TERPESONA ?, Politik Pencitraan “Kincir Ka Ujung”

- Penulis

Senin, 3 Juli 2023 - 11:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Noorhalis Majid
SuarIndonesia – Kalau sikap dan sifatnya memang baik, dalam situasi dan kondisi apapun akan tetap baik.
Mau ada Pemilu atau tidak ada Pemilu, pasti tetap baik. Namun, kalau sikap baiknya hanya karena adanya Pemilu, boleh dipastikan itu hanya pencitraan.
Politik pencitraan sering kali diperdebatkan. Ada yang berpedapat, politik itu sejatinya memang pencitraan, yang membedakan hanya kadarnya saja, cara halus atau norak.
Karena semua ramai membangun citra, “sesama supir angkot jangan saling mendahului”.
Agar tidak terpedaya, ada baiknya melihat rekam jejak calon. Jangan mudah terpesona yang nampak sekarang, lihat juga apa dan bagaimana kiprah serta sepak terjang sebelumnya.
Dalam hal ini, ada ungkapan Banjar yang sangat menarik, yaitu kincir ka ujung. Semakin ke bagian ujung, semakin mengecil – kincir, begitu arti harfiahnya.
Awalnya luas, lapang, dermawan, ternyata lama kelamaan berubah menjadi sempit, rijit, penuh perhitungan, hingga pelit. Terjadi perubahan signifikan, bahkan bertolak belakang.
Mungkin ada orang yang awal waktu belum terpilih, mengesankan diri sebagai seorang yang dermawan, sosial. Bantu sana, bantu sini, sumbang itu, sumbang ini.
Janji bantuan berhamburan. Pokonya kalau terpilih, seisi bumi akan sejahtera. Bantuan siap datang kapan diminta.
Setelah terpilih, jangankan membantu, ditemui saja sudah tidak bisa lagi. Ditelpon tidak pernah diangkat. Berpapasan seolah tidak pernah kenal.
Kalau aslinya memang baik, pasti akan tetap baik. Jadilah seorang yang konsisten berbuat baik.
Kalau pilihannya memang ingin dermawan, tetaplah dermawan. Jangan berubah, karena sikap tersebut sangatlah baik. Tidak ada yang jatuh miskin karena sikap dermawan.
Kalau suka menolong, ringan tangan membantu yang mengalami kesusahan, tetap saja pertahankan. Jangan berubah, karena sikap tersebut sangat teladan.
Kebaikan, jangan hanya karena ada maunya, apalagi karena politik, akhirnya juga pasti ketahuan, kincir ka ujung. (**)
Komentar Facebook

Berita Terkait

MTQ ke-37 Batola. Jadikan Masyarakat dan Pemerintah yang Agamis
PERLINDUNGAN HUKUM bagi Media Profesional, Begini Penegasaan Dewan Pers
MENTERI P2MI Mukhtarudin Besok Resmikan Migran Center ULM, Kuliah Umum dan MoU
JEMAAH HAJI Kloter 12 Debarkasi Banjarmasin Tiba
BEKANTAN Pulau Curiak Lahirkan Anak Kembar
BERGEMA SENI BUDAYA Dilantunkan Ratusan Peserta di Banjarbaru, Kapolda Kalsel : Ini Komitmen Nyata Polri Menjaga Kearifan Lokal
KOMITMEN LKBH ULM Sebagai Rumah Keadilan bagi Masyarakat dan Aktif Penyuluhan – Pendidikan
MEMBARA Rumah Tingkat Dua di Kawasan Jafri Zam-zam Banjarmasin

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:19

PEMKO BANJARMASIN Dukung Layanan Devisa Bank Kalsel untuk UMKM dan Ekspor-Impor

Senin, 22 Juni 2026 - 19:16

PT Bangun Banua Kalsel Apresiasi Tranformasi Bank Kalsel Menjadi Bank Devisa

Senin, 22 Juni 2026 - 19:14

RESMI LAUNCHING, Gubenur Muhidin Ajak Masyarakat Transaksi Devisa di Bank Kalsel

Senin, 22 Juni 2026 - 19:12

BANK KALSEL Resmi Jadi Bank Devisa, Siap Layani Transaksi Internasional

Senin, 22 Juni 2026 - 19:09

OJK Ingatkan Status Bank Devisa Jadi Tantangan Penguatan Manajemen Risiko

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:10

DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:06

DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00

DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca