TIDAK ADA Indikator yang Bisa Turunkan Level 4 PPKM Banjarmasin

- Penulis

Senin, 23 Agustus 2021 - 23:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Pemerintah Pusat kembali memutuskan Kota Banjarmasin harus tetap melanjutkan melaksanakan PPKM Level 4 dari 24 Agustus hingga 6 September. Keputusan tersebut membuat Tim Pakar Covid-19 angkat bicara.

Anggota Tim Pakar Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Hidayatullah Muttaqin membeberkan, kondisi tersebut memperlihatkan tidak adanya kemajuan selama empat pekan penerapan PPKM Level 4.

“Artinya setelah sebulan Banjarmasin menjalani treatment selama PPKM Level 4. Tidak ada perkembangan signifikan untuk turun ke Level 3 atau di bawahnya,” ungkapnya saat dihubungi awak media melalui pesan singkat, Senin (23/08/2021) sore.

Ia membeberkan, dalam sebulan terakhir sejak 26 Juli 2021 hingga 21 Agustus, asesmen Kementerian Kesehatan RI masih menempatkan Banjarmasin pada situasi Covid-19 Level 4.

Asesmen pada level ini untuk Banjarmasin tidak berubah sejak 9 Juli atau sudah 44 hari situasi Banjarmasin berada di Level 4.

“Artinya sepanjang 44 hari tersebut insiden kasus Covid-19 di Banjarmasin sangat tinggi yang diperoleh melalui transmisi lokal dan risiko masyarakat untuk terinfeksi juga besar. Sementara kapasitas respon sistem kesehatan di Banjarmasin masih sangat terbatas,” tekannya.

Kendati demikian, ia mengakui, bahwa jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19;di Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini memang terjadi penurunan.

Di mana jumlah insiden dalam sepekan terakhir pada 25 Juli sebanyak 156 kasus konfirmasi per 100 ribu penduduk sedangkan pada 21 Agustus sudah turun menjadi 89 kasus per 100 ribu penduduk.

Namun penurunan tersebut, menurutnya, erat kaitannya dengan penurunan testing dari 3.194 orang dalam sepekan pada 25 Juli menjadi 2.658 orang saja pada 21 Agustus.

“Meskipun terjadi penurunan kasus konfirmasi, insiden kematian di Banjarmasin justru mengalami peningkatan secara dramatis. Pada 25 Juli dalam sepekan insiden kematian masih nol, maka pada 21 Agustus insiden kematian mencapai 13 kasus per 100 ribu penduduk,” bebernya.

Secara absolut, Muttaqin menilai jumlah kasus kematian dalam dua pekan pada 12-25 Juli sebanyak 3 kasus. Kemudian melonjak dalam dua pekan pertama PPKM Level 4 (26 Juli – 8 Agustus) menjadi 94 kasus.

Baca Juga :   SAMPAH Hampir Dua Ton Terkumpul dari Tukar Sembako

Dalam dua pekan terakhir (9-21 Agustus) jumlah kasus kematian kembali melonjak menjadi 106 kasus.

Perkembangan tersebut menggambarkan situasi pandemi Covid-19 di Banjarmasin sangat buruk. Turunnya testing dan belum terangkat tracing hanya akan memicu penurunan semu.

“Apalagi testing tersebut sangat bergantung pada keinginan masyarakat untuk memeriksakan diri bukan didorong hasil pelacakan,” imbuhnya.

Masyarakat marginal yang tinggal di permukiman padat dan kumuh juga harus diperhatikan, baik dari sisi upaya tracing maupun penanganan dampak sosial ekonominya.

Sebab, potensi mereka terpapar lebih besar mengingat mereka relatif sulit untuk melakukan jaga jarak, secara finansial berat membeli masker baru, dari sisi penghasilan cenderung harian sehingga jika tidak turun kerja maka mereka tidak dapat uang.

Karena itu, testing dan tracing tersebut sangat penting untuk memutus penularan Covid-19 dan memitigasi risiko kesakitan dan kematian di kalangan masyarakat menengah ke bawah.

“Harus ada pendekatan khusus untuk mereka. Tidak hanya dari sisi edukasi kesehatan. Jika memungkinkan mereka diberikan insentif finansial bagi yang mau menjalani tracing dan testing. Mereka juga perlu diberikan masker gratis secara rutin,” sarannya.

Selain itu, permasalahan lain yang sangat krusial sehingga PPKM Level 4 tidak efektif pengimplementasiannya di Banjarmasin adalah mobilitas penduduk tetap tinggi.

Pasalnya, ia melihat jalan-jalan dan tempat-tempat umum masih tampak keramaian, perkantoran pemerintah dan swasta belum betul-betul melaksanakan aturan WFO dan WFH sesuai aturan.

“Intinya nyaris tidak ada perbedaan suasana pergerakan penduduk sebelum dan saat pelaksanaan PPKM Level 4 di Banjarmasin,” tandasnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul
SINERGI KAMTIBMAS Forkopimda Kalsel bersama Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Begini Penekanan Kapolda
KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden
ANCAMAN Asap Karhutla, Kapolsek Banjarmasin Tengah Turun Bagikan Masker
OPERASI PATUH INTAN 2026 Polresta Banjarmasin Kerahkan 85 Personel, ETLE Dioptimalkan
SERATUS PERSONEL BKO Perkuat Penanganan Karhutla di Kalsel, Diterima Kapolda

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca