“TAK KETUK PALU” Perda Pajak dan Retribusi, Massa KAKI Aksi di DPRD – Pemkab HST

- Penulis

Rabu, 10 Januari 2024 - 19:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ak ketuk palu” atau belum disahkannya Perda Pajak dan Retribusi Daerah, menjadi sorotan massa dari  Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Kalimantan Selartan (Kalsel), Rabu (10/1/2024). (SuarIndonesia/Ist)

ak ketuk palu” atau belum disahkannya Perda Pajak dan Retribusi Daerah, menjadi sorotan massa dari  Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Kalimantan Selartan (Kalsel), Rabu (10/1/2024). (SuarIndonesia/Ist)

SuarIndonesia – “Tak ketuk palu” atau belum disahkannya Perda Pajak dan Retribusi Daerah, menjadi sorotan massa dari  Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (10/1/2024).

Massa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) KAKI dipimpin HA Husaini melakukan aksi demo di Gedung DPRD HST Jalan Brigjen H.Hasan Basri Barabai dan Kantor Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Jalan Perwira Barabai.

Massa meminta kejelasan pihak DPRD sehubungan dengan gagalnya anggaran perubahan / diketuk palu dan berpotensi tidak jalannya program untuk kemasalahatan masyarakat Kabupaten HST.

 Tidak diketuk palu RAPERDA Pajak dan Retribusi yang berimbas pada pendapatan daerah dalam legalitas pemungutan pajak dan Retrebusi serta terancam PHK masal petugas kontrak yang bekerja dalam masalah pemungutan.

Mempertanyakan tentang evaluasi kinerja anggota DPRD dalam setahun terakhir.

Ketika di  DPRD, massa yang berorasi  disambut Ketua DPRD HST, H. Rachmadi Jingga didampingi Wakil Ketua DPRD, Taufik Rahman, dan anggota dewan lainnya.

HA Husaini meminta kejelasan terkait Perda Pajak dan Retribusi Daerah, yang belum disahkan dan soal lainnya itu.

Ketua DPRD H.Rachmadi Jingga dan anggota DPRD HST disampaikan masalahnya di Ruang Rapat DPRD HST.

Terkait Raperda Pajak sudah berkonsultasi dengan Biro Hukum Provinsi Kalsel dan disampaikan dalam pernyataannya resmi bahwa tidak ada hubungannya antara penggajian tenaga Kontrak dan penerimaan retribusi daerah.

Dan oleh Biro Hukum Provinsi silakan Daerah melakukan pungutan tanpa memberhentikan tenaga kontrak yang ada.

Lainnya,  tentang anggaran perubahan bahwa ada tahapan/mekanisme yang kami penuhi. “Memang kita akui tidak ada kesepakatan dengan Pemerintah Daerah. Karena kewenangan pengguna anggaran ada di Pemerintah Daerah,” jelasnya.

Permasalahannya adalah bahwa bahwa mayoritas SKPD di Kabupaten HST penggunaan anggaran APBD tahun 2023 pada triwulan 3 tepatnya bulan Agustus hanya menyerap 41 persendari APBD dan sampai akhir tahun 2023 cuma dikisahkan 51 persen.

Baca Juga :   DELAPAN KABUPATEN Telah Disasar Deklarasi Damai, Kapolda Kalsel Tanggapi Soal Laporan Pelanggaran Pilkada

Sehingga DPRD Kabupaten HST tidak sepakat dengan anggaran perubahan yang diajukan pemerintah Daerah.“Soal Kinerja DPRD HST, kita lihat sudah jelas  melakukan pembahasan masalah ini berkali-kali dengan Pemkab dan kita juga melakukan pengawasan terhadap Pemkab sebagai pengguna anggaran sampai saat ini,” ucapnya.

 Dan setelah mendapatkan kejelasan terkait hal tersebut,  demo dilanjutkan di Kantor Bupati HST, yang diterima Sekretaris Daerah, Muhammad Yani, yang  menjelaskan Peraturan Daerah ( PERDA) tentang Pajak dan Retribusi Daerah memang sudah di konsultasi ke Biro Hukum Propinsi Kalsel.

“Pasalnya kita mengajukan sejak 14 November 2022, pembicara tingkat pertamanya kita lakukan tujuh kali.

Kemudian kita bersurat juga kepada Ketua Dewan untuk percepatan dan terakhir kemarin kita tanda tangani surat untuk memohon pengesahan,” ujarnya.

Memang  waktu di rapat di Biro Hukum Propinsi Kalsel lanjutnya, boleh saja untuk memungut Retribusi.Akan tetapi sekarang Biro hukum Provinsi Kalsel bersurat, harus ada PERDA.”Akhirnya kita tidak memungut Retribusi sementara ini,’ jelasnya.
Ia  menyampaikan jadi ada potensi pendapatan kalau dihitung setahun di atas Rp 150 miliar yang tidak bisa pungut.

Dari paparan semua itu pula, Ketua KAKI Kalsel menganggapi kalau masyarakat HST sangat menginginkan adanya sinergi antara eksekutif dan legislatif.“Hilangkan ego individu,i berharap agar eksekutif dan legislatif dapat bekerja secara harmonis.

Terkait di tiadakan pemungutan retribusi pajak, kita menyayangkan, karena daerah kehilangan pemasukan.

Maka PERDA diajukan eksekutif, bisa disahkan legislatif, sehingga diharapkan tidak ada lagi kepentingan baik politik maupun lainnya yang dapat memperlambat pembangunan di Kabupaten HST,” tegasnya. (ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PENYALAHGUNAAN Bio Solar Subsidi Dibongkar Reskrim Polresta Banjarmasin
4 KORBAN Heli PK-CFX Teridentifikasi, Sisanya Tunggu Data Keluarga
DELAPAN Penumpang Heli Jatuh Dievakuasi dalam Kondisi Meninggal
DUGAAN PERSETUBUHAN Terungkap Lewat Ponsel
TERKAIT MORTIL, Dicek Gegana Brimob Polda Kalsel dan Dihancurkan
DITEMUKAN BAHAN PELEDAK Mortil “81 Tampella” Peninggalan Zaman Perang di Kampung Arab
TERUNGKAP P.elaku Percobaan Pemerkosaan di Rawasari, Korban Melawan
KALTENG-KALSEL Bersinergi Pacu Pembangunan Regional dan Nasional
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 21:53

PENYALAHGUNAAN Bio Solar Subsidi Dibongkar Reskrim Polresta Banjarmasin

Jumat, 17 April 2026 - 21:52

4 KORBAN Heli PK-CFX Teridentifikasi, Sisanya Tunggu Data Keluarga

Jumat, 17 April 2026 - 20:02

DELAPAN Penumpang Heli Jatuh Dievakuasi dalam Kondisi Meninggal

Kamis, 16 April 2026 - 22:51

TERKAIT MORTIL, Dicek Gegana Brimob Polda Kalsel dan Dihancurkan

Kamis, 16 April 2026 - 22:18

DITEMUKAN BAHAN PELEDAK Mortil “81 Tampella” Peninggalan Zaman Perang di Kampung Arab

Kamis, 16 April 2026 - 21:52

TERUNGKAP P.elaku Percobaan Pemerkosaan di Rawasari, Korban Melawan

Kamis, 16 April 2026 - 20:51

KEJAGUNG Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto Tersangka Korupsi Nikel

Kamis, 16 April 2026 - 19:32

RUPIAH Menguat Dipicu Ketegangan Geopolitik yang Mereda

Berita Terbaru

Kapal tanker berlayar di Teluk, dekat Selat Hormuz di tengah perang Iran vs AS-Israel. (REUTERS/Stringer)

Internasional

IRAN: Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:18

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca