Suarindonesia – Menyusul pelaksanaan pembangunan jembatan Sungai Lulut yang kini lahannya sudah dibebaskan, ternyata pelaksaan belum berjalan mulus. Pasalnya, pihak kontraktor sempat menyinggung soal utilitas dekat Jembatan Sungai Gardu I yang masih belum dipindah.
Bahkan lambatnya pemindahan fasilitas publik mulai Telkom, PLN, dan PDAM yang menghambat pelaksaan proses pembangunan yang rencananya dikerjakan akhir bulan ini menjadi kekhawatiran pekerja konstruksi yang mendapatkan kepercayaan memenangkan tender.
Direktur Operasional PDAM Bandarmasih, H Supian ST,MT mengklarifikasi terkait akan hal itu, khususnya soal pipa PDAM. Dia mengatakan, PDAM tak ada niat untuk mengulur waktu.
Menurutnya, sekarang ini yang menjadi masalah saat ini lahan untuk pemindahan pipa tersebut masih belum disiapkan. Sehingga otomatis mereka tak bisa berbuat apa-apa untuk sementara.
Supian mengemukakan, secara keseluruhan PDAM sudah siap memindah pipa jaringan tersebut kapan saja. “Dari hasil berapa kali rapat, kesepakatannya bahwa utilitas itu dipindah apabila lahannya siap,” ujarnya, Selasa (16/7/2019).
PDAM juga sudah akan mengeluarkan anggaran sekitar Rp200 juta untuk pemindahan pipa di tiga jembatan, Sungai Gardu I, II, dan Sungai Lulut. Karena panjang pipa sekitar 15-20 meter sehingga membutuhkan lokasi yang cukup kanan kiri untuk pemindahan.
“Sehubungan pihak terkait tak ada menganggarkan untuk pemindahan ini. Mau mau tidak kami yang bertanggung biayanya. Tetapi dari dulu memang bebannya selalu di kami pdam kalau tak menganggarkan. Tetapi namanya pelayanan publik supaya ngak terganggu akhirnya harus dilayani,” katanya.
Lebih kanjut, Supian menjelaskan, proses pemindahan pipa akan dilakukan dengan cara pindah ganti. Pipa diameter 200 dan enam inci yang ada di sana nantinya dipotong dan diganti baru dan hal ini lebih hemat supaya pelayanan tak akan terganggu terlalu lama.
Sedangkan pipa yang baru itu nantinya dipasang terlebih dahulu di lokasi yang sudah disediakan.
“Makanya kami perlu lahannya bersih terlebih dahulu. Untuk menggeser itu ga bisa karena masih ada bangunan warga,” imbuhnya.
Khusus cara pemindahan itu dinilai Supian efektif. Kendati cukup banyak makan biaya, hal itu tak menjadi masalah.
Yang terpenting, ujar Supian, pemasangan bisa lebih efisien waktu. “Kalau tidak begitu makan waktu lama,” Direktur Operasional PDAM Bandarmasih, H Supian ST,MT .(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















