TAKLUK dari Thailand, Tae-yong Ungkap Timnas Belum Punya Mental Pemenang

- Penulis

Jumat, 20 Mei 2022 - 01:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelatih Shin Tae-yong membongkar alasan Timnas Indonesia U-23 kalah dari Thailand di semifinal SEA Games 2021.(Foto/© PSSI)

SuarIndonesia – Pelatih Shin Tae-yong membongkar alasan Timnas Indonesia U-23 kalah dari Thailand di semifinal SEA Games 2021, Kamis (19/05/22) WIB.

Timnas Indonesia U-23 gagal melangkah ke final SEA Games 2021 setelah kalah 0-1 dari Thailand 0-1 di babak semifinal, Kamis (19/05/22) di Stadion Thien Truong, Hanoi.

Baik Indonesia maupun Thailand sebenarnya gagal cetak gol selama waktu normal atau 90 menit. Kedua tim bermain imbang 0-0 sehingga dilanjutkan ke babak tambahan.

Sayangnya, di babak perpanjangan waktu, gawang Timnas U-23 yang dijaga Ernando Ari harus kebobolan oleh Weerathep Pomphun menit ke-95. Skor itu bertahan hingga menit ke-120.

Dilansir dari Indosport.com, menurut pelatih Timnas Indonesia U-23, Shin Tae-yong, kekalahan tipis dari Thailand disebabkan Indonesia tak bisa kembangkan permainan. Mereka lebih banyak terkurung, terutama babak kedua hingga perpanjangan waktu.

“Kekalahan ini memang harus membuat kami evaluasi karena kami tidak bisa mengembangkan permainan saat bertemu lawan yang lebih kuat walau hanya sedikit,” kata Shin Tae-yong.

Para pemain Timnas U-23 dinilai belum punya mental pemenang. Marselino Ferdinan dkk, tidak berani memainkan bola lebih lama dan kerap lakukan kesalahan individu.

Baca Juga :

TIMNAS Indonesia Hadapi Thailand di Semifinal SEA Games

“Kami takut dengan itu dan tidak bisa mengembangkan permainan kami. Jika mampu bermain seperti biasa, pastinya jalannya pertandingan pasti akan lebih baik,” tutur Shin Tae-yong.

Baca Juga :   CHINA OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara, Sukses Pertahankan Gelar!

Juru taktik asal Korea Selatan itu membantah jika fisik pemain Timnas U-23 kedodoran. Shin Tae-yong menegaskan, Thailand lebih bagus dalam selesaikan peluang.

“Kalau saya melihat, bukan karena masalah fisik. Karena Thailand pun main sama juga 90 menit,” ujar Shin Tae-yong.

Indonesia sejatinya punya tiga shoot on gol di babak kedua, hal itu berbanding satu milik Thailand. Tapi, di perpanjangan waktu, tim lawan lebih tenang dalam menuntaskan peluang emas.

“Namun saya melihat ketika Thailand dapat peluang, mereka bisa cetak gol.  Kami juga punya peluang tetapi tidak dapat mencetak gol. Itu alasan kami kalah hari ini,” tuntas Shin Tae-yong.

Kekalahan dari Thailand membuat asa Timnas Indonesia U-23 raih emas ataupun perak telah buyar. Skuad Garuda Muda hanya akan bertarung dengan Malaysia untuk perebutkan medali perunggu.

Malaysia akan jadi penantang di perebutan tempat ketiga, karena kalah 0-1 dari Vietnam di laga semifinal.

Kekalahan dari Thailand memperpanjang puasa gelar bagi Indonesia di ajang SEA Games. Tim Merah Putih terakhir kali juara pada 1991 di Filipina atau 31 tahun lalu.(RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
64 PESAWAT dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla
KPK: Pengadaan dan Mutasi Jabatan di Daerah Rawan Korupsi
258 KABUPATEN/KOTA Sudah Terapkan Perlinsos Digital
KAPAL Induk Giuseppe Garibaldi Tiba di Jakarta
DITETAPKAN Lima Tersangka Karhutla dan 10 Korporasi dalam Penyidikan Polda Kalsel
KASUS KORUPSI ATR/BPN: KPK Geledah Ruangan 3 Dirjen dan Sita Dokumen
KESEHATAN Mental Nakes Salah Satu Penentu Keselamatan Pasien

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 21:18

KPK: Pengadaan dan Mutasi Jabatan di Daerah Rawan Korupsi

Jumat, 18 September 2026 - 20:43

258 KABUPATEN/KOTA Sudah Terapkan Perlinsos Digital

Jumat, 18 September 2026 - 20:31

KAPAL Induk Giuseppe Garibaldi Tiba di Jakarta

Jumat, 18 September 2026 - 14:49

DITETAPKAN Lima Tersangka Karhutla dan 10 Korporasi dalam Penyidikan Polda Kalsel

Kamis, 17 September 2026 - 21:10

KASUS KORUPSI ATR/BPN: KPK Geledah Ruangan 3 Dirjen dan Sita Dokumen

Kamis, 17 September 2026 - 20:56

KESEHATAN Mental Nakes Salah Satu Penentu Keselamatan Pasien

Kamis, 17 September 2026 - 20:19

KAPOLRI Diperintahkan “All Out” Cek Unsur Pidana Pelaku Karhutla

Kamis, 17 September 2026 - 18:52

PEMILIK KM Virgo Transport 8 “Angkat Bicara” Terkait Musibah di Laut Jawa

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi garis polisi. (Foto: Getty Images/Ole Schwander)

Hukum

BOCAH Tewas Tertembak Senapan Angin

Minggu, 20 Sep 2026 - 22:50

Foto Ilustrasi, Pesawat di Bandara Tjilik Riwut Kota Palangka Raya, (Foto: Prokalteng)

Kalteng

14 JADWAL Penerbangan Terdampak Kabut Asap

Minggu, 20 Sep 2026 - 22:39

Grand Prix Austria 2026 menandai kemenangan perdana bagi Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing). Membayar lunas blunder yang dilakukannya saat balapan Sprint, sang pembalap bernomor #37 berperforma mengesankan untuk mengklaim podium tertinggi MotoGP. Ia mengalahkan duet Aprilia Racing, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi. (Foto: MotoGP.com)

Internasional

RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!

Minggu, 20 Sep 2026 - 22:24

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca