SuarIndonesia – Situasi dan kondisi Kalimantan Selatan (Kalsel) disorot Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, terkait kondusif.
Utamanya, situasi saat aksi massa yang ketika itu hampir menyeluruh di Indonesia.
Pada intinya, Negara menjamin kebebasan berpendapat ini dengan dilindungi Undang-Undang.
“Ya terkait situasi Kalsel yang selama ini kondusif, kita apresiasi dan menyampaikan terimakasih kepada Polda Kalsel bisa mengantisipasi terjadinya tindakan-tindakan anarkis.
Semua elemen masyarakat yang ingin mengemukakan ide-idenya dengan melakukan demo-demo damai silahkan saja dan itu di jamin oleh Undang-undang, kami apresiasi Polda Kalsel yang bisa menciptakan suasana kondusif,” kata Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ir Hj Sari Yulianti, Jumat (26/9/2025).
Ini ketika Komisi III DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Polda Kalsel dalam rangka menyerap aspirasi dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) KUHAP yang sedang berjalan.
Turut hadir dalam kunjungan spesifik tersebut sejumlah perwakilan Dapil Kalsel, diantaranya dua mantan Kapolda Kalsel, Irjen Pol Purnawirawan H Machfud Arifin, Irjen Pol Purnawirawan Rikwanto dan Habib Aboe Bakar Al Habsyi.
“Kita menyerap aspirasi dalam rangka meaningful participation dalam rancangan undang-undang KUHAP yang sedang kita diskusikan di Komisi III.
Tadi kita mendengarkan dari Polda Kalsel, BNNP Kalsel, Kejati Kalsel, Kanwil dan para akademisi dari ULM, banyak hal yang kami bicarakan secara parsial,” tambahnya.
“Kalsel, contoh keberhasilan demo damai yang perlu diikuti daerah lainnya di Indonesia dalam sikap penyampaian aspirasi dari elemen masyarakat sekaligus upaya penanganan dari aparat keamanan,” ucapnya lagi.
Sementara Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyampaikan, kondusifitas di Kalsel, khususnya pada unjuk rasa 1 September, tidak terlepas dari peran para mahasiswa yang menyampaikan aspirasi dengan damai.
“Penghargaan datang tidak hanya untuk kami, namun juga kepada adik-adik mahasiswa yang bisa menjaga kondusifitas.
“Sangat kita apresiasi, bahkan tidak ada sampah tersisa setelah unjuk rasa, ternyata semua sampah tersebut dibersihkan para mahasiswa setelah selesai unjuk rasa,,” ucap Kapolda.
Kapolda mengaku langkah deteksi dini telah dilakukan sebelum demo untuk mengantisipasi adanya penyusup dan massa mahasiswa dan ojol juga berkomitmen dengan memeriksa peserta aksi agar tidak ada oknum perusuh di luar massa. (*/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















