Ustadz Somad Menanggapi Tudingan Radikal Habib Bahar

- Penulis

Minggu, 9 Desember 2018 - 19:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Pendakwah Ustadz Abdul Somad memberikan tanggapannya soal kasus yang kini tengah menjerat Habib Bahar bin Smith.

Pun dengan penetapan tersangka yang kini telah disandang oleh Habib Bahar bin Smith.

Diberitakan sebelumnya, Bareskrim Polri telah menetapkan Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka terkait kasus dugaan diskriminasi ras dan etnis.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa Habib Bahar bin Smith pada Kamis (6/11/2018).

Video ceramah Bahar dilaporkan oleh ormas Cyber Indonesia dengan sangkaan mengandung ujaran kebencian terhadap Presiden Jokowi.

Penetapan tersangka Habib Bahar bin Smith itu pun marak diisukan karena sang penceramah dianggap radikal.

Mengetahui hal tersebut, Ustadz Abdul Somad pun memberikan cara yang baik soal paham radikal terhadap para ulama.

Sebab menurutnya, paham radikal yang kerap dituduhkan kepada para ulama itu belum memiliki definisi yang sama.

“Dudukkan semua ormas dalam satu forum lalu dibuat pasal atau acuan soal radikal,” ujar Ustadz Abdul Somad dilansir dari kabar petang tvOne.

Lebih lanjut Ustadz Abdul Somad pun berucap soal keterkaitan paham radikal dengan NKRI.

Menurutnya, ada dua pasal yang tepat digunakan untuk paham radikal tersebut.

“Pasal pertama, kau orang akan disebut radikal, kalau dia tidak mengakui negara kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila. Pasal satu, siapa saja yang tidak mengakui NKRI, Pancasila maka dia radikal,” jelas Ustadz Abdul Somad.

Bertaut pada pasal tersebut, Ustadz Abdul Somad pun mempersilahkan kepada pihak berwenang untuk bertanya kepada para ulama.

Terutama kepada para ulama yang sempat dianggap punya paham radikal seperti Habib Rizieq Shihab.

“Sekarang kita timbang dengan timbangan ini. Siapa yang dikatakan radikal ? Kita tanya Habib Rizieq Shihab. Apakah Habib Rizieq tidak mengakui Pancasila dan UUD 1945 NKRI ?” tanya Ustadz Abdul Somad.

Seolah sudah tahu dengan jawaban tersebut, Ustadz Abdul Somad nyatanya meyakini bahwa para ulama tersebut sesungguhnya cinta dengan NKRI.

Pun dengan Habib Bahar bin Smith yang disebut Ustadz Abdul Somad kini dituduhkan sebagai pihak yang radikal.

“Saya yakin dan percaya, Teuku Zulkarnaen, Ustadz Habib Rizieq Shihab, Ustadz Bahar Bin Smith yang dituduhkan radikal itu, akan mengeluarkan pernyataan atas pertanyaan, ‘Kami cinta NKRI'” imbuh Ustaz Abdul Somad.

Lanjut ke pasal dua, Ustaz Abdul Somad mengatakan bahwa ada pernyataan yang menjadi tumpuan untuk seseorang bisa mengatakan bahwa ulama itu adalah radikal.

Baca Juga :   VIRAL! Emak-emak Diikat dan Dianiaya Massa

Yakni dengan mengetahui pernyataannya soal memusuhi pihak yang tidak seagama dengannya.

“Pasal dua, siapa yang pernah mengeluarkan ujaran kebencian ‘bila tidak seagama dengan kamu, hancurkan rumahnya, bakar kendaraannya, ratakan dengan tanah’ barulah dia dicap radikal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ustadz Abdul Somad pun mencoba menanggapi kasus yang tengah membelit para ulama itu dengan pandangan lain.

Menurut Ustadz Abdul Somad, khalayak seharusnya bisa cermat soal kasus yang sedang ramai tersebut.

“Yang perlu kita cermati, apakah ini sengaja ramai ataukah ingin dibuat ramai untuk dijadikan sebuah komoditi ?” pungkas Ustadz Abdul Somad.

Pun dengan tudingan melakukan ujaran kebencian yang kini tengah membelit Habib Bahar bin Smith.

Sambil berbincang dengan Karni Ilyas, Ustadz Abdul Somad juga tampak mengetahui soal hinaan yang dituding dilakukan oleh Habib Bahar bin Smith untuk Presiden.

Menurut Ustadz Abdul Somad, kasus Habib Bahar bin Smith itu bisa terselesaikan dengan jalur hukum.

Sebab menurutnya, Indonesia ini adalah negara hukum.

“Kita tinggal di negara hukum. Maka segala keputusan bersalah atau tidak bersalah mustilah berdasarkan hukum yang berlaku. Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” katanya.

Namun, bagi Ustadz Abdul Somad, hukum tidak layak untuk dimainkan.

Sebab, masyarakat nyatanya kini tidak bodoh.

Karenanya, Ustadz Abdul Somad pun menyerahkan semua keputusan atas kasus yang menjerat Habib Bahar bin Smith itu kepada hukum yang seadil-adilnya.

“Hukum yang akan berkata benar, masyarakat akan menyaksikan. Ketika kita mainkan hukum, ingat, masyarakat tidak bodoh. Informasi jelas, terbentang di matanya,” ujar Ustadz Abdul Somad.

“Kalau dia terkait masalah negara, pencemaran nama baik kah, merusak simbol negara, kita letakkan hukumnya. Insya Allah, kita selesaikan dengan proses,” sambungnya.(Serambinews/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MENDIKDASMEN: Tidak Ada PHK Guru non-ASN
BURUH BANGUNAN TEWAS, Tubuhnya Ditemukan Dalam Air di Bawah Proyek Padel
HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur
PERSONEL KPL Banjarmasin Mengurai Kepadatan Kendaraan, Keselamatan sebagai Prioritas
UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi
DIGRATISKAN 19 LAYANAN Pencatatan Hak Cipta

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:40

BURUH BANGUNAN TEWAS, Tubuhnya Ditemukan Dalam Air di Bawah Proyek Padel

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:25

HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:13

POLISI Peduli Pendidikan, Tanamkan Keberanian dan Cegah Bullying

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:59

UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:19

KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:04

SINERGI KAMTIBMAS Forkopimda Kalsel bersama Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Begini Penekanan Kapolda

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Berita Terbaru

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. (Foto: Istimewa)

Nasional

MENDIKDASMEN: Tidak Ada PHK Guru non-ASN

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:44

Foto ilustrasi yang menggambarkan suasana persiapan penyaluran BSU 2027 di lingkungan kementerian. (Foto: SI/UT/Gemini.Ai)

Ekonomi

PENYALURAN BSU 2027 Masih Disiapkan

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:37

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca