TAHUN 2026 Bank Kalsel Perkuat Fundamental dan Akselerasi Transformasi

- Penulis

Selasa, 23 Desember 2025 - 12:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Bank Kalsel menyelenggarakan Press Conference: Kinerja Bank Kalsel 2025 dan Outlook 2026 berlokasi di Bank Kalsel Kantor Pusat sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik dan media, sekaligus menyampaikan arah strategis Bank Kalsel dalam menghadapi dinamika ekonomi dan industri perbankan tahun 2025-2026 (22/12).

Paparan ini mencakup kondisi ekonomi terkini, capaian kinerja, proyeksi bisnis, kesiapan operasional, hingga penguatan tata kelola dan layanan kepada masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran manajemen Bank Kalsel, yakni Komisaris Utama Non Independen, Subhan Nor Yaumil; Komisaris Independen, Riza Aulia; Direktur Utama, Fachrudin, Direktur Bisnis, Akhmad Fauzi Noor; Direktur Operasional, Abdurrahim Fiqry; dan Direktur Kepatuhan, Mitra Damayanti.

“Menjelang tahun 2026, Bank Kalsel mencermati bahwa perekonomian global masih diwarnai ketidakpastian, namun Indonesia menunjukkan ketahanan yang relatif kuat.

Dalam konteks tersebut, Bank Kalsel mengambil langkah yang terukur dan penuh kehati-hatian dengan tetap menjaga optimisme terhadap pertumbuhan yang berkelanjutan, sejalan dengan peran kami sebagai Bank Pembangunan Daerah yang mendukung perekonomian Kalimantan Selatan,” ujar Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin.

Outlook Perekonomian dan Perbankan 2026 Memasuki tahun 2026, perekonomian global masih berada dalam fase pemulihan dengan tingkat ketidakpastian yang cukup tinggi.

Pertumbuhan global diproyeksikan moderat, dipengaruhi oleh fragmentasi perdagangan, tensi geopolitik, serta normalisasi kebijakan moneter negara maju.

Di tengah kondisi global tersebut, perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang relatif kuat dengan pertumbuhan stabil di kisaran 5%.

Konsumsi rumah tangga, pengendalian inflasi, serta sinergi kebijakan fiskal–moneter menjadi penopang utama stabilitas nasional. Sementara itu, sektor perbankan nasional tetap solid, meskipun menghadapi tantangan berupa pengetatan likuiditas dan tekanan margin.

Bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD), tahun 2026 membawa tantangan spesifik, antara lain penyesuaian kebijakan fiskal daerah, kebutuhan penguatan modal inti, serta tuntutan efisiensi dan
transformasi digital. Kondisi ini menjadi dasar bagi Bank Kalsel untuk memperkuat fundamental, menjaga kehati-hatian, dan mengarahkan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Proyeksi Kinerja di 2026 Dalam proyeksi tahun 2026, Bank Kalsel menargetkan pertumbuhan Aset sebesar 6,70% (YoY), Dana Pihak Ketiga tumbuh 6,01% (YoY), sedangkan Kredit dan Pembiayaan Bank Kalsel ditargetkan tumbuh 8,06% (YoY). Dari aktivitas dan ekspansi bisnis bank yang akan dilakukan di tahun 2026, ditargetkan laba bank tumbuh 7,26% dan modal inti tumbuh 8,12%.

Potensi Bisnis Bank Kalsel Tahun 2026 Dengan mempertimbangkan lanskap ekonomi global, nasional, dan regional, Bank Kalsel menetapkan target bisnis tahun 2026 secara realistis namun progresif, sebagaimana tertuang dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026–2028.

Baca Juga :   BANK KALSEL Siapkan Posko dan 18 Ekor Sapi untuk Dukung Kelancaran Haul Guru Sekumpul

Fokus utama diarahkan pada:
Pertumbuhan kredit yang sehat, terutama pada sektor produktif.

Penguatan Dana Pihak Ketiga (DPK) dengan strategi peningkatan dana murah (CASA).

Peningkatan profitabilitas dan efisiensi, melalui optimalisasi pendapatan bunga dan fee based
income.

Ceruk pasar prioritas Bank Kalsel meliputi segmen ASN dan pensiunan, UMKM lokal, sektor produktif unggulan daerah, ekosistem pemerintah daerah, serta pembiayaan berkelanjutan (green
finance).

Strategi ini menegaskan peran Bank Kalsel sebagai motor intermediasi keuangan daerah dan mitra utama pembangunan Kalimantan Selatan.

Pengembangan Operasional dan Digitalisasi Bank Kalsel 2026 Tahun 2026 ditetapkan sebagai fase akselerasi pengembangan operasional dan digitalisasi Bank Kalsel. Langkah ini ditempuh untuk menjawab perubahan perilaku nasabah, perkembangan teknologi, serta kebutuhan layanan yang semakin cepat dan efisien.

Arah pengembangan

Modernisasi proses operasional dan penyempurnaan SOP layanan.

Akselerasi digital banking, termasuk peningkatan layanan mobile banking dan integrasi sistem, Penguatan infrastruktur teknologi informasi dan keamanan data.

Kesiapan menuju Bank Devisa, melalui penguatan SDM, sistem, dan manajemen risiko transaksi internasional.

Seluruh pengembangan ini diselaraskan dengan RBB 2026–2028 untuk memastikan efisiensi operasional, peningkatan kualitas layanan, dan daya saing Bank Kalsel secara berkelanjutan.

Tata Kelola dan Penguatan SDM Bank Kalsel terus memperkuat penerapan Good Corporate Governance (GCG) sesuai dengan regulasi terbaru, termasuk penyesuaian terhadap POJK terkini.

Penguatan dilakukan pada aspek transparansi, akuntabilitas, manajemen risiko, dan integritas organisasi.

Selain itu, Bank Kalsel meningkatkan:

Penguatan APU PPT dan pencegahan kejahatan keuangan, Kesiapan ketahanan siber melalui penguatan sistem keamanan dan pengawasan digital.

Strategi pengembangan SDM tahun 2026, meliputi talent acquisition, reposisi frontliner, sertifikasi kompetensi, serta pengembangan Learning Center digital.

Penguatan tata kelola dan SDM ini menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik dan memastikan keberlanjutan bisnis Bank Kalsel.

“Ke depan, Bank Kalsel akan terus memperkuat fundamental bisnis, tata kelola, serta kualitas sumber daya manusia, sekaligus mengakselerasi pengembangan operasional dan digitalisasi.

Dengan arah bisnis yang realistis namun progresif, kami optimistis Bank Kalsel dapat menjaga kinerja yang sehat, meningkatkan daya saing, dan menjalankan peran strategis sebagai mitra utama
pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan ekonomi Kalimantan Selatan yang berkelanjutan,” tutup Fachrudin.(ADV/SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

RUPIAH MENGUAT ke Rp17.012, Imbas Gencatan Senjata Dua Arah AS-Iran!
RUPIAH MELEMAH Seiring Eskalasi Konflik AS vs Iran Menguat
ATM BNI di Depan Minimarket Yulia Kuripan Sempat Bikin Khawatir Nasabah
PEMERINTAH tak Akan Naikkan Harga BBM Subsidi Sepanjang Tahun 2026
PELESTARIAN BUDAYA BANJAR Terus Tumbuh Melalui UMKM dari Tangan-tangan Anggota Persit KCK XXVII Kotabaru
TIKET PESAWAT Mendadak Kosong, Sejumlah Warga Kalsel Tertahan di Luar Daerah
MENTAN AMRAN: Stok Beras RI Stabil 4,5 Juta Ton
MENAKER YASSIERLI: Meski WFH, Gaji Karyawan Swasta/BUMN-BUMD Wajib Penuh

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 23:09

KASUS SAMIN TAN: Kejagung Sita Bangunan, Batu Bara hingga Alat Berat dari Perusahaan Terafiliasi

Rabu, 8 April 2026 - 22:47

KETUA DPRD Apresiasi Peluncuran SDC Polda Kalsel

Rabu, 8 April 2026 - 21:22

IRAN-AS Sepakat Gencatan Senjata Bersyarat!

Rabu, 8 April 2026 - 00:22

EKS KEKASIH Terdakwa Pembunuh Mahasiswi ULM, Berucap : “Saya Sedih, Kecewa dan Benci”

Selasa, 7 April 2026 - 23:29

DPRD KALSEL Ajukan 1.774 Usulan Pokir untuk RKPD 2027

Selasa, 7 April 2026 - 21:50

SENPI-AMUNISI di Polresta Banjarmasin Diperiksa Propam Polda Kalsel

Selasa, 7 April 2026 - 19:04

BELASAN TERSANGKA PENGEDAR Diamankan Polresta Banjarmasin dengan Sabu 2,2 Kg

Selasa, 7 April 2026 - 18:35

DIBONGKAR JARINGAN NARKOTIKA Jalur Perairan Banjarmasin, Sita 2 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi pesut. (Dok Yayasan Konservasi RASI)

Kaltara

POPULASI PESUT di Bulungan tak Sampai 100 Ekor

Rabu, 8 Apr 2026 - 23:38

Kalsel

KETUA DPRD Apresiasi Peluncuran SDC Polda Kalsel

Rabu, 8 Apr 2026 - 22:47

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca