Ustadz Somad Menanggapi Tudingan Radikal Habib Bahar

Ustadz Somad Menanggapi Tudingan Radikal Habib Bahar

Suarindonesia – Pendakwah Ustadz Abdul Somad memberikan tanggapannya soal kasus yang kini tengah menjerat Habib Bahar bin Smith.

Pun dengan penetapan tersangka yang kini telah disandang oleh Habib Bahar bin Smith.

Diberitakan sebelumnya, Bareskrim Polri telah menetapkan Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka terkait kasus dugaan diskriminasi ras dan etnis.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa Habib Bahar bin Smith pada Kamis (6/11/2018).

Video ceramah Bahar dilaporkan oleh ormas Cyber Indonesia dengan sangkaan mengandung ujaran kebencian terhadap Presiden Jokowi.

Penetapan tersangka Habib Bahar bin Smith itu pun marak diisukan karena sang penceramah dianggap radikal.

Mengetahui hal tersebut, Ustadz Abdul Somad pun memberikan cara yang baik soal paham radikal terhadap para ulama.

Sebab menurutnya, paham radikal yang kerap dituduhkan kepada para ulama itu belum memiliki definisi yang sama.

“Dudukkan semua ormas dalam satu forum lalu dibuat pasal atau acuan soal radikal,” ujar Ustadz Abdul Somad dilansir dari kabar petang tvOne.

Lebih lanjut Ustadz Abdul Somad pun berucap soal keterkaitan paham radikal dengan NKRI.

Menurutnya, ada dua pasal yang tepat digunakan untuk paham radikal tersebut.

“Pasal pertama, kau orang akan disebut radikal, kalau dia tidak mengakui negara kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila. Pasal satu, siapa saja yang tidak mengakui NKRI, Pancasila maka dia radikal,” jelas Ustadz Abdul Somad.

Bertaut pada pasal tersebut, Ustadz Abdul Somad pun mempersilahkan kepada pihak berwenang untuk bertanya kepada para ulama.

Terutama kepada para ulama yang sempat dianggap punya paham radikal seperti Habib Rizieq Shihab.

“Sekarang kita timbang dengan timbangan ini. Siapa yang dikatakan radikal ? Kita tanya Habib Rizieq Shihab. Apakah Habib Rizieq tidak mengakui Pancasila dan UUD 1945 NKRI ?” tanya Ustadz Abdul Somad.

Seolah sudah tahu dengan jawaban tersebut, Ustadz Abdul Somad nyatanya meyakini bahwa para ulama tersebut sesungguhnya cinta dengan NKRI.

Pun dengan Habib Bahar bin Smith yang disebut Ustadz Abdul Somad kini dituduhkan sebagai pihak yang radikal.

“Saya yakin dan percaya, Teuku Zulkarnaen, Ustadz Habib Rizieq Shihab, Ustadz Bahar Bin Smith yang dituduhkan radikal itu, akan mengeluarkan pernyataan atas pertanyaan, ‘Kami cinta NKRI'” imbuh Ustaz Abdul Somad.

Lanjut ke pasal dua, Ustaz Abdul Somad mengatakan bahwa ada pernyataan yang menjadi tumpuan untuk seseorang bisa mengatakan bahwa ulama itu adalah radikal.

Yakni dengan mengetahui pernyataannya soal memusuhi pihak yang tidak seagama dengannya.

“Pasal dua, siapa yang pernah mengeluarkan ujaran kebencian ‘bila tidak seagama dengan kamu, hancurkan rumahnya, bakar kendaraannya, ratakan dengan tanah’ barulah dia dicap radikal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ustadz Abdul Somad pun mencoba menanggapi kasus yang tengah membelit para ulama itu dengan pandangan lain.

Menurut Ustadz Abdul Somad, khalayak seharusnya bisa cermat soal kasus yang sedang ramai tersebut.

“Yang perlu kita cermati, apakah ini sengaja ramai ataukah ingin dibuat ramai untuk dijadikan sebuah komoditi ?” pungkas Ustadz Abdul Somad.

Pun dengan tudingan melakukan ujaran kebencian yang kini tengah membelit Habib Bahar bin Smith.

Sambil berbincang dengan Karni Ilyas, Ustadz Abdul Somad juga tampak mengetahui soal hinaan yang dituding dilakukan oleh Habib Bahar bin Smith untuk Presiden.

Menurut Ustadz Abdul Somad, kasus Habib Bahar bin Smith itu bisa terselesaikan dengan jalur hukum.

Sebab menurutnya, Indonesia ini adalah negara hukum.

“Kita tinggal di negara hukum. Maka segala keputusan bersalah atau tidak bersalah mustilah berdasarkan hukum yang berlaku. Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” katanya.

Namun, bagi Ustadz Abdul Somad, hukum tidak layak untuk dimainkan.

Sebab, masyarakat nyatanya kini tidak bodoh.

Karenanya, Ustadz Abdul Somad pun menyerahkan semua keputusan atas kasus yang menjerat Habib Bahar bin Smith itu kepada hukum yang seadil-adilnya.

“Hukum yang akan berkata benar, masyarakat akan menyaksikan. Ketika kita mainkan hukum, ingat, masyarakat tidak bodoh. Informasi jelas, terbentang di matanya,” ujar Ustadz Abdul Somad.

“Kalau dia terkait masalah negara, pencemaran nama baik kah, merusak simbol negara, kita letakkan hukumnya. Insya Allah, kita selesaikan dengan proses,” sambungnya.(Serambinews/RA)

 739 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: