SRT 55 Kotim Terapkan Kurikulum Plus

- Penulis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 22:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala SRT 55 Kotim Nikkon Bhastari menerangkan terkait Kurikulum Plus yang diterapkan di sekolahnya, Rabu (1/10/2025). (ANTARA/Devita Maulina)

Kepala SRT 55 Kotim Nikkon Bhastari menerangkan terkait Kurikulum Plus yang diterapkan di sekolahnya, Rabu (1/10/2025). (ANTARA/Devita Maulina)

SuarIndonesia — Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 55 Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menerapkan Kurikulum Plus yang memungkinkan siswa terus mengulang pembelajaran guna memastikan kualitas lulusan.

“Kurikulum Plus ini menggunakan Learning Management System (LSM), jadi misalnya data minimal nilai siswa itu 100, maka kalau belum sampai segitu dia boleh mengulang terus. Artinya dia bisa belajar lebih lanjut sampai dia benar-benar menguasai materi yang diajarkan,” ujar Kepala SRT 55 Kotim Nikkon Bhastari di Sampit, Rabu (1/10/2025).

Ia menjelaskan, Kurikulum Plus pada dasarnya adalah kurikulum nasional yang ditetapkan pemerintah, tetapi diperkaya atau ditambahkan dengan standar, metode, atau mata pelajaran tertentu dengan materi keunggulan khusus.

Penerapan Kurikulum Plus bertujuan memastikan siswa lulus dengan keunggulan kompetitif dan karakter yang lebih matang di atas standar kurikulum nasional biasa.

Dalam Kurikulum Plus ini sistem yang digunakan adalah Sistem Kredit Semester (SKS), tidak seperti sekolah reguler pada umumnya yang menggunakan sistem paket dan seluruh tahapan pembelajaran diatur sesuai kalender pendidikan.

Dengan SKS ini, siswa yang lebih pintar atau unggul bisa lebih cepat naik kelas, dengan catatan telah memenuhi standar nilai yang ditentukan. Sebaliknya, siswa yang belum memenuhi standar nilai dapat terus mengulang.

Baca Juga :   KEGIRANGAN Bisa Tempuh Pendidikan Lewat Sekolah Rakyat

“Tapi, walaupun kesempatan mengulang itu terus diberikan, tetap ada batas usia untuk setiap jenjang pendidikannya. Contohnya untuk SMA itu batas usia maksimal 24 tahun. Maka dari itu, dalam SKS itu juga ada pendampingan untuk membantu para siswa,” tutur Nikkon dilansir dari AntaraNews.

Selain itu, juga ada Tes Talent DNA guna menggali bakat atau keterampilan setiap murid. Dalam hal ini, SRT 55 Kotim sebagai fasilitas pendidikan milik pemerintah telah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membantu setiap lulusan.

“Kalau misalnya murid itu jago masak nanti kami arahkan untuk bisa menjadi koki, kalau jago belajar maka kami arahkan ke universitas terbaik,” katanya menegaskan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SNBT 2026: 256.369 Peserta Lulus
DIGAGALKAN Pelarian Pecatan Polisi
DUA IKON Daerah di Kalteng Ditetapkan jadi Kawasan Berbasis KI
LAHAN JADI TAMBANG, Warga Adat Barut Ajukan Banding ke PTUN-MA
PECATAN Polisi Bawa Kabur Mobil
3 PROVINSI di Kalimantan Rawan Karhutla
DIAJAK ANGGOTA DPRD Balangan Hj Sri Huriyati Hadi Warisi Semangat R.A. Kartini
MOMENTUM BERSEJARAH Kesepakatan Hibah Pembangunan Rindam XXII/TB, Begini Penyataan Mayjen TNI Zainul Arifin

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 23:16

KASUS Eks Bupati Kukar Berlanjut, Pejabat Kemenkeu Dipanggil KPK Jadi Saksi

Senin, 25 Mei 2026 - 23:09

DUA GADIS Asal Medan Diamankan, Diduga akan Dijual ke China

Senin, 25 Mei 2026 - 23:02

KASUS K3: JPU Tuntut Eks Wamenaker Noel 5 Tahun Penjara

Senin, 25 Mei 2026 - 22:48

DUA IKON Daerah di Kalteng Ditetapkan jadi Kawasan Berbasis KI

Senin, 25 Mei 2026 - 14:44

AKSI SADIS Seorang Paman Habisi Bocah Ponakannya hingga Bacok Ibu Korban dan Warga

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:50

LAHAN JADI TAMBANG, Warga Adat Barut Ajukan Banding ke PTUN-MA

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:42

PECATAN Polisi Bawa Kabur Mobil

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:33

3 PROVINSI di Kalimantan Rawan Karhutla

Berita Terbaru

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (tengah) dan Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB Tahun 2026 Eduart Wolok (kiri) dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/5/2026). (Foto: Antara/Sean Filo M)

Headline

SNBT 2026: 256.369 Peserta Lulus

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:28

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca