Takut Muntaber Mewabah, DLH Minta Jangan Pakai Air Asin

- Penulis

Rabu, 28 Agustus 2019 - 20:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Menyusul tingkat keasinan air Sungai Martapura ternyata membawa dampak kasus Muntah Berak (Muntaber)/di sejumlah rumah sakit di Banjarmasin semakin hari terus bertambah. Badan Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan air Sungai Martapura.

Dengan makin bertambahnya tingkat keasian air di Sungai Martapura Banjarmasin diharapkan mulai sekarang jangan sampai mengkonsumsi minum air tanpa direbus. Karena sejak kemarau panjang melanda Kota Banjarmasin dalam beberapa bulan ini menyebabkan mulai berkeringnya air sungai, sehingga kadar garam air sungai meningkatkan atas kejadian tersebut.

Kepala Seksi Pemantauan Kualitas Lingkungan Kota Banjarmasin, Ir Fitriani yang dikonfirmasi wartawan, Rabu (28/08/2019) mengatakan saat ini kondisi air sungai mengalami pasang surut, jadi air laut mulai memasuki aliran air sungai.

“Salinitas atau kadar garam yang masuk di dalam sungai memang hanya bisa dideteksi saja, karena baru kemarin mengambil sampelnya,” ucap Kepala Seksi Pemantauan Kualitas Lingkungan Kota Banjarmasin, Ir Fitriani kepada awak media, Rabu (28/8/19).

Ia menjelaskan untuk pengambilan sampel dilakukan lima kali dalam setahun, dua kali pada musim hujan, satu kali musim pancaroba, dan dua kali di musim kemarau.

Baca Juga :   SERTIJAB Kapolsekta Banjarmasin Barat, Begini Pesan Kapolresta

Dan saat ini dilakukan pemeriksaan Institu dan pemeriksaan di Laboratorium. Untuk Institusi hasilnya belum bisa di ketahui, perlu waktu satu bulan, sedangkan pemeriksaan Laboratorium besok sudah bisa dilihat hasilnya.

Bahkan dengan kondisi masuknya air laut ke aliran sungai warga Kota Banjarmasin diharapkan agar tidak mengkonsumsi air sungai, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Saat ini memang debit air sungai kita berkurang, otomatis air laut masuk kesungai kita dan itu kadar garamnya pasti tinggi, sedangkan standar salinitas untuk air 0%,” tambahnya.

Sementara itu PDAM Bandarmasih perlu bekerja keras untuk menghilangkan kadar garam agar pasokan air bersih untuk seluruh warga Banjarmasin terjamin. “Kalau ada Salinitasnya pasti PDAM bekerja keras untuk memurnikan air itu agar layak konsumsi,” katanya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DITEMUKAN BAHAN PELEDAK Mortil “81 Tampella” Peninggalan Zaman Perang di Kampung Arab
TERUNGKAP P.elaku Percobaan Pemerkosaan di Rawasari, Korban Melawan
IIMU RETRET AKMIL, Supian HK : Siap Terapkan di Kalsel !
LAKA LIBATKAN Dua Emak-emak di Banjarmasin, Respon Cepat 110 Polri Permasalahan Berakhir Damai
ANTISIPASI Tindak Kejahatan di Kawasan Pelabuhan Trisaksi Banjarmasin, Personel Berpatroli
SALURKAN Bantuan untuk Haul ke-133 Datu Amin Banua Anyar, Kapolsek Juga Tinjau Lokasi
TAK BER-AMDAL Belasan Perusahaan Tambang di Kalsel, Picu Reaksi Keras Pansus III DPRD Cabut Izin Usaha
TERDAKWA PEMBUNUH BIDAN di Kelayan Banjarmasin Divonis Penjara “Sampai Ajal”

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 20:51

KEJAGUNG Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto Tersangka Korupsi Nikel

Kamis, 16 April 2026 - 20:41

TANGANI KBGO, Kemkomdigi Ketatkan Pengawasan Platform Digital

Kamis, 16 April 2026 - 19:41

KERIBUTAN di Depan Tempat Gym, Seorang Pria Keluarkan “Pistol”

Kamis, 16 April 2026 - 19:17

20 PERSONEL Tim SAR Dikerahkan Cari Helikopter Hilang di Sekadau

Rabu, 15 April 2026 - 21:24

MENHAJ: Kesiapan Layanan Haji Indonesia Sudah Hampir Selesai

Rabu, 15 April 2026 - 21:09

DISIAPKAN Insentif Fiskal Masif Dukung Program 3 Juta Rumah

Rabu, 15 April 2026 - 00:27

SOAL “WAR TICKET”, Menhaj Hentikan Pembahasan jika Dianggap Prematur

Selasa, 14 April 2026 - 21:25

TAK BER-AMDAL Belasan Perusahaan Tambang di Kalsel, Picu Reaksi Keras Pansus III DPRD Cabut Izin Usaha

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca