KEGIRANGAN Bisa Tempuh Pendidikan Lewat Sekolah Rakyat

- Penulis

Senin, 22 September 2025 - 22:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, peluk para anak. (SuarIndonesia/ist)

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, peluk para anak. (SuarIndonesia/ist)

SuarIndonesia –  Kegirangan bisa tempuh pendidikan lewat Sekolah Rakyat.

Setidaknya terpancar dari wajah Anggun Aprilyani (15), anak Sunarko Thamrin, seorang buruh harian lepas dari Desa Talaga, Kabupaten Tanah Laut.

Sejak lama, Anggun ditinggal ibunya yang meninggal dunia.

Dengan penghasilan ayahnya yang tidak sampai Rp 1 juta per bulan, cita-cita Anggun untuk melanjutkan pendidikan nyaris pupus.

Namun,  Senin (22/9/2025), kembali berbinar. Ia menjadi salah satu calon siswa Sekolah Rakyat tahap 1C yang diperkenalkan langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

“Saya ingin anak saya bisa sekolah, bisa nerusin sekolahnya yang terhenti,” ucap Sunarko.

Bagi Gus Ipul, kisah Anggun adalah potret nyata tujuan besar Sekolah Rakyat.

“Inilah semangat Sekolah Rakyat. Anak-anak dari keluarga sederhana, yang ditinggal ibunya dan hanya hidup bersama ayah yang bekerja seadanya, tetap punya hak untuk sekolah dan masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Selain Anggun, Mensos Ipul juga menyoroti Muhammad Aditya (10), anak asal Desa Pagatan Besar, Kecamatan Takisung, yang sempat putus sekolah setelah orang tuanya berpisah.

Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Sertiana, menceritakan bagaimana ia menemukan keluarga ini.

“Saya melihat ada anak tidak sekolah saat bertugas di desa.

Setelah kami koordinasikan dan pastikan datanya ada di DTSEN, Aditya lolos administrasi dan bisa masuk Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Sri Rahmawati, ibu Aditya, menitikkan air mata bahagia.”Terima kasih banyak. Anak saya sekarang bisa sekolah lagi.

Kami merasa terjamin, tidak diragukan lagi. Alhamdulillah, ada Sekolah Rakyat yang peduli,” ucapnya.

Ini disambut semangat para pengajar. Salah satunya Husnul Khatimah, guru antropologi asal Tulungagung, Jawa Timur, yang ditugaskan mengajar di Banjarbaru.

“Motivasi saya bergabung di Sekolah Rakyat adalah ingin berdampak, bukan hanya untuk diri saya sendiri, tapi juga untuk generasi muda Indonesia.

Harapan saya, program ini memberi peluang besar bagi anak-anak yang sempat kehilangan semangat maupun harapan, agar mereka bisa bangkit lagi,” ujar Husnul.

Baca Juga :   GUNCANG KALIMANTAN ! Gubernur Cup Road to Pangdam 2026, Puluhan Klub Terbaik Kalteng Vs Kalsel Berebut Mahkota Juara

Meski awalnya ragu karena harus jauh dari keluarga, ia tetap mantap berangkat.

“Saya perempuan, baru pertama kali ke Kalimantan, tidak ada saudara. Tapi saya yakin, anak-anak Indonesia perlu kita semangati agar berkembang,” tambahnya.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) hadir di tengah calon siswa Sekolah Rakyat tahap 1C di Kota Banjarbaru.

Dalam kegiatan Dialog Calon Siswa Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul berkesempatan berinteraksi langsung dengan 70 calon siswa, terdiri dari 20 siswa SD dan 50 siswa SMA.

Sekolah Rakyat tahap 1C ini berlokasi di Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Kalimantan Selatan. Seluruh siswa akan menjalani cek kesehatan pada tanggal 29 September 2025, bersamaan dengan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Ia menegaskan kembali bahwa Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk membuka akses pendidikan sekaligus mengentaskan kemiskinan.

“Seleksi tidak dibuka umum, tapi berbasis DTSEN. Pendamping sosial mendatangi keluarga miskin, lalu diverifikasi BPS.

Tidak boleh ada titipan. Kalau ada penyimpangan, sanksinya sangat berat,” tegasnya.

Tahun ini ada 165 titik Sekolah Rakyat rintisan di seluruh Indonesia dengan kapasitas lebih dari 16.000 siswa.

Gedung permanen akan dibangun di atas lahan yang disiapkan pemerintah daerah dengan dukungan APBN melalui Kementerian PUPR.

Selain itu, keluarga siswa juga akan mendapat pendampingan ekonomi dan sosial.

“Targetnya, 3–4 tahun ke depan, keluarga siswa sudah bisa mandiri.

Anak-anak yang ingin kuliah akan dikawal ke beasiswa, yang ingin bekerja atau berwirausaha juga akan disiapkan jalurnya,” tutup Mensos. (*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HUJAN di Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang dan Angin Kencang
MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla
SELEKSI KONTINGEN Brisportartcular 2026 Digelar BRI Region 14 Banjarmasin, Tercatat 31 Peserta Berebut 8 Posisi Wakil Badminton
BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1
GRAND FINAL Nanang – Galuh Kalsel, Ini Deretan Sosok yang Dinobatkan
AMUK API di Permukiman Blok Pasar Lama, Seorang Meninggal Dunia
TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan
LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Kemenko PMK)

Kalsel

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca