah Dilakukan Polda Kalsel
KALSEL WASPADA, Telah Muncul Ribuan Titik Panas

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:10

ROY SURYO-TIFA Segera Dipindahkan ke Rutan Polda Metro Jaya

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:41

4 TITIK PANAS Muncul, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla Meningkat

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:17

TERBONGKAR “Bendahara” Frans Antony, Ratusan Kali Transfer Uang Miliaran Rupiah ke Gembong Fredy Pratama

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:23

LIMA ORANGUTAN Dilepasliarkan ke Hutan Kalimantan

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:06

PENANGKAPAN Roy Suryo dan dr Tifa karena Berkasnya P-21

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:10

KASUS MBG: Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Jadi Tersangka

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:18

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:04

KASUS MBG, KPK: Sementara tidak Dilanjutkan Penyelidikan

Berita Terbaru

Kedatangan jamaah haji Kloter 12 asal Hulu Sungai Selatan di asrama haji Debarkasi Banjarmasin di Kota Banjarbaru, Minggu (21/6/2026). (Foto: PPIH Debarkasi Banjarmasin)

HSS

JEMAAH HAJI Kloter 12 Debarkasi Banjarmasin Tiba

Minggu, 21 Jun 2026 - 23:00

Bekantan. (Foto: detikcom/Pradita Utama)

Kalsel

BEKANTAN Pulau Curiak Lahirkan Anak Kembar

Minggu, 21 Jun 2026 - 22:54

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca