STATUS Siaga Darurat, CFD dan Pasar Terapung Siring Ditiadakan

STATUS Siaga Darurat, CFD dan Pasar Terapung Siring Ditiadakan

SuarIndonesia – Ditetapkannya status darurat wabah Virus Corona (Covid-19) di Banjarmasin memberikan dampak yang cukup signifikan untuk aktifitas warga.

Bahkan, Pemerintah Kota Banjarmasin telah menyatakan untuk meniadakan car free day (CFD) dan wisata Pasar Terapung di Singing Piere Tendean yang digelar setiap akhir pekan.

Kebijakan ini diambil sesuai surat edaran (SE) Walikota Banjarmasin Nomor 442.11/02 – P2P/Dinkes tentang Informasi Terkait Kewaspadaan Penyebaran Penyakit Covid-19, tertanggal 16 Maret 2020.

Selain adanya surat edaran kebijakan ini juga dilaksanakan sesuai hasil rapat terbatas yang dilaksanakan jajaran Pemko Banjarmasin di Aula Kayuh Baimbai balaikota pada Selasa (17/3/2020).

Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina menjelaskan, bahwa ditiadakannya CFD, Pasar Terapung ini dilakukan selama masa inkubasi 14 hari. Sebagai upaya pembatasan kerumunan massa guna menghadiri penyebaran Virus Corona.

“Terkait car free day termasuk pasar Terapung selama 14 hari kedepan ditiadakan, untuk memastikan bahwa kemudian dijadikan tempat berkumpul,” ujar Ibnu di balaikota, Selasa (17/3/2020).

Ibnu menyadari bahwa pihaknya tak mungkin menghalangi aktivitas masyarakat di lokasi tersebut. Akan tetapi paling tidak dengan adanya penutupan ini biasa meminimalisir adanya kerumunan massa dalam jumlah yang banyak.

“Untuk aktivitas di Siring memang tak bisa kita halangi. Tetapi kita memastikan bahwa seluruh aktraksi pariwisata 14 hari ke depan akan kita tutup,” ujarnya.

Selain itu, Ibnu meminta agar adanya status darurat siaga ini jangan sampai menimbulkan kepanikan. Terlebih sampai masyarakat berbondong-bondong untuk menyetok bahan makanan

“Ketika kami menyatakan status siaga darurat. Jangan sampai masyarakat berbondong-bondong menyetok makanan dan sebagainya. Tetapi ini upaya pencegahan,” jelasnya.

Terlebih hingga berpengaruh terhadap kondisi ekonomi. Seperti misalnya berpengaruh terhadap berhentinya aktifitas pasar. “Untuk pasar jangan sampai menimbulkan kepanikan hingga berpengaruh terhadap kondisi ekonomi,” bebernya.

Selain itu Ia mengharapkan, agar tempat perbelanjaan tetap beraktivitas, dan melayani masyarakat seperti biasa. Jangan sampai, lanjutnya kepanikan berakibat pada hal yang tak diinginkan.

“Kalau tempat perbelanjaan lain itu buka seperti biasa. Kami juga tak ingin menimbulkan kegaduhan, antara kepanikan dan kewaspadaan harus seimbang,” pungkasnya. (SU)

 427 total views,  1 views today

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: