SURAT SUARA PSU Mulai Dilipat, Ditarget Rampung dalam Lima Hari

SURAT SUARA PSU Mulai Dilipat, Ditarget Rampung dalam Lima Hari

SuarIndonesia – Logistik Pemungutan Suara Ulang (PSU) dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwali) Banjarmasin tahun 2020 berupa surat suara akhirnya mulai dilipat oleh petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarmasin, Rabu (21/04) pagi.

Komisioner KPU Kota Banjarmasin, Taufiqqurrakhman mengatakan, pihaknya menargetkan proses pelipatan surat suara yang berjumlah 15 dus tersebut bisa rampung dalam lima hari ke depan.

“Tanggal 25 April kita targetkan selesai dalam melipat surat suara. Karena beberapa hari ke depan, logistik lainnya juga akan berdatangan. Misalnya kotak suara, tinta dan perlengkapan lainnya,” ucapnya saat ditemui awak media, Rabu (21/04/2021) pagi.

Ia memaparkan, surat suara yang datang dalam PSU kali ini totalnya mencapai 29.824 lembar. Jumlah tersebut sesuai dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di tiga kelurahan yang melaksanakan PSU sebanyak 29.056.

“Ditambah surat suara dari 2,5% dari jumlah DPT,” ujarnya.

Saat ditanya kapan sebenarnya puluhan surat suara PSU Pilwali 2020 ini diterima di KPU, pria dengan sapaan Taufiq itu menjelaskan, bahwa puluhan ribu surat suara tersebut tiba tadi malam (20/04/2021) dari bandara dan langsung disimpan di gudang logistik KPU dengan penjagaan yang ketat.

“Kemudian pagi ini, Rabu (21/04/2021) kita bawa ke Gedung Wanita untuk dilakukan pelipatan,” tambahnya.

Ia menegaskan, dalam proses pelipatan surat suara kali ini prosesnya tidak berbeda dari sebelumnya, yakni dengan pengawasan ketat selama 24 jam dari petugas kepolisian dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Banjarmasin.

“Bedanya, kalau sekarang 10 orang petugas pelipat surat suara ini kita bagi dua shift, karena mereka juga menjalankan puasa ramadhan. Tapi tetap dengan target utama, yakni harus selesai tanggal 25 April,” tukasnya.

Lantas, kapan seluruh logistik tersebut akan mulai didistribusikan ke masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS)?

Terkait hal itu, Taufiq mengaku bahwa pihaknya akan mendistribusikan logistik PSU ke masing-masing Petugas Pemungutan Suara (PPS) kemudian ke TPS pada 27 April nanti.

“Biasanya satu hari sebelum pelaksanaan, logistik sudah kita salurkan ke TPS,” imbuhnya.

Kemudian, apakah ada perbedaan antara surat suara yang digunakan dalam proses Pilwali kemarin dengan PSU?

Ia memaparkan, hal yang membedakan antara surat suara PSU dengan surat suara sebelumnya yakni di bagian tanda tangan KPPS terdapat tulisan ‘Pemilihan Ulang’.

“Untuk desain di dalamnya tidak berbeda dengan sebelumnya. Hanya saja pada bagian tanda tangan KPPS ada stempel kata Pemilihan Ulang,” paparnya.

Sehingga, jika tidak ada stempel tersebut, maka surat suara yang masuk ke kotak suara dianggap tidak sah. Karena itu pula pihaknya harus menyortir satu per satu surat suara untuk memastikannya sebelum didistribusikan.

“Selain itu, kotak suaranya juga ada kata ‘Pemilihan Ulang’. Kalau tidak ada stempel kata itu akan langsung kita sisihkan dan kemudian kita musnahkan,” tandasnya. (SU)

 259 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: