Syafii Effendi: Ketakutan dan Kekhawatiran Harus Dijauhkan Pemuda Produktif

- Penulis

Minggu, 28 Juli 2019 - 20:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Motivator pemuda ternama yang cukup handal Indonesia Syafii Effendi dalam seminar Character Building National yang berlangsung di Gedung Mahligai Banjarmasin, Minggu (28/07/2019) sore mengajak pemuda tepat membaca peluang damn terus semangat dan jangan cepat putus asa.

Bahkan peraih rekor MURI dengan frekuensi seminar motivasi terbanyak di dunia, Syafii Effendi dalam seminar memaparkan tiga hal yang menyebabkan manusia mengalami kondisi kemiskinan pada umunya adalah Ketidaktahuan, Ketakutan, dan Dosa.

Jadi, menurutnya, ketiga hal tersebut mampu memberikan manusia yang akhirnya berujung pada kemiskinan dan kesialan.

Karena itulah harus memperkokoh dan membangun ekonomi, katanya saat membakar semangat 1400 Pemuda Banjarmasin saat mengikuti seminar nasional.

“Bayangkan ketidaktahuan ini seperti kebodohan yang harus dibuang, karena bagaimanapun penyebab utama kemiskinan adalah kebodohan,” ucapnya yang disambut tepuk tangan, di sela-sela memberikan motivasi kepada 1.400 siswa-siswa dan mahasiswa se Kota Banjarmasin.

Kedua, ujar Syafii, ketakutan membuat hidup manusia menjadi miskin. Ia juga menjelaskan ketakutan meliputi dari rasa khawatir terhadap resiko dari suatu proses.

Oleh karena itu baginya rasa khawatir harus dijauhkan dari benak diri anak manusia terlebih saat berada pada usia produktif.

Ia coba menggambarkan resiko yang sebenarnya tidak ada. “Ingat ketika kita masih kecil belum bisa naik sepeda, pasti yang terpikir itu resikonya jatuh, tetapi ketika sudah bisa lalu apa yang terjadi, biasa aja kan gak ada resiko, katanya dengan santai,” katanya.

Baca Juga :   SERTIJAB Kapolsekta Banjarmasin Barat, Begini Pesan Kapolresta

Bahkan, pengusaha muda yang sempat kuliah di DO ini, juga mengajak pemuda untuk menggantungkan cita-citanya dengan bekerja keras bukan mengkhayal saja. Karena tindakan jauh penting dan berharga jika menulis khayalan dan tak bersikap.

Sedangkan menurut Syafii, hal ketiga yang membuat hidup manusia didera kemiskinan adalah Dosa. Ia berasumsi dosa yang paling menghampiri usia produktif adalah melakukan zina yang dibungkus dalam istilah pacaran.

“Intinya raih cita-cita dan tebalkan kantong dari pada zina dibungkus pacaran,” katanya.

Khusus masalah Dosa, Syafii mengatakan jangan terpaku pada pacaran yakni juga pada kebohongan yang dilakukan demi mementingkan gengsi. Ia berasumsi gengsi tidak akan membawa seorang manusia pada kesuksesan. “Maka jangan sampai gengsi mengekang rezeki dari kita semua,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Pelaksana Seminar Motivasi Nusantara yang dilaksanakan oleh Wira Usaha Muda Nusantara (Wimnus) Kota Banjarmasin, Rian Andriawan mengatakan seminar hari ini diikuti oleh 1.400 siswa dari seluruh SMA sederajat dan mahasiswa dari perguruan tinggi di Kota Banjarmasin.

“Pemuda jangan diberi uang tetapi berikan peluang. Dan untuk mendorong mereka mengikuti kegiatan ini kita ajak secara persuasif melalui pendekatan emosional dengan berkunjung ke sekolah dan kampus kampus di Banjarmasin ini,” demikian Ketua Pelaksana Seminar Wimnus Kota Banjarmasin, Rian Andriawan.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KOBARAN API di Gudang Milik PT SSTC Banjarmasin
SEORANG ABK Cemara Nusantara 6 Hilang di Sungai Barito, Operasi SAR Besar-besaran di Kawasan Pelabuhan Trisakti
TANAMAN JAGUNG di Lahan Sekitar 18 Hektare Dipantau Polsek Jajaran Polresta Banjarmasin Perkembangannya
SEORANG PRIA Tergeletak Tak Bernyawa di Kawasan Komplek DPR Banjarmasin, Begini Awalnya
USAI SEKOLAH Seorang Remaja Perempuan Dilaporkan Hilang dan Ditemukan Polisi
PERJUANGAN PERSIT Kartika Chandra Kirana Merawat Budaya Banjar, “Tajam seperti Todak, Teguh seperti Budaya”
AKSI SOLIDARITAS dan Seruan Hapus Outsourcing, Warnai May Day di Mapolresta Banjarmasin
KOMISI III DPRD Kalsel Studi Tiru ke Masjid Al Jabbar

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:28

KEMENHAJ Prioritaskan Layanan untuk Calhaj Lansia dan Difabel

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:59

MAY DAY, Pemerintah Komitmen Tingkatkan Kesehatan para Buruh

Kamis, 30 April 2026 - 22:25

TIGA WNI Ditangkap di Makkah Kasus Penipuan Layanan Haji, Ditindaklanjuti Polri

Kamis, 30 April 2026 - 00:43

EMPAT Anggota TNI Didakwa Siram Andrie Yunus untuk Beri “Efek Jera”

Kamis, 30 April 2026 - 00:05

PRESIDEN Prabowo Ultimatum Pejabat-Ilmuwan tak Patriotik untuk Mundur

Rabu, 29 April 2026 - 23:58

INSIDEN BUS Jemaah di Madinah: Kemenhaj Pastikan Penanganan Korban

Rabu, 29 April 2026 - 17:27

PERJUANGAN PERSIT Kartika Chandra Kirana Merawat Budaya Banjar, “Tajam seperti Todak, Teguh seperti Budaya”

Rabu, 29 April 2026 - 16:53

KOMISI III DPRD Kalsel Studi Tiru ke Masjid Al Jabbar

Berita Terbaru

Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain saat rilis pengungkapan pupuk. (Foto: Istimewa)

Hukum

DIGAGALKAN Penyelewengan 160 Karung Pupuk Subsidi

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:53

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca