TERDAKWA Mantan Direktur PT ADCL Singgung “Fee Komitmen”, Mengaku Bukan Kesalahan Pribadi Melainkan Kelalaian Kolektif

- Penulis

Kamis, 18 September 2025 - 21:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

M. Reza Arpiansyah, membacakan pledoi pribadinya, Kamis (18/9/2025). (SuarIndonesia/Ist)

M. Reza Arpiansyah, membacakan pledoi pribadinya, Kamis (18/9/2025). (SuarIndonesia/Ist)

SuarIndonesia – Terdakwa mantan Direktur Perseroda PT Asabaru Daya Cipta Lestari (ADCL) milik Pemerintah Kabupaten Balangan, M. Reza Arpiansyah, membacakan pledoi pribadinya, Kamis (18/9/2025).

Reza menegaskan bahwa persoalan hukum yang membelitnya bukanlah kesalahan pribadi semata, melainkan kelalaian kolektif.

Sidang dipimpin Majelis Hakim Diketuai Cahyono Riza Adrianto SH MH bersama hakim anggota Feby Desry dan Salma Safitri.

Saat Reza membaca nota pembelaannya yang ditulis tangan.

Dalam pledoinya, Reza menyebut komisaris perusahaan tidak menjalankan fungsi pengawasan sebagaimana mestinya.

Bahkan, ia menuding keputusan pembekuan perusahaan dilakukan sepihak dan justru merugikan dirinya.

“Semua langkah yang saya lakukan sebagai direktur sudah atas persetujuan pemegang saham mayoritas, dalam hal ini bupati.

Saya tidak pernah berniat merugikan negara. Ini kesalahan kolektif, bukan hanya saya,” ucap Reza.

Ia juga menyinggung soal aliran dana Rp 650 juta sebagai “fee komitmen”.

Reza  saat menutup pledoinya terbata-bata, meminta majelis hakim menjatuhkan putusan seadil-adilnya.

“Saya masih punya tiga anak dan menjadi tulang punggung keluarga.

Mohon kiranya semua pihak diperlakukan sama di mata hukum,” ucapnya.

Selain Reza, kuasa hukumnya Syahrani juga membacakan pledoi terpisah.

Menurutnya, perkara PT Asabaru tidak sepenuhnya bisa dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi.

Ia menilai lemahnya struktur perusahaan serta dominannya peran pemegang saham membuat langkah terdakwa tidak bisa dilihat sebagai inisiatif tunggal.

Baca Juga :   DIRESMIKAN, Rimba Mart Jual Produk Hasil Hutan

“Pemerintah Balangan sebagai pemegang saham tunggal tetap menyalurkan modal awal, padahal perangkat perusahaan belum lengkap.

Artinya, ada campur tangan pihak lain yang mempengaruhi langkah terdakwa,” ujar Syahrani.

Penasihat hukum juga menilai keterangan sejumlah saksi kunci tidak lengkap, khususnya Kepala Keuangan PT Asabaru yang tidak bisa dihadirkan.

“Perkara ini belum utuh, karena konstruksi hukumnya tidak sempurna,” ujarnya.

Ia memohon majelis hakim menjatuhkan hukuman seringan-ringannya bagi Reza.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum Helmi, Afif Bayu menyatakan pihaknya akan mengajukan tanggapan secara tertulis atas pledoi terdakwa maupun penasihat hukum.

Sebelumnya, jaksa telah menuntut Reza dengan hukuman 9 tahun penjara, denda Rp 500 juta subsidair 4 bulan kurungan, serta membayar uang pengganti Rp 11,68 miliar.

Apabila tidak mampu, harta benda Reza akan disita, dan bila tidak mencukupi diganti dengan pidana penjara 4 tahun 6 bulan. (*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BURUH BANGUNAN TEWAS, Tubuhnya Ditemukan Dalam Air di Bawah Proyek Padel
HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur
POLISI Peduli Pendidikan, Tanamkan Keberanian dan Cegah Bullying
PERSONEL KPL Banjarmasin Mengurai Kepadatan Kendaraan, Keselamatan sebagai Prioritas
UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
DIGRATISKAN 19 LAYANAN Pencatatan Hak Cipta
BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:40

BURUH BANGUNAN TEWAS, Tubuhnya Ditemukan Dalam Air di Bawah Proyek Padel

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:25

HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:06

PERSONEL KPL Banjarmasin Mengurai Kepadatan Kendaraan, Keselamatan sebagai Prioritas

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:59

UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:46

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:19

KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:04

SINERGI KAMTIBMAS Forkopimda Kalsel bersama Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Begini Penekanan Kapolda

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Berita Terbaru

Suasana penyaluran bantuan Presiden kepada warga terdampak asap karhutla di Kuala Kurun, Selasa (27/10/2026). (Foto: Antara/Chandra)

Kalteng

BANPRES untuk Warga Gumas Terdampak Karhutla

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:49

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. (Foto: Istimewa)

Nasional

MENDIKDASMEN: Tidak Ada PHK Guru non-ASN

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:44

Foto ilustrasi yang menggambarkan suasana persiapan penyaluran BSU 2027 di lingkungan kementerian. (Foto: SI/UT/Gemini.Ai)

Ekonomi

PENYALURAN BSU 2027 Masih Disiapkan

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:37

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca