TEKAD DR Halim Shahab STIHSA Banjarmasin Terdepan dan Terbaik

- Penulis

Selasa, 20 Agustus 2019 - 23:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Sultan Adam DR H Abdul Halim Shahab SH, MH yang menggantikan H Nanang Hermansyah bertekad membawa STIHSA terdepan dan menjadi kampus hukum terbaik di Kalsel.

Tekad tersebut ditegaskan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Sultan Adam DR H Abdul Halim Shabab SH, MH, setelah dilantik oleh H Riduan Syahrani selaku ketua yayasan, yang disaksikan tamu undangan, di Kampus STIHSA Jalan Sultan Adam Banjarmasin, Selasa (20/08/2019).

Bahkan Halim yang berlatar belakang Pengacara Kondang ini mengaku mendapatkan amanah sebagai Ketua STIHSA ini tak pernah dibayangkan. “Mimpi pun tidak hanya karena model bekerja dengan tulus, ikhlas, ulet, dan rajin menjadi motto saya, akhirnya mampu mengantarkan di dunia pendidikan,’’ ucap Halim Shahab.

Halim yang berlatar belakang advokat setelah dilantik sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Sultan Adam tak pernah akan meninggalkan dunia yang digelutinya. Malah, melalui amanah yang diberikan akan berjuang dan mendidikannya serta menduplikasi keberhasilannya ke anak didik maupun mahasiswa ke depannya.

“Saya akan melahirkan banyak pengacara yang jujur dan benar-benar membela keadilan. Karena sebagai ketua di perguruan tinggai tentu saja tak harus mampu menjadi pendidik sekaligus bapaknya orang banyak,’’ ucap Halim.

Karena itulah, ujarnya, dalam jangka waktu dekat pihaknya akan mengandeng banyak pihak termasuk membuka pengobatan gratis bagi warga Sultan Adam selama sehari setiap bulan dan membuka klinik konsultasi hukum gratis serta melakukan banyak penelitian dan kegiatan ilmiah lainnya yang membantu warga bersama mahasiswa hukum tentunya.

Dari catatan yang pernah dilalui Halim Shahab di antaranya melakoni beberapa pekerjaan selama masih berstatus pelajar hingga mahasiswa S1. Pekerjaan itu dilakukan untuk membiayai kuliah dan menghidupi diri dan keluarganya.

Siapa yang menduga, pekerjaan di masa lalu yang pernah ditekuninya adalah sebagai penarik becak.

Profesi itu dijalaninya selama 2,5 tahun menuntut ilmu di Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM, sebelumnya disingkat Unlam), yakni di kampus Unit Satu yang sekarang menjadi bangunan Bank Mandiri.

Sebab, Halim berpikir, menarik becak tidak memerlukan modal. Dengan kata lain, hanya mengandalkan kemampuan dan tenaga.

Halim sebelumnya menjadi tukang ojek dengan menggunakan sepeda motor milik istrinya, yaitu sepeda motor jenis bebek. Saat itu, istri Halim juga masih kuliah di Fakultas Hukum ULM.

Baca Juga :   FOKUS UTAMA Peningkatan Pajak dan Pelayanan Publik. Ini Target Komisi II DPRD Kalsel

“Sebelumnya, saya menjadi tukang ojek. Itu pun motor milik istri. Kemudian oleh sekumpulan penarik becak, saya disarankan untuk menarik becak saja karena tidak memerlukan biaya, melainkan hanya tenaga,” tutur Halim Shahab.

Kesuksesan Halim Shahah juga terlihat sejak masuk halaman Perguruan Tinggi yang diketuainya banyak hiasan karangan bunga yang dikirimnya sebagai ucapan, di antaranya juga Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, Jajaran Kopolisian, Kejaksaan, para Pengacara dan Hakim Pengadilan, Bupati, Politisi hingga kalangan pengusaha.

Pengalaman yang membekas di antaranya ketika sedang menarik becak malam hari membawa dipan (ranjang). Halim berpapasan dengan polisi yang sedang berpatroli. Kemudian becaknya ditendang. Pada waktu itu Halim mendengar ucapan beberapa polisi yang menyebut, “363” (pasal 363 KUHP- pencurian dengan pemberatan).

Pada waktu itu Halim hanya tersenyum dan menjelaskan bahwa ranjang itu bukan barang curian. Pada akhirnya petugas itu paham dan Halim melanjutkan pekerjaannya hingga pukul 00.00 WITA atau 12 malam.

Selain pengalaman pahit, tentu ada pula hal-hal manis yang dirasakan. Misalnya, Halim pernah menjadi saksi kisah percintaan seorang polisi. Saat itu, Halim dengan becaknya mengantarkan sang polisi dari bioskop ke rumah sang kekasih, yang kini menjadi istrinya.

Lebih menarik lagi, Halim pernah mengantarkan teman satu SMA-nya dan teman kuliahnya dengan becaknya.
Kenangan lainnya adalah bersama anak tertuanya, Saskia Justicia. Saskia, yang saat itu masih berusia 1 tahun, kerap dibawa Halim dalam becaknya ketika menjemput istri.

Nadan Saskia diikat Halim dengan sarung agar tidak terjatuh ketika berada di dalam becak.
Memori tersebut kini terukir di hati Halim sekeluarga. Masa-masa itu terus diingat dan dijadikan renungan serta motivasi. Bahwa segala sesuatu harus diperoleh melalui perjuangan keras, kesabaran, dan keuletan.

Kini, Abdul Halim Shabab dan keluarganya telah memetik buah dari kegigihan itu. Salah satunya keberhasilan Halim mengantarkan putrinya menjadi seorang dokter dan kini termasuk tim medis jemaah haji Kabupaten Banjar. (Tulisan yang akan datang akan menulis kiprah Halim yang memulai karir sebagai advokat).(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PENGEROYOKAN di Sungai Andai, Tiga Remaja Ditangkap Polisi
KASUS PRIA TENTENG PISTOL Depan Arena Gym, Polresta Banjarmasin Minta Keterangan Saksi dan Korban
TIM SAR Gabungan Masih “Berjibaku” Pencarian Remaja Tenggelam di Sungai Martapura
SEORANG REMAJA Diduga Epelipsi Hilang di Sungai Martapura
DUEL SENGIT Barito Putera Vs Persiba Sama Kuat 3-3
PENYALAHGUNAAN Bio Solar Subsidi Dibongkar Reskrim Polresta Banjarmasin
KASUS PROYEK di Disdik Banjarmasin Ternyata Total Anggaran 6,5 Miliar, Segera Tetapkan Tersangka
DUGAAN PERSETUBUHAN Terungkap Lewat Ponsel

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 23:41

GADIS di Martapura Ditemukan Tewas, dalam Mulutnya Ada Sikat Cuci Baju

Minggu, 19 April 2026 - 15:57

PENGEROYOKAN di Sungai Andai, Tiga Remaja Ditangkap Polisi

Minggu, 19 April 2026 - 15:18

KASUS PRIA TENTENG PISTOL Depan Arena Gym, Polresta Banjarmasin Minta Keterangan Saksi dan Korban

Sabtu, 18 April 2026 - 23:27

SEORANG REMAJA Diduga Epelipsi Hilang di Sungai Martapura

Sabtu, 18 April 2026 - 17:58

DUEL SENGIT Barito Putera Vs Persiba Sama Kuat 3-3

Jumat, 17 April 2026 - 21:53

PENYALAHGUNAAN Bio Solar Subsidi Dibongkar Reskrim Polresta Banjarmasin

Jumat, 17 April 2026 - 21:52

4 KORBAN Heli PK-CFX Teridentifikasi, Sisanya Tunggu Data Keluarga

Jumat, 17 April 2026 - 20:09

PRESIDEN Terbitkan Tiga Regulasi Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terbaru

Pekerja menyusun tabung gas LPG yang kosong untuk dimasukkan ke dalam kontainer di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Maluku Utara, Selasa (30/12/2025). (Dok Antara)

Bisnis

HARGA LPG 12 Kg Naik jadi Rp228 Ribu per Tabung

Minggu, 19 Apr 2026 - 23:12

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca