WAKET KOMISI III DPR Pangeran Khairul Saleh Minta: “Kabareskrim Buka-bukaan Terkait Kebakaran Gedung Kejagung”

WAKET KOMISI III DPR Pangeran Khairul Saleh Minta: “Kabareskrim Buka-bukaan Terkait Kebakaran Gedung Kejagung”
Wakil Ketua Komisi III DPR-RI Pangeran Khairul Saleh.(Foto/Dok.SuarIndonesia)

SuarIndonesia – Wakil Ketua Komisi III DPR-RI Pangeran Khairul Saleh meminta Kabareskrim Polri membuka ke publik soal kasus kebakaran ini, siapa dalangnya, apa motifnya dan apakah insiden tersebut berkaitan dengan barang bukti dari sejumlah kasus yang sedang ditangani dan menjadi bahan pembicaraan masyarakat.

“Saya meminta pihak Kabareskrim untuk buka-bukaan terkait kebakaran tersebut. Siapa tersangkanya dan apa motifnya, apakah terkait dengan barang bukti terhadap kasus-kasus yang sedang hangat di masyarakat. Kalau nggak salah, ada info kantor Pinangki (tersangka Jaksa Pinangki) termasuk yang terbakar,”
tandas Pangeran Khairul Saleh kepada awak media, Kamis (17/9/2020).

Legislator asal PAN ini mendukung penuh pihak kepolisian mengusut tuntas siapa pun yang terlibat dalam kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung) pada akhir Agustus 2020 lalu tanpa pandang bulu dan memberikan sanksi sesuai hukum yang berlaku.

“Saya mendukung pihak kepolisian mengusut tuntas siapapun yang terlibat tanpa pandang bulu karena dari bukti-bukti yang ada, mengandung unsur pidana, maka harus dihukum sesuai dengan ketentuan perundangan siapa pun yang mempunyai tanggung jawab,” tandas mantan Bupati Banjar dua ini.

Politisi asal Dapil 1 Kalsel menekankan, komisinya juga meminta agar penyidikan dilakukan secara transparan dan akuntabel sehingga, tidak menimbulkan kecurigaan dan kegaduhan di masyarakat. “Apalagi saat ini sedang dilaksanakan penyelidikan terhadap beberapa kasus besar,” tambah Pangeran.

Pangeran juga menegaskan, pihaknya juga meminta agar Jaksa Agung (JA) mengambil sikap tegas terhadap oknum Kejagung yang terlibat, dan tidak segan-segan menonaktifkan oknum tersebut dari Korps Adhyaksa itu.

“Saya minta Jaksa Agung menonaktifkan siapa pejabat yang bertanggung jawab terhadap kebakaran besar yang mengakibatkan negara rugi Rp1,1 triliun tersebut,” tegas.Pangeran.(RA)

 380 total views,  1 views today

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: