WARGA Protes Sungai Tujung Diduga Tercemar Limbah

- Penulis

Rabu, 28 Januari 2026 - 22:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sungai Tujung di Desa Tujung, Sembakung, Nunukan, Kaltara diduga tercemar, ada ikan mati akibat pencemaran limbah. (Foto: Istimewa)

Sungai Tujung di Desa Tujung, Sembakung, Nunukan, Kaltara diduga tercemar, ada ikan mati akibat pencemaran limbah. (Foto: Istimewa)

SuarIndonesia — Sungai Tujung, di Desa Tujung Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, dilaporkan tercemar limbah. Warga menduga cemaran limbah berasal dari perusahaan yang beroperasi di sekitar sungai.

Kepala Desa Tujung, Matias Bapila, mengungkapkan bahwa dampak pencemaran membuat ekosistem sungai rusak dan warga mengalami gangguan kesehatan. Hal ini terungkap setelah warga dan pekerja lokal mengeluhkan kondisi air sungai yang berubah drastis.

Menurutnya, air yang biasanya digunakan untuk konsumsi dan mandi, kini berubah warna menjadi hitam pekat dan kebiruan.

“Warga cerita bahwa mereka tidak bisa mandi lagi di sungai itu. Airnya sudah kotor, warnanya hitam agak biru. Kalau dipakai mandi badan gatal-gatal,” ungkap Matias, Rabu (28/1/2026).

Matias menjelaskan dampak limbah tersebut sangat fatal bagi ekosistem. Berdasarkan pengecekan langsung di lapangan bersama tokoh adat, ditemukan banyak ikan dan labi-labi yang mati mengapung.

Matias juga menyebut sejumlah warga sempat mengonsumsi air sungai tersebut untuk kebutuhan minum dan memasak. Akibatnya, warga mengalami gangguan pencernaan.

“Ada warga yang sakit perut karena air itu sudah dikonsumsi. Ternyata airnya beracun, dampaknya warga sakit perut,” tuturnya.

Matias menyebutkan bahwa perwakilan perusahaan terkait, telah mendatangi desa dan bertemu dengan tokoh masyarakat. Kata Matias, dalam pertemuan itu pihak perusahaan mengaku adanya masalah pada kolam penampungan limbah mereka.

“Mereka datang bercerita dan mengakui bahwa tampungan limbah itu meluap dan menguap, sehingga mengalir ke Sungai Tujung. Katanya kerannya sudah mereka tutup, tapi limbah sudah terlanjur mengalir,” ucap Matias dilansir dari detikKalimantan.

Karena menurut Matias pihak perusahaan sudah mengakui hal tersebut secara lisan, Matias dan tokoh adat memutuskan tidak melakukan pembuktian lapangan bersama perusahaan. Ia hanya mengantongi bukti fisik kerusakan lingkungan, yang dinilai sudah sangat jelas.

Baca Juga :   KAPOLDA KALSEL Memberikan Perhatian Khusus pada Anak Yatim Piatu Korban Laka Lantas

Sebagai langkah antisipasi dan bahan pelaporan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH), warga Desa Tujung telah mengamankan barang bukti. Matias memerintahkan warganya untuk menyimpan sampel air sungai yang tercemar.

“Saya sudah suruh amankan sampel airnya, ada sekitar 5 liter saya simpan. Dokumentasi foto ikan-ikan yang mati juga sudah lengkap,” kata Matias.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris DLH Kabupaten Nunukan, Freddyanto Gromiko menjelaskan bahwa pihaknya belum menerima laporan warga Desa Tujung. DLH kini membutuhkan laporan rinci dari warga setempat terkait dugaan perusakan lingkungan, agar nantinya tim DLH dapat segera turun ke lapangan begitu ada laporan masuk.

“Sampai hari ini kami belum ada terima pengaduan. SOP-nya adalah ada laporan masuk, siapa yang melaporkan, harus jelas sebagai dasar kami untuk turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi lapangan,” kata Freddyanto saat dikonfirmasi detikKalimantan, Rabu (28/1/2026).

“Sebenarnya di DLH itu ada Pos Pengaduan. Jadi masyarakat siapapun itu berhak untuk menyampaikan laporan jika ada dugaan kejadian pencemaran,” sambungnya.

Freddyanto memastikan DLH cepat tanggap dan terbuka dengan laporan masyarakat. Sehingga ia mengimbau pemerintah desa atau warga setempat untuk segera melapor agar penanganan teknis bisa segera dilakukan.

“Kami sangat terbuka sekali. Boleh via telepon di nomor 085247048967, ataupun via website media kami. Biasa itu kalau ada apa-apa, kami segera tindak lanjuti untuk ke lapangan,” imbaunya. (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIRESPONS CEPAT Dinas PUPR Perkim Balangan Beberapa Proyek Sorotan
DIDUGA! Oknum Pegawai KUA Sampit Bawa Kabur dan Sekap Anak di Bawah Umur
PULUHAN JEMAAT GEREJA Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Kotak
SEORANG PRIA DUDA Asal Muara Enim Ditemukan Tergelatak Tak Bernyawa
DINAS ESDM KALSEL “Bereaksi”, Begini Pernyataan Disampaikan atas Kasus Dugaan Pungli Perizinan Tambang Galian C
PELAKSANAAN 50 Paket Proyek pada Dinas PUTR HSS TA 2024 Terindikasi Dugaan Kerugian Negara, Begini Sikap Kejati Kalsel
WASPADA BANJIR ROB di Kalimantan 14-25 Juni 2026
DISKOMINFOSAN Gelar FKP Standar Pelayanan

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:49

DIRESPONS CEPAT Dinas PUPR Perkim Balangan Beberapa Proyek Sorotan

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:43

KASUS DUGAAN SUAP: KPK Tahan Bupati Muara Enim dan Tiga Tersangka

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:21

DEWI PUTRI Raih Perunggu Kejurnas Taekwondo U-13 dan U-17 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:13

TERCATAT 913 ODGJ di Palangka Raya, Dinsos: ‘Himpitan Ekonomi Picu Gangguan Mental’

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:51

358 JEMAAH HAJI Kalteng Tiba, 2 Masih Dirawat di Arab Saudi

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:38

PULUHAN JEMAAT GEREJA Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Kotak

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:11

SEORANG PRIA DUDA Asal Muara Enim Ditemukan Tergelatak Tak Bernyawa

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:32

DINAS ESDM KALSEL “Bereaksi”, Begini Pernyataan Disampaikan atas Kasus Dugaan Pungli Perizinan Tambang Galian C

Berita Terbaru

Ratusan CPNS dilantik menjadi PNS angkatan pertama OIKN. (Foto: Humas OIKN)

Kaltim

OIKN Lantik 555 PNS Angkatan Pertama

Selasa, 9 Jun 2026 - 21:30

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca