Suarindonesia – Menyusul tingkat keasinan air Sungai Martapura ternyata membawa dampak kasus Muntah Berak (Muntaber)/di sejumlah rumah sakit di Banjarmasin semakin hari terus bertambah. Badan Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan air Sungai Martapura.
Dengan makin bertambahnya tingkat keasian air di Sungai Martapura Banjarmasin diharapkan mulai sekarang jangan sampai mengkonsumsi minum air tanpa direbus. Karena sejak kemarau panjang melanda Kota Banjarmasin dalam beberapa bulan ini menyebabkan mulai berkeringnya air sungai, sehingga kadar garam air sungai meningkatkan atas kejadian tersebut.
Kepala Seksi Pemantauan Kualitas Lingkungan Kota Banjarmasin, Ir Fitriani yang dikonfirmasi wartawan, Rabu (28/08/2019) mengatakan saat ini kondisi air sungai mengalami pasang surut, jadi air laut mulai memasuki aliran air sungai.
“Salinitas atau kadar garam yang masuk di dalam sungai memang hanya bisa dideteksi saja, karena baru kemarin mengambil sampelnya,” ucap Kepala Seksi Pemantauan Kualitas Lingkungan Kota Banjarmasin, Ir Fitriani kepada awak media, Rabu (28/8/19).
Ia menjelaskan untuk pengambilan sampel dilakukan lima kali dalam setahun, dua kali pada musim hujan, satu kali musim pancaroba, dan dua kali di musim kemarau.
Dan saat ini dilakukan pemeriksaan Institu dan pemeriksaan di Laboratorium. Untuk Institusi hasilnya belum bisa di ketahui, perlu waktu satu bulan, sedangkan pemeriksaan Laboratorium besok sudah bisa dilihat hasilnya.
Bahkan dengan kondisi masuknya air laut ke aliran sungai warga Kota Banjarmasin diharapkan agar tidak mengkonsumsi air sungai, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Saat ini memang debit air sungai kita berkurang, otomatis air laut masuk kesungai kita dan itu kadar garamnya pasti tinggi, sedangkan standar salinitas untuk air 0%,” tambahnya.
Sementara itu PDAM Bandarmasih perlu bekerja keras untuk menghilangkan kadar garam agar pasokan air bersih untuk seluruh warga Banjarmasin terjamin. “Kalau ada Salinitasnya pasti PDAM bekerja keras untuk memurnikan air itu agar layak konsumsi,” katanya.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















