SISWA SMP Krayan Orasi di Jalanan Berlumpur: “Kami Butuh Jalan, Bukan MBG!”

- Penulis

Minggu, 1 Februari 2026 - 22:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa Krayan berorasi di jalan berlumpur. (Foto: Istimewa)

Siswa Krayan berorasi di jalan berlumpur. (Foto: Istimewa)

SuarIndonesia — Video aksi siswa SMP di perbatasan Indonesia-Malaysia viral di media sosial. Ia berorasi di tengah jalan berlumpur tanpa mengenakan alas kaki, Sabtu (31/1/2025).

Namanya Gilbert Christian. Ia berdiri di ruas jalan antara Pa’ Kebuan dan Long Umung. Kondisi jalan tampak sangat memprihatinkan, hanya berupa tanah liat yang becek dan berlubang dalam.

Kondisi itu memaksa Gilbert melepas sepatunya agar bisa berdiri stabil saat berorasi. Aksi itu didampingi belasan warga Krayan Timur yang mengenakan atribut adat Dayak Lundayeh. Mereka membentangkan poster berisi tuntutan kepada Presiden Prabowo Subianto agar memberikan perhatian nyata pada pembangunan di wilayah tersebut.

Dalam aksinya, siswa kelas 2 SMP Negeri 1 Krayan Timur itu lantang menyuarakan isi hati masyarakat Krayan, Kalimantan Utara. Ia menegaskan bagi para pelajar di wilayah perbatasan, perbaikan infrastruktur jauh lebih mendesak ketimbang program makan bergizi gratis yang dicanangkan pemerintah.

“Kami tidak membutuhkan makanan bergizi gratis, melainkan membutuhkan perbaikan jalan!” seru Gilbert.

Kepala Desa Pa’ Betung, Aprem Rining, mengonfirmasi bahwa aksi tersebut murni inisiatif warga dan siswa yang sudah jenuh dengan kondisi jalan.

“Itu inisiatif dari hati nurani mereka sendiri. Setiap hari mereka harus melewati jalan itu untuk ke sekolah, perjalanannya bisa satu jam. Motor sering amblas, bahkan mereka sering harus jalan kaki tanpa sepatu karena lumpur terlalu dalam,” ujar Aprem  dikutip SuarIndonesia dari detikKalimantan, Minggu (1/2/2026).

Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan surat terbuka untuk Presiden Prabowo yang berisi empat poin utama. Poin-poin itu yakni pemenuhan hak dasar masyarakat perbatasan, keadilan dalam pembangunan infrastruktur jalan yang bersumber dari APBN, percepatan dan kepastian komitmen pemerintah pusat dan provinsi, dan meminta kehadiran nyata pemerintah di lapangan, bukan sekadar melihat Krayan di atas peta.

“Warga sebenarnya tidak menolak program pemerintah pusat, namun mereka meminta skala prioritas. Hasil bumi kami di Krayan ini melimpah, untuk makan kami rasa cukup. Alangkah baiknya anggaran makan gratis itu kalau bisa dialihkan atau diutamakan untuk membangun jalan dulu. Kami ingin pembangunan yang merata seperti di Jawa,” tegas Aprem.

Selain soal jalan, warga juga meminta pemerintah memberikan kebijakan diskresi atau kemudahan akses logistik material bangunan dari Sarawak, Malaysia. Hal ini dikarenakan sulitnya membawa material dari wilayah Indonesia karena akses transportasi yang terbatas dan mahal.

“Kalau tunggu material dari dalam negeri, pembangunan akan terus terhambat. Kami minta kebijakan agar bisa ambil material dari tetangga (Malaysia) supaya jalan kami cepat aspal,” pungkas Aprem.

Meski begitu, warga Krayan menegaskan kesetiaan mereka kepada NKRI. Mereka berharap orasi Gilbert dan surat terbuka ini didengar langsung oleh Presiden agar ‘Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia’ benar-benar dirasakan hingga ke ujung perbatasan.

“Darah kita tetap merah Putih, tetap di Indonesia. Harga mati untuk Indonesia. Kami tidak merasa dianaktirikan, namun tolong, ini bahasa tolong ya tolong, kami diperhatikan khususnya 4 poin yang dibacakan tadi,” tutupnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DUA Wanita Tarakan Selundupkan 35 Bungkus Narkoba Pakai Cokelat
BNPB: 1.487 Hotspot Terdeteksi di Kalimantan, Kalteng dan Kalbar Terparah
LIBATKAN Masyarakat Cegah dan Padamkan Karhutla
TOKOH MASYARAKAT: “Lepas Krayan Jika Tak Mau Mikirin, Siapa Tahu Israel Mau”
SOAL JALAN: Warga Krayan Ancam Keluar NKRI
HARGA BBM Terbaru di Kalimantan Per 12 Juli 2026
BMKG: 8-12 Juli, 18 Wilayah Pesisir Berpotensi Banjir Rob Termasuk Kalbar, Kalteng, dan Kaltara
POLEMIK PENGADAAN GEMBOK Ditjenpas, Komisi XIII DPR RI : Segera Buka Dokumen Pengadaan dan Kontrak

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 22:06

BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk OMC

Kamis, 10 September 2026 - 21:45

RESMI DITUTUP, 4.151 Mahasiswa Baru UNISKA MAB Siap Memulai Perkuliahan

Kamis, 10 September 2026 - 18:08

HANYA BELASAN MENIT Kunjungan Kerja Wapres Gibran di SR Banjarbaru

Kamis, 10 September 2026 - 16:53

MAULID di DPRD Kalsel, Momentum Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Keimanan

Kamis, 10 September 2026 - 16:49

PEMANFAATAN ASET Swargaloka Dievaluasi DPRD Kalsel

Kamis, 10 September 2026 - 12:41

PEDULI Korban Kebakaran, Kapolsek Banjarmasin Tengah Salurkan Bantuan Senbako

Rabu, 9 September 2026 - 23:38

WAPRES Gibran ke Kalsel Tinjau SR hingga ISPA dan karhutla

Rabu, 9 September 2026 - 22:35

LA Diguyur Hujan Bantu Redakan Ancaman Karhutla

Berita Terbaru

31 WNA Malaysia dan Taiwan ditangkap Imigrasi Pontianak, Kalbar. (Foto: Istimewa)

Kalbar

31 WNA Malaysia-Taiwan Ditangkap, Diduga Scamming

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:50

Karhutla mengancam habitat orang utan di TN Tanjung Puting Kalteng. (Foto: HO-Dok Balai TNTP)

Headline

3.105 HA TNTP Terbakar, Habitat Orang Utan Terancam!

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:46

Tim BKSDA dan YIARI Kalbar mengevakuasi Orang utan dari salah satu kebun warga di Kayong Utara. (Foto: HO-YIARI Kalbar)

Kalbar

ENAM Orang Utan Diselamatkan dari Karhutla

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:17

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyampaikan laporan terkini penanggulangan karhutla kepada Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat rapat koordinasi di Pos Pantau Karhutla di Guntung Damar Banjarbaru, Kamis (10/9/2026). (Foto: HO-Antara)

Kalsel

BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk OMC

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:06

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca