SINERGI CSR dan Pembangunan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045

- Penulis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 21:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Digelar di Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru, Kamis (23/10/2025) (SuarIndonesia/adv)

Digelar di Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru, Kamis (23/10/2025) (SuarIndonesia/adv)

Suarindonesia – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Muhidin melalui Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Ariadi Noor, menghadiri Konferensi Nasional ke-11 Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Tahun 2025.

Digelar di Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru, Kamis (23/10/2025).

Konferensi nasional  mengusung tema “Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Indonesia Emas”.

Diikuti para akademisi, peneliti, ahli, profesional, praktisi serta pengambil kebijakan dari berbagai lembaga penelitian, dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat, dan instansi pemerintahan.

Dalam sambutannya, Ariadi Noor menegaskan bahwa keberlanjutan pembangunan memerlukan komitmen kolektif dari seluruh pihak.

Pemerintah Provinsi Kalsel sendiri telah menunjukkan langkah nyata melalui berbagai inovasi kebijakan, salah satunya dengan pengembangan aplikasi e-Optima TJSLP, sebuah instrumen penguatan tata kelola Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP/CSR) berbasis spasial.

“Aplikasi ini memfasilitasi perencanaan, pelaporan, dan evaluasi program TJSLP secara lebih transparan, akuntabel dan terintegrasi dengan rencana pembangunan daerah,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Provinsi Kalsel, yang secara rutin melakukan monitoring terhadap pelaksanaan program CSR di berbagai perusahaan di daerah tersebut.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan implementasi program CSR berjalan sesuai regulasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Hal ini penting, karena menjamin bahwa implementasi program sesuai dengan regulasi dan memberikan dampak maksimal kepada masyarakat,” ujar Ariadi.

Lebih lanjut, Ariadi menekankan bahwa Kalimantan Selatan telah memiliki fondasi kuat dalam mengintegrasikan tanggung jawab sosial ke dalam proses pembangunan.

Baca Juga :   KEMENTERIAN UMKM: Kembangkan Wisata Gastronomi Berbasis UMKM

Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk memperkuat keberlanjutan ekonomi dan ekologi di daerah.

“Konferensi PKM-CSR 2025 ini menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi dan memperkuat dampak positif program pengabdian kepada masyarakat serta CSR di daerah,” tambahnya.

Sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, sinergi antara sektor publik, swasta, dan masyarakat perlu terus diperkuat. Pemerintah daerah pun aktif mendorong kemitraan publik-swasta-masyarakat dalam berbagai bidang pembangunan.

“Kami berharap dana tanggung jawab sosial perusahaan dapat disinergikan dengan program pembangunan pemerintah, seperti pembangunan infrastruktur kecil, pelatihan keterampilan, konservasi ekologis, maupun pengembangan ekonomi hijau. Sinergi ini penting untuk mencapai efisiensi anggaran dan efektivitas dampak di lapangan,” tutur Ariadi.

Ia juga menegaskan bahwa program CSR sebaiknya tidak bersifat seremonial atau temporer, melainkan menjadi bagian integral dari strategi bisnis perusahaan yang mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan.

“Melalui konferensi ini, kami berharap program CSR di Kalsel dan secara nasional dapat semakin selaras dengan RPJMD Kalsel dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota yang akan menjadi daya ungkit bagi percepatan pembangunan daerah,” pungkasnya. (ADV/RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SNBT 2026: 256.369 Peserta Lulus
KEMENSOS Evaluasi Ratusan Penerima Bansos di Banjarmasin
SEORANG PEJABAT di Lingkup Pemprov Kalsel Ditemukan Tak Bernyawa, Begini Kronologisnya
DIMENSI PEMAHAMAN Jadi Sorotan, Potensi Radikalisme di Kalsel Meningkat
POLISI BUBARKAN Sekelompok Pemuda Aksi “Cosplay Tuyul” di Jalan Raya
LAKA MAUT di A Yani Km 5 Banjarmasin Tewaskan Seorang Pria asal Palolo
3 PROVINSI di Kalimantan Rawan Karhutla
PERKELAHIAN Sekelompok Remaja di Depan Hotel Jalan A. Yani Km 2,5 Banjarmasin

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 23:16

KASUS Eks Bupati Kukar Berlanjut, Pejabat Kemenkeu Dipanggil KPK Jadi Saksi

Senin, 25 Mei 2026 - 23:09

DUA GADIS Asal Medan Diamankan, Diduga akan Dijual ke China

Senin, 25 Mei 2026 - 23:02

KASUS K3: JPU Tuntut Eks Wamenaker Noel 5 Tahun Penjara

Senin, 25 Mei 2026 - 22:48

DUA IKON Daerah di Kalteng Ditetapkan jadi Kawasan Berbasis KI

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:50

LAHAN JADI TAMBANG, Warga Adat Barut Ajukan Banding ke PTUN-MA

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:42

PECATAN Polisi Bawa Kabur Mobil

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:33

3 PROVINSI di Kalimantan Rawan Karhutla

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:47

MOMENTUM BERSEJARAH Kesepakatan Hibah Pembangunan Rindam XXII/TB, Begini Penyataan Mayjen TNI Zainul Arifin

Berita Terbaru

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (tengah) dan Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB Tahun 2026 Eduart Wolok (kiri) dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/5/2026). (Foto: Antara/Sean Filo M)

Headline

SNBT 2026: 256.369 Peserta Lulus

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:28

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca