WAH Massa Minta Ditelisik Mega Proyek Bandara Syamsudin Noor

- Penulis

Selasa, 19 Maret 2019 - 01:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – “Mega proyek pembangunan Bandara Syamsudin Noor yang bernilai triliunan itu, tolong ditelisik dan kami serhakan datanya,” kata massa yang demo di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan (Kejati Kalsel), Senin (18/3).

Ketua Forpeban Kalsel, Din Jaya bersama Ketua Pemuda Islam, HM Hasan mengatakan,  pembanguanan bandara tersebut diduga sarat korupsi. Baik dari soal pengurukan hingga tiang pancang.

“Demi kebanggan anak-cucu kita dan jangan sampai terjadi seperti kasus ambruknya Jembatan Mandastana di Kabupaten Barito Kuala (Batola), maka tolong telisik mega proyek pembangunan Bandara Syamsudin Noor yang bernilai triliunan itu,’’ seru massa lagi

”Ini semua agar apa dilaksanakan sesuai dan atas dugaan itu, kami minta ditelisik,” ucapnya Din Jaya lagi.

Pasalnya dari informasi yang mereka terima pembangunan bandara tidak sesuai spek.

Selain itu, massa yang demo minta pula agar pihak kejaksaan menelisik di lokasi pembangunan Bandara Syamsudin Noor, yang telah memakan jiwa pekerjanya.

“Kami minta kejaksaan segera melakukan penyelidikan, menelisiknya.

Panggil juga para kontraktor, konsultan, pengawas maupun panitia pelaksana proyek.

Karena kalau tidak sebagai warga banua kami tentunya sangat khawatir kalau bandara itu nantinya sama seperti Jembatan Mandastana yang runtuh padahal baru dibangun,” kata Din Jaya.

Selain itu, massa juga pertanyaan soal pembangunan fisik RSUD Ulin, yang disampaikan dan belum ada kejelasan.

Bahkan seperti pengadaam alat kesehatan pada RSUD Ulin tahun 2015, yang telah disebut tidak ditemukan adanya unsur kerugian negara.

Masalah gratifikasi yang pernah dilaporkan pihak pendemo yang ditangani pihak kepolisian juga juga tidak terbukti dan tidak dilanjutkan kepada tahap penyidikan

Baca Juga :   WAKET KOMISI VII DPR RI: Anyaman-Sasirangan Kalsel harus Didukung Go-International

Pada kesempatan tersebut pihak Dinjaya maupun Hasan juga kembali mengungkit masalah korupsi dana Bansos.

Menurut keduanaya hanya pihak eksekutif yang menjalani proses hukum.

Sementara pihak legeslatif yang menerima dana dari Biro Kesra hanya dua orang dari 55 anggota DPRD Kalsel.

Untuk Bansos para LSM mendesak agar Kejati punya sikao tegas apakah dihentikan atau kembali dilanjutkan. Apalagi ujar Hasan, enam orang terpidana bansos sudah dieksekusi dan kini menjalani hukumannya.

Menanggapi Kasi Penkum Kejati Kalsel Mkhpujat nampak belum bisa memberikan penjelasan, yang membuat para LSM gerah. “Kami ingin minta kejelasan saja, lanjut atau SP3. Jangan kasus ini seperti digantung,” ketus Hasan.

Sementara menurut mereka pihak Kejaksaan sudah menghentikan penyelidikan dugaan korupsi uang perjalanan dinas anggota DPRD Kalsel.

Sedangkan Kepala Seksi Penerangan Hukum, Mahpujat mengatakan, untuk pembangunan Bandara Syamsudin dikawal TP4P (Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Pusat) Kejaksaan Agung.

Soal pembangunan fisik RSUD Ulin selalu di kawal TP4D Kejaksaan Tinggi Kalsel.

“Tapi masukan kita tampung dan pelajari. Setiap laporan yang masuk pasti ditindak lanjuti,” ujarnya lagi.

Walaupun massa mengatakan tidak puas dengan jawaban Makhpujat, dan akan kembali pada Kamis akan datang. (ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

ROY SURYO-TIFA Segera Dipindahkan ke Rutan Polda Metro Jaya
JEMAAH HAJI Kloter 12 Debarkasi Banjarmasin Tiba
BEKANTAN Pulau Curiak Lahirkan Anak Kembar
SENDI RAMADAN, Pembakar Mantan Istri Jalani Pemeriksaan Intensif
BERGEMA SENI BUDAYA Dilantunkan Ratusan Peserta di Banjarbaru, Kapolda Kalsel : Ini Komitmen Nyata Polri Menjaga Kearifan Lokal
TERBONGKAR “Bendahara” Frans Antony, Ratusan Kali Transfer Uang Miliaran Rupiah ke Gembong Fredy Pratama
MEMBARA Rumah Tingkat Dua di Kawasan Jafri Zam-zam Banjarmasin
TIGA PRIA Diamuk Warga, Diduga Ingin Curi Kabel Telkom di Banua Anyar

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:47

MOTOGP CEKO 2026: Marc Marquez Juara, Ogura dan Bagnaia Finis 2-3

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:06

DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:17

IRAN BEBASKAN BIAYA Melintas di Selat Hormuz selama 60 Hari

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:47

PIALA DUNIA 2026: Kanada Bantai Qatar 6-0

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:05

PIALA DUNIA 2026: Hasil dan Klasemen Piala Dunia 2026 Usai Matchday 1

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:24

PIALA DUNIA 2026: Hasil dan Klasemen Usai Match ke-20

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:40

PIALA DUNIA 2026: Hasil dan Klasemen Grup Saat Ini

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:26

PIALA DUNIA 2026: Spanyol vs Tanjung Verde Imbang tanpa Gol

Berita Terbaru

Kedatangan jamaah haji Kloter 12 asal Hulu Sungai Selatan di asrama haji Debarkasi Banjarmasin di Kota Banjarbaru, Minggu (21/6/2026). (Foto: PPIH Debarkasi Banjarmasin)

HSS

JEMAAH HAJI Kloter 12 Debarkasi Banjarmasin Tiba

Minggu, 21 Jun 2026 - 23:00

Bekantan. (Foto: detikcom/Pradita Utama)

Kalsel

BEKANTAN Pulau Curiak Lahirkan Anak Kembar

Minggu, 21 Jun 2026 - 22:54

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca