SuarIndonesia – Tiga diantara korban tragedi Helikopter yang jatuh di Mantewe Kabupaten TanahBumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel), sulit dikenali lantaran kondisi tak utuh.
“Ini dari 8 jenazah yang ditemukan,” kata Gubernur Kalsel, H. Muhidin pada konferensi pers Operasi DVI Polri terkait kecelakaan Helikopter BK117-D3, Jumat (5/9/2025).
Gubernur didampingi Direktur Operasional Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, kemudian Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan SIK MH dan juga turut hadir juga Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNl Rudy Rachmat Nugraha, Pangdam XXll/Tambun Bungai,: Mayjen TNl Zainul Arifin dan Danrem 101/Antasari,: Brigjen TNl Ilham Yunus.
Diketahui penumpang helikopter ini tiga di antaranya Warga Negara Asing (WNA) Claudine Quito dari Brasil, Mark Warren dari Australia, dan Santha Kumar berkebangsaan India.
Sedangkan lima lainnya adalah WNI, yakni Andys Rissa Pasulu, Capt. Haryanto. Hendra, Iboy Irfan dan Yudi Febrian.
Helikopter setelah hilang kontak, pada Senin (1/9/2025) , ditumukan, kondisi jatuh terbakar pada Rabu (3/9/2025).
Jasad telah diidentifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalsel di Banjarmasin. Namun belum diketahui indentitas jasad siapa yang keadaan utuh tersebut.
Diungkapakan Gubernur, pihak keluarga korban sudah berada di Banjarmasin untuk menunggu proses identifikasi lebih lanjut.
Dalam hal Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan siap memfasilitasi pemakaman di wilayah setempat apabila dibutuhkan.
Namun, keluarga korban memilih untuk memulangkan jenazah ke negara asal masing-masing setelah proses identifikasi selesai.
Dikertahui, helikopter lepas landas dari Bandara Gusti Samsir Alam, Kotabaru menuju Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah pada Senin (1/9/2025) pagi.
Namun, dalam perjalanan melintasi kawasan Mantewe, pesawat mengalami gangguan dan jatuh hingga terbakar. (YI/DO)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















